<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725</id><updated>2012-01-11T23:50:11.140-08:00</updated><category term='lucu'/><category term='OPINI'/><category term='CATATAN CINTA'/><category term='ARTIKEL'/><title type='text'>Catatan Ringan</title><subtitle type='html'>Secuil catatan untuk meraih ridha dari yang Kekal, Abadi, Allah SWT. Dan untuk berbagi keceriaan dan kegelisahan, saling mengingatkan menuju jalan keindahan, berbagi keresahan dan kegetiran untuk menggapai ketentraman, berbagi kesedihan dan kebahagiaan agar hidup lebih bermakna dalam lindungan Tuhan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-4420960183731502252</id><published>2012-01-11T23:50:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T23:50:11.168-08:00</updated><title type='text'>Inilah Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan</title><content type='html'>Setiap guru tentunya ingin memberikan yang terbaik kepada anak didiknya. Nah, agar bisa memberikan yang terbaik dan bisa menyenangkan siswa, inilah beberapa tips menarik untuk menjadi guru menyenangkan, yang dilansir dari &lt;a href="http://edukasi.kompas.com/read/2012/01/03/09185611/Jadi.Guru.yang.Menyenangkan.Ini.Tipsnya"&gt;Kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru tentunya ingin membangun iklim komunikasi yang baik dengan siswanya, agar para siswa mengerti apa yang disampaikan, dan membuat aktivitas belajar mengajar menjadi menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan itu? Para guru, di antaranya, dituntut untuk cekatan merespons kebutuhan siswa, selalu siap untuk berdiskusi, dab menjadi pendengar yang baik atas persoalan belajar siswa.  Tetapi, untuk melaksanakan itu semua, yang tak kalah penting adalah memberikan “aturan main” yang jelas, dan berikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan umpan balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedengarannya memang mudah. Bagaimana mempraktikkannya? Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara pengajar dan anak didik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Mulailah pada hari pertama sekolah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap awal tahun ajaran, atau semester, carilah waktu yang tepat untuk membuat semua aturan, dan kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi tentang berbagai situasi, termasuk pada siswa yang ‘bermasalah’. Seorang guru harus memastikan bahwa siswa merasa didekati sejak hari pertama sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jadilah proaktif&lt;br /&gt;Seorang guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif. Selain ada keuntungan dari momen yang spontan, tapi dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya mengatur jadwal berdiskusi di luar jam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjadi pendengar yang aktif&lt;br /&gt;Mendengarkan secara aktif menunjukkan bahwa guru benar-benar mencoba untuk memahami secara verbal dan nonverbal pesan yang disampaikan, merasakan perasaan, dan pikiran. Menjadikan siswa yakin dan merasa dihargai bahwa apa yang mereka sampaikan mendapatkan perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pastikan Anda mengatakan, "Saya mendengar Anda"&lt;br /&gt;Seorang guru harus memvalidasi apa yang dikatakan oleh semua siswanya. Namun, validasi tidak berarti bahwa guru setuju atau percaya dengan segala hal yang dikatakan siswa, tetapi lebih untuk mengakui sudut pandang para siswa. Validasi membantu siswa percaya bahwa guru mendengarkan dan menghormati pendapat mereka. Misalnya, sebuah komentar seperti, "Aku senang kamu bisa berbagi pemikiran. Saya tentu tidak langsung setuju dengan perspektif Anda, tapi saya ingin mendengar lebih banyak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lakukan seperti Anda ingin diperlakukan&lt;br /&gt;Seorang guru tentu ingin dan mengharapkan orang lain memperlakukan kita dengan hormat, berkomunikasi dengan jelas, dan memberikan tanggapan yang sesuai. Sikap empati dan melibatkan diri berdiskusi dengan siswa akan mengurangi sikap defensif dan memungkinkan para siswa merasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan menghakimi dan menuduh&lt;br /&gt;Seorang guru tentu ingin siswanya mengerti apa yang diajarkan tanpa membenci guru atau mata pelajarannyanya. Untuk itu, seorang guru sebaiknya tidak menghakimi, dan menuduh, tetapi harus memberikan pesan yang mudah ditafsirkan. Itu akan meningkatkan probabilitas siswa mendengarkan apa yang guru katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berkomunikasi secara jelas dan singkat&lt;br /&gt;Banyak guru berusaha untuk menyampaikan banyak informasi pada satu waktu, tetapi itu akan membuat  siswa kelebihan beban informasi, kewalahan, dan sulit mencerna. Maka itu, seorang guru selaiknya melakukan komunikasi yang rutin, singkat, dan terfokus dengan siswanya. Sebab, tidak semuanya harus diselesaikan dalam satu diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjadi model kejujuran dan martabat&lt;br /&gt;Siswa sangat cerdik dalam memahami kejujuran guru. Seorang guru harus mengakui jika tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan yang diajukan siswanya. Tetapi, guru harus berjanji untuk berupaya menemukan jawaban sebelum kelas berikutnya. Tidak jujur adalah kesalahan dalam mendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menerima pengulangan&lt;br /&gt;Komunikasi adalah proses yang berkelanjutan. Siswa mungkin harus mendengarkan apa yang diajarkan berkali-kali sebelum mereka memahami dan masuk ke dalam pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ciptakan humor&lt;br /&gt;Humor adalah bahan penting dalam proses komunikasi. Humor dapat meringankan, dan menjadi fasilitas yang baik ketika seorang guru tengah mengajarkan sesuatu kepada muridnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-4420960183731502252?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/4420960183731502252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=4420960183731502252' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/4420960183731502252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/4420960183731502252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2012/01/inilah-tips-menjadi-guru-yang.html' title='Inilah Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-8490652455400309537</id><published>2012-01-10T23:37:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T23:39:47.390-08:00</updated><title type='text'>Tiga Guru SDN Bilaporah Timur Mengajar Satu Murid</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-I5TSkmgLI_g/Tw08Mu6B5sI/AAAAAAAAAG8/uQNgivQSqTE/s1600/SATU%2BSISWA.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="126" width="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-I5TSkmgLI_g/Tw08Mu6B5sI/AAAAAAAAAG8/uQNgivQSqTE/s200/SATU%2BSISWA.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUMENEP&lt;/b&gt; - Gedung SDN Bilaporah Timur 1, Kecamatan Ganding, Sumenep tampak kokoh. Kondisi gedung sekolah nyaris tiada tanda akan roboh. Namun, meski kondisi gedung sekolah masih bagus tetap tidak diminati oleh anak-anak untuk sekolah di lembaga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat tiga orang guru PNS yang tetap aktif mengajar kepada satu siswa. Siswa kelas 1 yang tetap konsisten belajar itu, bernama Putra Dedy Dermawan. Sedangkan dua siswa lainnya, Fendi dan Fitriyato telah pindah ke Madrasah Ibtidaiyah tak jauh dari sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SDN Bilaporah Timur 1, Kecamatan Ganding, Moh Imam menjelaskan, siswa di lembaganya sekitar tahun 1987-1990 cukup banyak. Bahkan, jumlahnya mencapai sekitar 360 siswa. Akan tetapi, saat ini hanya tinggal satu siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekolah ini (SDN Bilaporah Timur 1) siswa sangat banyak. Sebab, hanya satu-satunya sekolah yang ada di desa ini. Tapi, sekarang sudah tidak siswa lagi yang ingin sekolah," ujarnya, Rabu (11/01/2012). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merosotnya siswa di lembaga tersebut ditengarai karena menjamurnya lembaga MI di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Sumenep. Terbukti, dalam satu desa sebanyak lima MI yang berdiri tak jauh dari SDN Bilaporah Timur 1. "Kami sebagai guru, tetap mengajar dengan cara bergantian. Sebab, berapapun siswa yang sekolah, kami wajib mengajar," terangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, A Shadik mengatakan, di SDN Bilaporah Timur 1, sudah masuk lembaga pendidikan yang akan di regroping karena siswanya tidak ada. "Jika siswa kurang dari 60 siswa, maka akan diregroping. Cuma, jika di daerah itu tidak ada sekolah lagi dan masih dibutuhkan, maka tidak akan diregroping," ujarnya kepada wartawan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini juga di tulis di &lt;a href="http://regional.kompasiana.com/2012/01/11/tiga-guru-aktif-ngajar-satu-siswa/"&gt;Kompasiana.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-8490652455400309537?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/8490652455400309537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=8490652455400309537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8490652455400309537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8490652455400309537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2012/01/tiga-guru-aktif-ngajar-satu-siswa.html' title='Tiga Guru SDN Bilaporah Timur Mengajar Satu Murid'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-I5TSkmgLI_g/Tw08Mu6B5sI/AAAAAAAAAG8/uQNgivQSqTE/s72-c/SATU%2BSISWA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-8424635112518998442</id><published>2012-01-10T02:12:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T02:15:11.678-08:00</updated><title type='text'>Mandor Pekerja Pasar Anom Sumenep Dijemput Paksa</title><content type='html'>&lt;b&gt;SUMENEP &lt;/b&gt;– Suradi, salah satu mandor pekerja proyek pembangunan Pasar Anom Baru, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur, dijemput paksa Satuan&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kPy92gzw7z4/TwwO89RBTmI/AAAAAAAAAGw/04chPSZWPWM/s1600/PASAR%2BANOM-1.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="160" width="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-kPy92gzw7z4/TwwO89RBTmI/AAAAAAAAAGw/04chPSZWPWM/s200/PASAR%2BANOM-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Penjemputan dilakukan, Selasa (10/12/2012) karena proyek pekerjaan pasar itu tetap dikerjakan. Padahal, sudah ada surat pemutusan kontrak kerja yang berakhir 24 Desember 2011 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sejumlah petugas Satpol PP Sumenep mendatangi lokasi proyek pembangunan Pasar Anom Baru senilai Rp 8,1 M dari dana APBD 2011 itu, para pekerja masih tetap mengerjakan proyek tersebut meski telah putus kontrak sejak 24 desember 2011 lalu. Sehingga, mandor pekerja di bawa dengan paksa oleh Satpol PP Sumenep menghadap Sekdakab setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi, pemutusan kontrak dilakukan karena pekerjaan proyek tahap satu tidak selesai dan tidak sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Sedangkan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Aset dan Keuangan (DPPKA) Sumenep, sebagai pengguna anggaran tidak menghentikan pelaksanaan pembangunannya. Padahal, dalam kontrak proyek itu merupakan proyek tahun tunggal bukan bukan multi yers. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suradi, Mandor Pekerja Proyek Pasar Anom, setelah menghadap Sekdakab Sumenep, Moh Shaleh menjelaskan, dirinya hanya sebagai pekerja dan hanya menerima instruksi dari perusahaan. ”Kami tidak terlalu banyak tahu mas. Kami hanya mandor, dan yang menentukan perusahaan. Jika harus berhenti, iya kami akan berhenti,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Sekretaris Daerah Kab Sumenep Moh Shaleh menjelaskan, dalam pertemuannya dengan Mandor Pekerja Proyek Pasar Anom hanya mempertanyakan mengapa masih dilakukan pekerjaan. ”Jika sudah putus kontrak mengapa masih dikerjakan, apa tidak menyalahi aturan?,” katanya kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, sampai saat ini Sekda belum menerima laporan dari pengguna anggaran yaitu DPPKA terkait pekerjaan terahir pembangunan Pasar Anom Baru. Padahal, apabila pekerjaan itu sudah melewati batas kontrak dan pekerjaannya belum selesai, harus dilakukan penghitungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar untuk diketahui, pembangunan pasar itu dihentikan oleh Pemkab Suemenp beberepa waktu. Penghentian dilakukan karena dianggap tidak sesuai rencana awal. Salah satunya, tiang pancang yang harus terpasang sebanyak 12 tiang pancang kebawah, akan tetapi yang dipasang hanya 6 tiang pancang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pembangunan Pasar Anom Baru dilakukan setelah pasar lama di lalap si jago merah pada 2007 lalu. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama dengan legislatif menyepakati membangun pasar baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-8424635112518998442?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/8424635112518998442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=8424635112518998442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8424635112518998442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8424635112518998442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2012/01/mandor-pekerja-pasar-anom-sumenep.html' title='Mandor Pekerja Pasar Anom Sumenep Dijemput Paksa'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-kPy92gzw7z4/TwwO89RBTmI/AAAAAAAAAGw/04chPSZWPWM/s72-c/PASAR%2BANOM-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-7172532538442695865</id><published>2012-01-09T01:46:00.001-08:00</published><updated>2012-01-09T06:12:00.772-08:00</updated><title type='text'>Tradisi Bersalaman di Madura Mulai Pudar</title><content type='html'>Bersalaman kepada kedua orang tua bagi anak-anak sebelum berangkat ke sekolah mulai terlupakan atau ditinggalkan. Anak-anak tidak lagi membiasakan sungkem sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah melahirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sepertinya, bukan lagi memberikan penghormatan kepada kedua orang tuanya sebelum pergi mencari ilmu. Padahal, kebiasaan sungkem kepada kedua orang tua merupakan warisan nenek moyang masyarakat Madura, Jawa Timur. Bersalaman merupakan simbol pengabdian bagi anak kepada orang yang telah merawat dan mengasuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, tempo dulu anak di Madura ketika akan berangkat ke Sekolah atau keluar dari rumah untuk bepergian demi kepentingan tertentu, selalu sungkem kepada kedua orang tuanya. Bahkan, jika akan pergi jauh, juga sungkem atau berpamitan kepada guru yang telah mendidiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ekstrim lagi, jauh hari sebelum bepergian, anak sebelum berangkat telah memberitahukan kepada kedua orang tuannya. Tujuannya, agar di doakan dan memperoleh ridha dari orang yang telah mengandungnya selam sembilan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kini semua itu sepertinya nyaris tiada tersisa. Anak bukan lagi bersalaman dan sungkem kepada kedua orang tau dan guru saat akan bepergian. Ia rupanya lebih suka melambaikan tangan dengan dibarengi kata-kata “da mama, dan da papa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, dengan penuh senyum bangga sambil mengangkat tangan kanannya dan dikecupkan pada bibirnya sebagai tanda “kiss by”. Bukan lagi mengucapkan ” Assalamualaikum”. Itulah kenyataan yang terjadi pada anak didik kita saat ini. Anak lebih meniru kebiasaan yang ada dalam iklan dan film di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kebiasaan tersebut bukanlah tindakan yang salah dari seorang anak. Sama sekali tidak keliru. Tapi, kebiasaan ini telah menghilangkan kebiasaan lama yang tentu saja lebih terhormat. Kebiasaan orang-orang terdahulu, secara lambat laut ditinggalkan dan lebih mengutamakan kebiasaan baru, yang belum tentu lebih baik. Mengapa…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tulisan ini juga ditulis di &lt;a href="http://www.kompasiana.com"&gt;Kompasiana.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-7172532538442695865?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/7172532538442695865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=7172532538442695865' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7172532538442695865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7172532538442695865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2012/01/tradisi-bersalaman-di-madura-mulai_09.html' title='Tradisi Bersalaman di Madura Mulai Pudar'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-3546702992292139101</id><published>2010-10-23T18:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-23T18:28:03.760-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Petani Tembakau Menangis</title><content type='html'>Ambruknya harga tembakau di Madura, tahun 2010, menyebabkan ratusan petani "daun emas" mengalami kerugian. Tidak sedikit di antara  mereka, usai panen tembakau harus menanggung beban hutang yang sangat tinggi. Karena modal yang mereka gunakan tanam tembakau adalah hasil pinjaman yang harus dilunasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusaknya harga karena kualitas tembakau tidak bagus. Itu disebabkan hujan terus menerus mengguyur sebagian pulau Madura selama musim tembakau. Hujan yang tidak tentu itu, membuat tembakau berkualitas jelek. Bahkan, tembakau pegunungan, yang diharapkan lebih bagus dibanding tembakau persawahan (dataran rendah), juga nyaris rusak dan berwarna merah secara keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kerusakan kualitas tembakau itu, pabrikan mempunyai alasan untuk membeli  tembakau dengan harga sangat murah. Dalihnya, tembakau rusak atau tidak bagus sehingga tidak bisa dibeli dengan mahal. Meski, alasan itu sudah menjadi dalil basi dari pabrikan dalam setiap musim tembakau. Namun, tetap saja menjadi alasan yang seakan dipaksakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, 2009, kualitas tembakau milik petani sangat bagus. Sebab, kemarau cukup cerah selama musim tanam hingga panen tembakau. Tapi, lagi-lagi, harga tembakau murah. Alasannya, tembakau di pabrikan menumpuk dan tidak terlalu membutuhkan tembakau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan penulis, rusaknya harga tembakau bukan hanya sekedar tembakau itu sendiri atau karena hujan yang terus mengguyur. Tetapi, patut diduga, karena adanya permainan harga antara penguasa dengan pihak pabrikan. Sehingga, tembakau milik petani dibeli dengan harga terlalu murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses permainan harga sangat jelas terjadi karena sang pemilik barang tidak bisa menentukan harga tembakaunya. Ibarat sebuah toko besar, sang pemilik toko tidak bisa menentukan harga barang-barang yang ada dalam toko itu. Harga barang dalam toko itu, justru ditentukan oleh orang yang datang untuk membeli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses jual beli tembakau, setelah tiga bulan ditanam petani, ketika panen dan akan dijual, mereka tidak bisa menentukan harga. Justru pembelilah yang menentukan harga itu. Proses semacam itu, sudah berlangsung bertahun-tahun. Bahkan, selama tiga tahun terakhir ini, petani tembakau banyak yang dirugikan karena harga yang sangat murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2010, harga tembakau di pedesaan berkisar Rp 20 ringga Rp 25 ribu, itu sudah tembakau dengan kualitas paling bagus. Sementara, tembakau dengan kualitas jelek, berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kilo gram. Harga tersebut, tentu saja sangat merugikan petani tembakau. Sebab, proses tanam tembakau tidak mudah dan bahkan harus mengeluarkan dana jutaan rupiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunahwi, 45, warga desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengaku sangat rugi karena tembakau dengan modal tanam Rp 5 juta tapi ketika panen dan dijual sisa uang hanya berkisar Rp 1,5 juta. "Entahlah, saya sudah tiga tahun terakhir ini selalu tidak diuntungkan tembakau," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, proses tanam tembakau setelah berlangsung tiga bulan, tembakau itu, di petik dari pohon bersama warga sekitar secara gotong royong. Usai dipetik, tembakau itu tidak langsung dikeringkan. Tetapi, harus didiamkan selama tiga hari di tempat yang teduh agar menguning. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuning atau tidak mentah lagi, barulah tembakau itu, dipotong-potong dengan halus dan kemudian dikeringkan menggunakan gedek ditempat yang mudah terkena sinar matahari. Selam proses itu, tembakau tidak boleh terkena air hujan karena berakibat rusak pada tembakau dan berwarna merah dan bahkan hitam dengan bau tak sedap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tembakau yang kerjanya menguras tenaga itu, tak lagi menjadi kebanggaan petani tembakau di Madura. Sebab, tembakau tidak lagi menguntungkan petani, hanya merugikan dan selalu menyisakan hutang dari modal yang mereka keluarkan. Jangan heran, jika banyak orang Madura tahun 2010 ini, pasca tanam tembakau, mereka merantau keluar Madura. Mereka mencari penghasilan lain di luar Madura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut cerita masyarakat Madura, berkisar tahu 1990- an, satu kilogram tembakau bisa membeli satu gram emas. Tetapi, kali ini, jangankan membeli satu gram emas, terkadang tanaman 10 ribu bibit tembakau, tidak bisa membeli satu setel pakaian seharga Rp 30 ribu. Bahkan, masih bersisa hutang yang dijadikan modal awal tanam yang sering kali tidak mencukupi. Parah...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-3546702992292139101?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/3546702992292139101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=3546702992292139101' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3546702992292139101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3546702992292139101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/10/menelisik-bangkrutnya-petani-tembakau.html' title='Petani Tembakau Menangis'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-6907983456042551568</id><published>2010-10-19T01:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T01:21:06.661-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CATATAN CINTA'/><title type='text'>Menerima Apa Adanya</title><content type='html'>Hari ini, aku pergi ke rumah temanku. Tempatnya begitu jauh, berkisar 40 km dari kota Sumenep ke arah timur. Meski lumayan jauh, aku merasa bangga. Sebab, aku sudah lama tidak bersilaturrahim ke tempat tinggal teman akrabku ini. Aku merasa kangen dengan keluarganya. Apalagi, mereka telah menjadikanku (seperti) bagian dari keluarga mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman aku itu, orangnya tidak begitu kaya, biasa-biasa saja. Ekonomi keluarganya, tidak begitu mewah. Penghasilan mereka, dari hasil cocok tanam seperti tembakau, gandum dan lain sebagainya. Istilahnya, patut diduga masih tergolong ekonomi menengah ke bawah atau diantara keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang menjadi kebanggan dan kebahagianku, bukan karena ekonomi itu. Tetapi, adalah cara menerima dan menemui aku. Bahkan, menganggap aku adalah bagian dari keluarganya, itu sudah lebih dari segalanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya berfikir, ternyata, bukan hanya kekayaan yang menyebabkan orang bahagia. Bukan hanya limpahan harta yang membuat manusia tersenyum. Yang sangat berharga justru adalah kerukunan dalam keluarga, menerima apa adanya, bersyukur terhadap segala kenikmatan yang Allah berikan, adalah termasuk kebahagiaan yang sangat tinggi nilainya. Menghormati sesama hamba-Nya, dan tidak memosisikan diri yang paling wah, adalah kenikmatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Kau Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Ampunilah segala dosa dan kesalahan hamba. Bimbinglah kami ke jalan lurus-Mu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-6907983456042551568?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/6907983456042551568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=6907983456042551568' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6907983456042551568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6907983456042551568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/10/menerima-apa-adanya.html' title='Menerima Apa Adanya'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-8470653218197208121</id><published>2010-10-14T09:09:00.001-07:00</published><updated>2010-10-19T01:23:36.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CATATAN CINTA'/><title type='text'>Hidup itu Bukan Matematika</title><content type='html'>Pada hari Sabtu, 9 Oktober 2010, aku berencana pergi ke Pondok Pesantren Annuqayah. Untuk mewujudkannya, aku bersama teman-teman seangkatan waktu kuliah atau sahabat waktu tinggal di pesantren yang didirikan oleh KH Syarqawi itu, aku membangun komunikasi dan kesepakatan untuk bertemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dugaanku, nanti ketika kami sudah berkumpul, kami bisa ngobrol santai serta berbincang segala macam dan bahkan bisa mengenang semasa masih tinggal bersama, makan bersama, dan bahkan bisa tiduran dalam satu kamar yang terdiri dari 21 orang seperti  dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, rencana kepergianku ke Annuqayah yang sangat penting karena di latari undangan yang disampaikan pada tiap alumni STIKA bahwa, pada hari itu, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, akan datang ke Annuqayah. Sehingga aku, termasuk teman-teman, merasa eman jika tidak hadir ke Annuqayah. Sebab, belum tentu tahun mendatang dapat bertemu lagi dengan menteri. Termasuk juga, sulit bertemu teman-teman seperjuangan kecuali ada momentum penting seperti sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam sebelum acara dimulai, aku berangkat dari rumah yang letaknya berkisar 30 km dari Pesantren. Dalam perjalanab, HP peganganku selalu berdering. Isinya, Muhaimin sudah dilokasi, aku diminta untuk segera datang. Diminta segera itu, bukan berarti aku dibutuhkan Muhaimin, tapi teman-teman mungkin sudah kangen ma aku...hehehe (G-R)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa hendak dikata, ketika separuh perjalanan, Allah SWT berkehendak lain. Ketika sudah nyampek di sebelah timur kecamatan Ganding, hujan turun begitu lebat. Hujan turun mulai pukul 10.00 hingga baru reda berkisar pukul 14.00. Padahal, berdasarkan informasi dari teman, pukul 13.00 Muhaimin Iskandar sudah berada di Annuqayah dan sudah memulai acara. Karena hujan itu, aku  harus berdiam seorang diri hingga benar-benar reda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah.....mungkin masih belum waktunya Allah SWT akan memberikan kesempatan kepadaku. Rencana bertemu dengan Muhaimin Iskandar, gagal. Tetapi, aku masih berterima kasih kepada Allah atas segala nikmat yang telah dan akan diberikan. Aku sadar bahwa hidup ini bukan matematika, apa yang direncanakan belum tentu sesuai dengan rencana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-8470653218197208121?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/8470653218197208121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=8470653218197208121' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8470653218197208121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8470653218197208121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/10/hidup-itu-bukan-matematika.html' title='Hidup itu Bukan Matematika'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-5302828433691634474</id><published>2010-10-14T08:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T01:25:12.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Membangun Kepribadian yang Utuh</title><content type='html'>&lt;a href="http://cahayapemikiran.blogspot.com"&gt;SETIAP&lt;/a&gt; manusia dipastikan memiliki persoalan, baik masalah yang telah dilalui maupun yang akan dihadapi. Sebab, tiap insan yang dilahirkan ke dunia tidak akan pernah lepas dari permasalahan. Tentu saja, permasalannya sesui dengan tingkat dan kadar persoalannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda, mereka pastikan mempunyai masalah tentang kepemudaan, seperti persoalan pacaran, persoalan pelajaran, persoalan pendidikan bahkan persoalan uang yang tidak diberikan orang tuanya. Atau saja, mereka dihadapkan dengan masalah keluarga karena kedua orang tuanya broken home. Bagi pemuda yang sudah bekerja, mereka akan memiliki persoalan dengan pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga pendidik, guru atau pengajar, mereka juga mempunyai permasalahan dengan kantor, dengan anak didik atau siswanya. Bukan hanya masalah tentang pelajaran yang akan diberikan kepada siswa, tetapi juga persoalan rebutan tunjangan dan sertifikasi antar sesama guru. Mereka seperti buruh perusahaan atau pabrikan. Mereka akan bertengkar antar sesama buruh hingga tidak ada singkronisasi dengan atasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mungkin yang disebut dengan goncangan jiwa, gejolak batin karena tidak ada kepuasan pada masing-masing karyawan atau guru. Tidak adanya sesuaian antara apa yang diinginkan dengan kenyataan yang terjadi dilapangan. Mereka ingin menciptkan A tetapi, yang lain ingin menjadi B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilingkungan kaum petani, mereka selalu juga dihadapkan dengan masalah yang tak kunjung selesai. Masing-masing petani berhadapan dengan persaoalan sulitnya pupuk atau tidak tumbuh berkembangnya tanaman. Selain itu, mereka masih dihadapkan dengan kesulitan mencari dana untuk membeli pupuk atau barang yang bisa mengembangkan tanamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tanaman mereka usai dan siap dijual, lagi-lagi mereka masih dihadapkan persoalan harga yang dianggap murah karena tidak sesuai dengan harga yang mereka bayangkan semula. Misalnya, harga tembakau yang diperkirakan akan mahal, ternyata ketika tembakaunya dijual, murahnya minta ampun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, bagi petani, untungnya tidak lepas dari rasa syukur. Buktinya, baik harga itu murah maupun mahal, pada endingnya selalu tertawa dan tersenyum. Mungkin saja, itu adalah bagian dari bentuk syukur mereka kepada Allah yang maha kuasa sehingga meski harga murah masih sempat mereka tersenyum. ”Iya kalau memang rejeki kita secangkir, pasti tidak akan lebih,” kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang, bukan berarti mereka santai tanpa persoalan. Justru, mereka setiap hari harus mengerjitkan dahi karena fluktuatifnya harga. Karena tidak ada singkronisasi dengan apa yang mereka inginkan. Tiap hari, mereka seringkali “bertengkar” dengan sang saudagar maupun dengan pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disektor pemerintahan, para pejabat pemerintah, aparatur negera, hingga pejabat teratas dilingkungan negara, tidak lepas dengan persoalan. Baik persoalan administrasi, undang-undang hingga persoalan korupsi yang dihadapi. Mereka sebagai abdi negara, harus selalu berbuat sesuai dengan hati nurani rakyat, tetapi masih saja tidak sesuai. Disisi lain, mereka punya kepentingan yang ingin di selipkan didalamnya. Beragam persoalan mereka hadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi abdi negara yang dihadapkan dengan persoalan korupsi, bukan berarti selesai &lt;br /&gt;ketika sudah berada di meja persidangan. Mereka masih menghadapi masalah baru yakni citra yang jelek hingga pengabnya hidup dalam penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, hidup ini tidak lepas dari persoalan. Tiap saat dan berada dimanapun selalu saja dihadapkan dengan permasalahan yang silih berganti dan bertubi-tubi. Kita sulit untuk menghidar dari persoalan yang datang. Semakin kita menjauh, semakin datang masalah, dengan model dan sistem persoalan yang baru pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti Kata Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masalah tidak akan pernah berhenti, manusia dituntut untuk tidak pernah putus asa dalam menghadapi masalah yang mereka hadapi. Atau meminjam istilah dalam Islam, kita tidak diperbolehkan putus asa dalam mencari Rahmat Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masalah yang dihadapi selalu berutubi-tubi, rupanya kita diharuskan selalu mengikuti kata hati. Sebab, suara hati akan selalu mengajak kepada jalan kebaikan bukan keburukan. Bahkan, suara hati, bisa membuat kehidupan manusia sejahtera, bagia penuh dengan ketenangan. Sebab, ketenangan seseorang bukan terletak dari harta dan kekayaan. Bukan berarti harta dan kekayaan tidak penting. Tetapi, ketika ketenangan batin tidak ada, semua tidak berarti apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis pada Jumat, 27 Agustus 2010 M&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-5302828433691634474?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/5302828433691634474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=5302828433691634474' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/5302828433691634474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/5302828433691634474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/10/membangun-kepribadian-yang-utuh.html' title='Membangun Kepribadian yang Utuh'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-1132651498363647122</id><published>2010-10-14T08:43:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T01:26:19.013-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CATATAN CINTA'/><title type='text'>Muncul Rasa Was-Was</title><content type='html'>&lt;a href="http://cahayapemikiran.blogspot.com"&gt;Sejak&lt;/a&gt; kepergian kedua orang tuaku, rasa kekhawatiran selalu menghantui dalam hidupku. Ketika mempunyai persoalan, seakan tidak bisa diselesaikan dengan sendiri tanpa harus curhat atau diberi solusi oleh orang tuaku yang telah pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, aku sudah dapat dikatakan dewasa, umur sudah 27 tahun, tetapi persoalan yang aku hadapi sepertinya semakin kompleks. Mulai dari masalah pekerjaan hingga persoalan mau berkeluarga. Tetapi, semua keluarga seakan tidak ada yang bisa diajak komunikasi dengan baik-baik. Semua, mengambil menangnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencanaku, tahun ini akan menikah dengan tunanganku, orang yang sangat aku cinta dan sayangi. Namun, segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan, selalu menghimpit hidupku. Aku seakan tak mampu memecahkannya. Keluarga sepertinya menjauh ketika aku keliru. Atau bahkan, jika aku tidak salah, dianggap bermasalah dan lain sebagainya. Sehingga, punya alasan untuk menghindariku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran keluarga tidak akan bertanggung jawab dalam pernikahanku nanti, setelah aku dianggap bertengkar dengan orang tua dari almarhumah orang tuaku. Padahal, hakikatnya aku tidak bertengkar dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, pamanku, saudara dari almarhumah ibuku, tahu-tahu marah-marah kepadaku karena aku dianggap tidak melindungi atau bahkan tidak bertanggung jawab dengan kakekku. Buktinya, katanya, aku berani bertengkar dengan kakekku itu. Padahal, hakikatnya, aku tidak bertengkar sama sekali dengan beliau. Yang bertengkar justru yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, aku benar-benar khawatir pamanku itu tidak akan mau membantu segala peralatan yang dibutuhkan ketika pernikahan nanti. Entah sampai kapan kekhawatiran ini akan hilang. Sudah tiga hari ini sejak pertengkaran antara keluarga itu, rasa khawatir dan was-was selalu muncul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku hanya kepada-Mu bersyukur dari segala nikmat, kebahagiaan, rejeki yang telah Kau berikan. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berlindung, memohon ampun atas segala khilaf dan kekeliruan baik kepada sesama manusia maupun kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dan akan aku perbuat. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku memohon petunjuk jalan terbaik untuk mencapai cita-cita dan rahmat-Mu. Amin ya robbal 'alamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis di Basoka, 08 Oktober 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-1132651498363647122?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/1132651498363647122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=1132651498363647122' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1132651498363647122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1132651498363647122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/10/muncul-rasa-was-was.html' title='Muncul Rasa Was-Was'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-3789577553664519361</id><published>2010-09-29T12:43:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T12:43:28.251-07:00</updated><title type='text'>Catatan Ringan: Anak Jadi Korban Nafsu Bejat Orang Tua</title><content type='html'>&lt;a href="http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/09/anak-di-jadikan-korban-nafsu-bejat.html"&gt;Catatan Ringan: Anak Jadi Korban Nafsu Bejat Orang Tua&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-3789577553664519361?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/09/anak-di-jadikan-korban-nafsu-bejat.html' title='Catatan Ringan: Anak Jadi Korban Nafsu Bejat Orang Tua'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/3789577553664519361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=3789577553664519361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3789577553664519361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3789577553664519361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/09/catatan-ringan-anak-jadi-korban-nafsu.html' title='Catatan Ringan: Anak Jadi Korban Nafsu Bejat Orang Tua'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-3771518753425688296</id><published>2010-09-29T12:06:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T12:40:49.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Anak Jadi Korban Nafsu Bejat Orang Tua</title><content type='html'>Membaca berita tulisan Adhar Muttaqin di &lt;a href="http://beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2010-09-28/78943/Bejat!_Gagahi_Anak_Tiri_Seminggu_3_Kali"&gt;beritajatim.com &lt;/a&gt;edisi Selasa, 28 September 2010, hati saya merasa miris. Ternyata, kekerasan terhadap perempuan, selalu terjadi. Bukan hanya di tempat umum, tetapi juga terjadi dalam lingkungan keluarga. Buktinya, seorang bapak tega menyetubuhi berkali-kali anak tirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, itu bukan kasus pertama, sudah sering terjadi. Zaman apa sekarang? Namun, orang tua yang diharapkan memberikan pendidikan yang baik terhadap anaknya, ternyata mencontohkan dengan perbuatan yang justru melecehkan dan bahkan menghancurkan masa depan anak tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saudara-saudara kita rupanya tidak lagi memposisikan nilai agama sebagai urutan pertama dalam menjalani kehidupan. Meski, sudah banyak yang mengetahui bahwa perbuatan zina adalah perbuatan yang diharamkan dalam Islam, tetap saja melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah, kejahatan zina dianggap sesuatu yang sudah biasa. Berkali-kali, kita mendapatkan berita bahwa gadis hamil di luar nikah, siswa hamil di luar nikah dan bahkan seorang anak dihamili ayahnya. Jika begitu, apa bedanya manusia dengan binatang? jika sekarang sudah begitu, lalu seperti apakah zaman setelah masa sekarang….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad berkata : Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan, menganggap halal perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik." &lt;a href="http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/04/13/5047/tanda-dekatnya-kiamatzina-dianggap-halal/"&gt;(HR. Bukhari)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan, maraknya perzinaan merupakan bagian dari tanda semakin dekatnya kehancuran dunia dan dekatnya hari kiamat? Semoga Allah SWT akan selalu melindungi kita dari perbuatan  yang dilarang-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-3771518753425688296?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/3771518753425688296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=3771518753425688296' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3771518753425688296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3771518753425688296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/09/anak-di-jadikan-korban-nafsu-bejat.html' title='Anak Jadi Korban Nafsu Bejat Orang Tua'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-82837357235689411</id><published>2010-07-12T05:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-12T05:59:49.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Harga Pendidikan (Masih) Mahal</title><content type='html'>BUSRI THAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan orang tua siswa di Madura mengeluhkan mahalnya ”harga” Pendidikian. Sebab, meski muncul istilah bahwa tidak boleh ada siswa dikeluarkan gara-gara tidak memiliki biaya, namun tetap tidak menyurutkan harga pendidikan yang harganya kadung melambung tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah lembaga pendidikan rupanya berlomba-lomba untuk menaikkan harga pendidikan. Dalih lembaga pendidikan (sekolah), untuk biaya pembangunan, membeli seragam serta keuangan lainnya. Bahkan, ada sebagian lembaga yang dengan sengaja menyediakan formulir khusus berisi tentang kesiapan orang tua siswa untuk membayar uang pembangunan. Dalam formulir tersebut, orang tua siswa ditawarkan akan berani membayar berapa untuk uang pembangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih Ironis, pengisian formulir dilakukan sebelum siswa benar-benar masuk sekolah. Selain itu, orang tua siswa masih disodorkan dengan uang seragam siswa. Besar kecilnya bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Sekolah memang beralasan hanya penawaran bukan paksaan. Tetapi, jika sekolah menyediakan, tidak mungkin orang tua siswa tidak akan membeli. Sebab, jika membeli diluar sekolah, khawatir tidak sama model dan bentuknya. Sehingga, wali murid dengan terpaksa harus membayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh, di Madura, ada salah satu orang tua siswa. Dia terpaksa harus harus merongoh gocek hingga Rp 840 ribu untuk biaya daftar ulang dan uang pembangunan. Itu belum termasuk uang seragam yang dipatok untuk siswa baru. Bahkan, untuk biaya seragam, ada orang tua siswa harus mengeluarkan uang hingga Rp 1 juta. &lt;br /&gt;Pertanyaannya, benarkan pendidikan gratis? Rupanya pertanyaan tersebut sesuatu yang tidak mungkin. Sebab, nyaris tidak ada sekolah yang gratis atau tidak memungut dana apapun dari siswa, terutama terhadap siswa baru. Bahkan, dipastikan setiap lembaga meminta uang terhadap anak didiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang tua siswa yang ekonominya menengah ke atas, artinya kaya dan memiliki penghasilan tetap, tidak terlalu menjadi persoalan. Lalu, bagaimana dengan siswa miskin? Masih berhakkan mereka duduk dibangku sekolah favorit? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spertinya, kenyataan itu sudah tidak berlaku lagi. Siswa yang tidak mampu, lebih banyak harus sekolah ke lembaga yang tidak favorit, atau jauh dari tempat tinggal mereka. Bahkan, mereka yang tidak mampu, harus berskolah dilembaga pendidikan, untuk tidak mengatakan siswa tidak sekolah atau menjadi pengangguran.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, anggaran 20 persen pendidikan dalam APBD dan APBN sudah dijamin secara legal dalam konstitusi kita. Namun, persoalannya, implementasi dari ketentuan normatif tersebut masih belum maksimal. Buktinya, harga pendidikan di Indonesia masih sangat tinggi. Itu disebabkan banyaknya pungutan-pungutan yang mencari kesempatan ditengah-tengah kebingunan orang tua siswa untuk memasukkan anaknya ke sekolah. Kapankan pungut memungut itu akan berakhir? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu A’lam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-82837357235689411?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/82837357235689411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=82837357235689411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/82837357235689411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/82837357235689411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/07/harga-pendidikan-masih-mahal.html' title='Harga Pendidikan (Masih) Mahal'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-6337650609773900938</id><published>2010-07-10T06:59:00.000-07:00</published><updated>2010-07-10T22:48:37.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucu'/><title type='text'>Bahasa Madura Rasa Indonesia</title><content type='html'>Di salah satu desa di Madura, ada pasangan suami istri yang sangat miskin. Sehingga, istrinya menyarankan suaminya pergi ke luar untuk mencari nafkah. Singkat cerita, sebelum suaminya berangkat, istrinya berpesan pada suaminya agar mengirimkan surat ketika sudah sampai di negeri yang di tuju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar dia tidak sekolah waktu kecil, hingga tidak terlalu banyak tahu bahasa Indonesia. Namun, dia tetap memiliki keberanian menggunakan bahasa Indonesia itu. Dengan keberanian itu, lantas dia mengirimkan surat menggunakan bahasa Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi suratnya kira-kira begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Se&lt;/span&gt;terhormat Istriku &lt;br /&gt;di-Madura&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adik, aku sekarang sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dapat&lt;/span&gt; ke Malaysia, Tapi aku masih belum &lt;span style="font-style:italic;"&gt;berlaku&lt;/span&gt;. Soal belenja-mu ngotang dulu ke tetangga, nanti aku yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;menyerah&lt;/span&gt;. Oya, tolong anak yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mudah-mudahan &lt;/span&gt;itu dijagain. Soalnya, yang mudah-mudahan itu paling &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mellar&lt;/span&gt;. Kalau ke sekolah, dijagain dan diantrin ya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Lakimu di Malaysia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-6337650609773900938?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/6337650609773900938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=6337650609773900938' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6337650609773900938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6337650609773900938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/07/bahasa-madura-rasa-indonesia.html' title='Bahasa Madura Rasa Indonesia'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-1296592678083302972</id><published>2010-06-24T07:00:00.000-07:00</published><updated>2010-07-10T06:36:38.664-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CATATAN CINTA'/><title type='text'>Dermaga Menjadi Saksi Bisu</title><content type='html'>Dermaga, lokasinya tepat berada di Desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Madura. Tempat itu, indah dan menyenangkan. Tetapi, sebelum memasuki dermaga, para pengunjung disuguhi arus lalulintas (jalur propinsi Madura-Surabaya) yang terkadang membisingkan telinga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi hari, banyak warga sekitar dan orang luar daerah datang untuk menikmati terbitnya matahari dari dermaga. Mereka duduk ditepi dermaga. Mereka santai sambil menikmati gelombak ombak yang tenang. Bahkan, banyak warga yang sangaja mandi membasahkan badan mereka. Sebab, meski dikenal dengan air laut yang asin, di dermaga itu ketika pagi hari menjadi air tawar. Itu mungkin termasuk kelebihan dermaga yang tidak ada pada lokasi lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula saat matahari menjelang terbenam. Para muda-mudi banyak yang datang menikmati indahnya pemandangan di dermaga. Sebagian dari mereka ada yang bergandengan tangan. Tapi tak sedikit juga yang hanya berangkat sendirian. Intinya, mereka benar-benar menikmati lokasi tersebut. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para pecinta mancing, terkadang datang dari jauh-jauh hanya ingin mendapatkan ikan dari dermaga itu. Sebenarnya, yang paling penting bagi mereka (pemancing), bukan hanya sekedar ikan. Tetapi, dapat menikmati indahnya dermaga dengan memancing. Ada nilai seni yang terkandung didalamnya. Tak heran, setiap hari dilokasi tersebut cukp ramai. Bahkan, terkadang hingga pukul 23:00, masih saja banyak orang yang berjejer di dermaga itu. Ada yang hanya duduk santai, sebagian yang lain terlihat enjoy dengan kailnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada jam 17: 30 hari Jumat tanggal 18 Juni 2010, rupanya dermaga itu tidak menjadi indah lagi. Bukan karena lokasi itu hancur atau karena ambruk diterjang badai. Bukan pula karena sepi pengunjung. Namun, karena terjadi badai batin yang terjadi pada salah satu pasangan hamba Tuhan yang sedang berkunjung di lokasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, sepasang kekasih datang ke dermaga. Mungkin orang-orang yang ada di dermaga mengira bahwa, dua pasangan serasi itu akan memadu kasih dan melepas rindu. Sebab, saat datang pertama kali, dia tersenyum seakan mesra. Tetapi, di mata si perempuan itu terlihat noda pahit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua membawa kendaraan masing-masing. Si laki-laki datang duluan. Selang 30 menit kemudian, disusul si cewek. Setelah memarkir spedanya, keduanya duduk. Mereka berbincang-bincang santai meski menyimpan beban yang begitu berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu memulai perbincangan. Dia menceritakan jika baru datang mengantarkan teman akrabnya kerumahnya yang tidak jauh dari lokasi itu. Ia lalu memulai, jika keduanya masih baru berhubungan alias pacaran. ”Kita baru satu minggu menjalin hubungan, tetapi mengapa kau telah berani mengatur-mengatur hidupku,” seru si perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut si wanita itu, perubahan pada diri seseorang tidak dapat dilakukan semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses dan perjuangan yang cukup panjang. Dia mengaku, dengan memakai krudung saja sudah beruntung. Entah sampai kapan kerudung itu akan dilepas atau bosen. Mungkinkah setelah cinta tiada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan itu, si laki-laki hanya terdiam dan kaget. Dia berusaha tetap tenang dan tegar menghadapi kenyataan. Dia terus berusaha menghiburnya dan menghibur diri. Namun, dengan ketus dan kejamnya, si perempuan berpura-pura ada temannya yang menelpon. Sehingga, dengan cepat kilat dan bermuka sinis, ia menaiki spedanya dengan alasan terburu-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu rupanya tak mampu berkata-kata apa-apa. Dia hanya berkata ”Mengapa kau berubah begitu derastis,”. Tetapi, perkataan itu tidak dihiraukannya. Dengan cepat, si perempuan itu menaiki roda duanya. Sebelum menancapkan gas, dia masih sempat berkata : ”aku mencintai dan menyayangimu. Jika bisa, mulai sekarang hapus nomor handphone (HP)-ku,” katanya sambil berlalu tanpa rasa peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan itu, pria itu menangis se jadi-jadinya. Dia berteriak dengan lantang seakan meluapkan sakit hati itu pada lautan luas. Tetapi lautan itu hanya terdiam dan tak menghiraukan. Pria itu seakan tak punya tempat mengadu. Lalu, pria  itu berkata : ternyata benar dugaanku selama ini, bahwa kau adalah perempuan yang mudah ”membunuh” dan ”mencincang” laki-laki, bahkan dengan sangat gampang kau ”memutilasi” kaum adam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang terjadi, laki-laki itu, seakan mau melompat ke tengah lautan luas untuk melepaskan sakit hatinya. Dia melirik kanan-kanan kiri seakan mau mengadu nasib. Tetapi, semua tiada. Namun beruntung, dia teringat dengan pesan ketika dia tinggal di pesantren tiga tahun lalu bahwa bunuh diri haram hukumnya. Lalu, pria itu mengurungkan niat buruknya untuk melompat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menangis, pria itu lalu pergi dengan lesu. Mukanya begitu jelas terlihat lelah tak berdaya. Matanya memerah, pertanda menangis. Laki-laki itu bukan cengeng, tetapi benar-benar jatuh tertimpa tangga. Hanya Allah yang mengetahui apa yang benar-benar terjadi. ”Janganlah kau berputus asa terhadap rahmat Allah,”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum meninggalkan dermaga itu, dia berkata : ternyata di balik senyum manis perempuan itu tersimpan sifat kejam dan pendendam. Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-1296592678083302972?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/1296592678083302972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=1296592678083302972' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1296592678083302972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1296592678083302972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/06/dermaga-menjadi-saksi-bisu.html' title='Dermaga Menjadi Saksi Bisu'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-3228796756484137785</id><published>2010-02-22T06:58:00.000-08:00</published><updated>2010-07-12T06:13:30.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Pesan dari Desa : Bekerja Keras</title><content type='html'>Bekerja keraslah agar kesuksesan bisa tercapai. Bersungguh-sungguhlah dalam berusaha agar apa yang kita inginkan segera terpenuhi. Itulah salah satu pesan almarhum Bapak Thaha, orang tua saya, kepada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saya pulang ke Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep, pulau Madura ujung timur. Ditempat saya dilahirkan itu, saya melihat sejumlah warga yang memiliki semangat tinggi. Mereka bekerja keras untuk meraih apa yang mereka inginkan. Untuk menafkahi anak dan istri, mereka tak kenal lelah bertani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak petani, yakni almarhum bapak Thaha dan almarhumah Maryam, saya sedikit banyak tahu kehidupan  petani. Bahkan, saya sebelum menjadi kuli tinta, terlebih dahulu sebagai petani, seperti menyiram tembakau, menanam bawang termasuk padi dan lain-lain. Saat kembali ke desa itu, saya ingat betul apa yang telah disampaikan orang tua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, H.Sobry, rupanya sudah bersiap-siap berangkat kerja. Cangkul, keranjang rumput sudah tersedia dan siap dibawa ke ladang. Dia tak melupakan, sebotol kopi lengkap dengan rokok plastik, rokok yang di "produksi" sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak tiga anak itu, berencana membersihkan rumput yang tumbuh disekitar tanaman cabenya yang luas, sekitar satu hektar. Dia berangkat ketika jarum jam sudah mengarah pada pukul 08:00 lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, dia berangkat kerja tergolong kesiangan. Karena kebiasaan masyarakat di desa pukul  12:00 pulang ke rumah untuk istirahat sehingga berangkat jam tersebut terlambat. Namun, dia berangkat kerja memang sengaja agak siang karena H.Sobry shalat dhuha lebih dahulu. "Sesibuk apapun, lakukanlah shalat dhuha walau hanya dua rakaat," katanya suatu ketika pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Abdullah, tetangga sebelahnya berangkat kerja sehabis shalat subuh. Ketika jam 08:00, Abdullah sudah tidak ada dirumah, dia telah di ladang meladeni jagungnya yang membesar. Dalam mengatur waktu, dia berbeda dengan H. Sobry. Alasannya, Shalat dhuha dapat dilakukan kapan saja yang penting sebelum beduk dhuhur di tabuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua petani yang tinggal di Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep itu, merupakan potret petani yang memiliki semangat kerja tinggi untuk  mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun, mereka tetap tidak melupkan untuk menghadap pada hadirat ilahi. "Meski kita bekerja keras, tetap tidak boleh lupa untuk beribadah kepada Allah. Sebab, hanya Allah yang Maha mengatur dan Maha pemberi rejeki. Sedangkan kita, hanya berusaha," kata Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, mereka tidak pernah memilih dan memilah pekerjaan. Alasannya, tiap pekerjaan memiliki tingkatkan kesibukan masing-masing. Bagi mereka, bekerja apapun tidak ada persoalan, yang penting dapat mencintai dan menikmati pekerjaan itu. "Nikmatilah setiap pekerjaan itu sebagai sarana menuju ilahi. Apalah artinya pekerjaan yang mewah tetapi kita tidak pernah menikmati?," ujar H.Shobri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat semangat kerja mereka itu, mungkinkah semangat itu karena mereka ingat dengan pesan Nabi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda: "barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari,maka pada malam itu ia diampuni Allah (HR. Ahmad dan Ibnu Asakir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang lain, sang proklamator Agama itu menyampaikan bahwa barang siapa yg bekerja keras untuk nencari nafkah keluarganx,maka ia adalah mu'jahid fi sabilillah (HR.Imam Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk golongan orang-orang beriman yang tidak pernah putus asa dan selalu bekerja keras. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-3228796756484137785?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/3228796756484137785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=3228796756484137785' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3228796756484137785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3228796756484137785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/02/pesan-dari-desa-bekerja-keras.html' title='Pesan dari Desa : Bekerja Keras'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-3741074573035047833</id><published>2010-02-17T16:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T16:23:14.671-08:00</updated><title type='text'>Jaga Sehat Sebelum Sakit</title><content type='html'>Penyakit datang tidak ada yang mengundang. Ia secara tiba-tiba menyerang manusia hingga membuat hamba Tuhan lemas dan tak berdaya. Siapa yang bisa menghalangi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian semacam itu, saya alami sendiri. Ceritanya, tepat pada hari Minggu 14 Pebruari 2010, saya ditugaskan kantor mengisi diklat Jurnalistik di Kampus STAI AL-Khairat. Lokasinya, di Desa Ponjanan Kecamatan Waru (wilayah pantai utara) Pamekasan, Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, kondisi kesehatan saya memang sudah tidak enak. Badan terasa panas, flu disertai batuk. Tetapi, karena tuntutan kantor, apapun alasannya, saya tetap berangkat memenuhi kewajiban itu. Meski resikonya, saya harus "tumbang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan peserta mengikuti pelatihan, mulai dari mahasiswi semester awal hingga mahasiswa semester akhir, semua mengikuti pelatihan dengan antusias. Saya pun ikut semangat mengisi acara karena termutivasi semangat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semampu saya, materi-materi tentang dasar-dasar jurnalistik seperti teknik menggali berita, menulis berita, bentuk-bentuk berita, hingga teknik mengelabuhi narasumber, saya sampaikan keseluruhan. (Wah, sok gaya, jadi penyaji, padahal yang menyampaikan tidak tahu apa-apa, apalagi mengaku profesional....!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mengisi acara itu, saya pulang bersama seorang teman. Namun, entah apa yang terjadi, kepala pusing, seakan mau pecah. Batuk terus menerus. Astaghfirullah, saya sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dikantor sepulang dari acara itu, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Badan lemas, kesehatan rapuh. Hanya membungkus badan dengan sarung agar terhindar dari serangan angin. "Ternyata, orang sakit memang tidak enak ya,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat penyakit itu, saya terpaksa harus diopname. Sebab, fisik sudah tidak bisa bergerak lagi. Tiga hari menjalani rawat inap. Ketika itulah, saya sadar bahwa  betapa pentingnya kesehatan itu. Kesehatan adalah segalanya. Nikmat sehat dirasakan saat kita sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sehat bisa beraktivitas dan beribadah menghadap Allah dengan normal. Orang yang sehat, bisa berbisnis sebagai syarat ibadah kepada Allah. Dan hanya orang sehat yang bisa berbuat semaunya. Namun, sebaliknya. Orang yang sakit harus meminta bantuan kepada yang sehat. Ia harus mendapatkan pertolongan dari yang sehat untuk meraih apa yang diinginkan karena tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saya teringat pula pesan Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Tirmidzi dari Amru bin Maimun r.a, "Gunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara : Masa mudamu sebelum tua. Masa sehatmu sebelum sakit. Masa lapangmu sebelum sibuk. Masa kayamu sebelum miskin dan masa hidupmu sebelum mati". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu menjaga kesehatan dan tetap dalam lindungan Allah. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-3741074573035047833?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/3741074573035047833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=3741074573035047833' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3741074573035047833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3741074573035047833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/02/jaga-sehat-sebelum-sakit.html' title='Jaga Sehat Sebelum Sakit'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-8785150110203567278</id><published>2010-02-13T08:01:00.000-08:00</published><updated>2010-07-10T06:38:12.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Amanah Bukan Sekedar Kata</title><content type='html'>Kisah Empat Jam Bersama &lt;a href="http://berita-annuqayah.blogspot.com/"&gt;KH. A Warist Ilyas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika libur kantor, saya menyempatkan diri berkunjung ke &lt;a href="http://berita-annuqayah.blogspot.com/"&gt;Pondok Pesantren Annuqayah&lt;/a&gt; Guluk Sumenep Madura, tempat saya menimba ilmu dulu (1996-2007). Saat tiba di Annuqayah, puluhan teman-teman santri lama menghampiri saya. Mereka membicarakan mulai sejarah ketika saya ada di pesantren hingga berbagai persoalan yang sedang ramai dibicarakan para santri. Dari hal yang paling  lucu, hingga yang paling ngeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya juga keliling di PP. Annuqayah. Mengingat-ngingat tempat yang pernah saya singgahi. Ternyata, sudut Masjid Jamik Annuqayah, salah satu tempat saya berdiskusi bersama teman-teman dulu, hingga saat ini masih tetap dilestarikan oleh beberapa santri dengan berdiskusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara (Majalah milik pesantren), juga masih eksis terbit. Bahkan, kantornya, sudah semakin megah dibandingkan dengan masa saya dulu. Didalamnya, sudah tersedia satu unit komputer, termasuk juga lemari tempat penyimpanan buku. ”Jika anda tidak kreatif dengan fasilitas yang semakin lengkap, anda akan rugi,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, saya juga manfaatkan untuk sowan pada pengasuh pesantren Annuqayah Lubangsa KH. A. Warist Ilyas. Dengan beliau,  saya membicarakan mulai tentang media lokal hingga nasional. Ternyata, mantan anggota MPR RI itu memiliki relasi yang sangat kuat dan pengetahuan mendalam tentang media massa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beliau juga sempat menyarankan saya sebagai santrinya, agar tetap konsisten dalam menulis dan menulis. Kuncinya, adalah semangat dan kesabaran tidak boleh pudar.  Sebab, keberhasilan akan tercapai jika santri memiliki semangat yang tinggi dan tidak mudah putus asa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan mulai hangat, saya juga sempat menyinggung apakah dia bersedia maju pada Sumenep satu, beliau membalas dengan senyuman. Lalu, mantan anggota DPRD Sumenep itu mengatakan, kesehatan fisiknya sudah tidak memungkinkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, menjabat sebagai Bupati bukan jabatan yang main-main dan bukan pula hanya untuk mengusai materi dan yang lain. Tetapi, jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik dan bijaksana. Sebab, menurut putra KH. Ilyas itu, setiap amanah akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT di akhirat kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar empat jam saya berbincang dengan beliau. Usai perbincangan itu, saya mengingat-ngingat apa yang telah disampaikan oleh orang tua K. Sholehuddin. Perbincangan cukup hangat dan menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saya teringat dengan perkataan guru hadist di Annuqayah dulu. Sang guru berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin selama ini hanya memahami bahwa amanah adalah kata yang selalu berkaitan dengan kekuasaan dan materi. Padahal, sesungguhnya amanah bukan hanya dengan urusan tersebut, tetapi juga tanggung jawab kepada manusia dan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad dalam surat An-Nisa: 58 dikatakan : “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” Lalu, siapakah yang benar-benar menjelakan amanah itu? Wallahu A’lam. (*)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-8785150110203567278?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/8785150110203567278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=8785150110203567278' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8785150110203567278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8785150110203567278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/02/amanah-bukan-sekedar-kata.html' title='Amanah Bukan Sekedar Kata'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-7722944112097915187</id><published>2010-02-06T07:30:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T07:34:59.227-08:00</updated><title type='text'>Jangan Salahkan Orang Lain</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BUSRI THAHA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat pasti kita akan selalu melihat kesalahan orang lain. Setiap waktu pula kita akan mengetahui kekurangan yang dimiliki orang lain. Namun, tanpa kita sadari, dalam diri kita juga tersimpan kesalahan yang mungkin lebih bisar dari apa yang telah kita lihat milik orang lain itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita berada disuatu tempat, kita melihat banyak sampah bertebaran di tengah jalan. Pada waktu itu juga, kita mungkin berpikir bahwa petugas kebersihan telah lalai melaksanakan tugasnya. Ketika sampai dirumah, lagi-lagi kita melihat sampah yang tidak pada tempatnya. Kala itu juga, kita mungkin berpikir bahwa penghuni rumah kita tidak memperhatikan kebersihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya punya seorang teman, sebut saja namanya Abdullah, dia bersama dengan temannya pergi ke tempat wisata  di suatu kota, dia ingin berlibur ditempat wisata yang diduga tempat yang paling indah, mungkin dianggap paling indah di dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum berangkat, dalam pikirannya sudah terbayang bahwa tempat yang akan dia singgahi adalah lokasi yang indah dan menyenangkan. Lalu, berangkatlah dia bersama temannya itu. Dalam perjalanan, bayangan akan keindahan tempat itu, sudah tidak bisa lagi dibendung. Apalagi, dia pernah mendapatkan informasi bahwa, tempat yang dituju memang sudah biasa menjadi buruan para pelancong.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari itu, dia selalu membayangkan keindahan dan lain semacamnya. Dalam benak dia, berbagai sisi tempat itu dihiasi dengan bunga-bunga sehingga terlihat menyenangkan. Pokoknya, tempat itu menyenangkan dan menakjubkanlah. Dia juga membayangkan, petugas yang bekerja benar-benar aktif sehingga menjadikan tempat itu diburu para pelancong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pikirannya, jika ada sampah seperti plastik atau bungkusan makanan berserakan, para petugas dianggap langsung mengambilnya. Para petugas dianggap sigap mengambil sesuatu yang dipandang tidak mengenakkan. Semua bayangan itu, telah tertanam dalam pikiran Abdullah. ”Pokoknya, tempat itu nyaris tanpa cela”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang dituju itu merupakan pantai wisata. Sehingga, kalaupun ada sampah dipinggir pantai, dia menduga akan mudah tergerus arus ombak kecil yang sampai hingga bibir pantai itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, Abdullah sudah sampai ke tempat yang dia tuju. Namun, alangkah kagetnya semua bayangan buyar. Tempat yang dia bayangkan bersih, ternyata penuh dengan sampah berserakan dimana-mana. Tempat yang dituju tak lagi indah. Tebing yang dibayangkan indah, ternyata juga hancur. Tankis laut juga tak terawat dan retak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketika itu terjadi, apakah kita akan berpikir bahwa orang yang memberikan informasi bahwa tempat itu indah adalah pembohong? Atau kita akan menduga bahwa petugas dilapangan atau petugas wisata tidak mampu membedakan antara sampah dan yang bukan, sehingga membiarkan sampah berserakan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau itu yang ada dalam pikiran kita, betapa naifnya pikiran kita. Sebab, lita tidak boleh berprasangka buruk kepada orang lain dengan alasan karena yang kita lihat berbeda dengan yang ada dalam pikiran kita. Sebab, kita tidak tahu penyebab utama mengapa tempat itu menjadi kotor dan tidak terawat. Mungkin, tempat itu memang sebelumnya indah. Tetapi, kita tidak tahu perubahan yang terus-menerus pasti akan terjadi. Yang indah bisa menjadi kotor. Yang hidup menjadi mati dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, sebelum kita berangkat ke suatu tempat tujuan, tidak boleh berpikiran dan memiliki bayangan yang macam-macam. Jika pada akhirnya hanya akan mengumpat dan menyalahkan orang lain. Memang, tidak ada larangan menduga yang baik-baik, dengan catatan pada akhirnya akan menghapus dugaan itu dan berubah menjelek-jelekkan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah yang berserakan misalnya, bukan berarti petugas kebersihan lalai dalam menjalankan tugasnya. Siapa tahu, petugas kebersihan baru saja selesai menyapu, tetapi karena ada kita yang beru datang lalu membuang sampah tidak pada tempatnya, sehingga lokasi itu menjadi tidak enak dipandang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, perlu diingat bahwa setiap manusia memiliki kelemahan dan kelebihan. Kita sebagai manusia tidak akan pernah lepas dari dua hukum alam itu. Cuma, sampai kapan kita akan menyadari itu? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-7722944112097915187?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/7722944112097915187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=7722944112097915187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7722944112097915187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7722944112097915187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/02/jangan-salahkan-orang-lain.html' title='Jangan Salahkan Orang Lain'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-5804024653809001853</id><published>2010-01-03T07:28:00.000-08:00</published><updated>2010-07-10T06:40:17.745-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Refleksi Penghujung 2009</title><content type='html'>Memulai Lembaran Baru yang Lebih Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : BUSRI THAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DESEMBER merupakan bulan bersejarah yang penuh makna. Sebab, penghujung tahun 2009 yang sudah berlalu itu, terdapat banyak momentum yang dapat digali hikmahnya. Diantaranya perayaan hari Natal bagi umat Kristiani, pergantian tahun baru hijriyah (1 Muharram 1431) bagi umat muslim, dan peringatan hari Ibu bagi seluruh umat manusia. Dan pergantian tahun masehi, 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum pertama adalah hari Natal. Bagi umat kristiani, Natal merupakan hari raya yang harus dilaksanakan tepat pada tanggal 25 Desember lalu, kelahiran Yesus Kristus. Meski sebagian besar para pakar sepakat bahwa Yesus tidak lahir pada hari itu, tetapi tetap dirayakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang sangat penting, bukan terjebak pada perdebatan kebenaran kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember atau tidak. Tetapi, berupaya mewujudkan makna Natal dalam kehidupan sehari-hari. Manusia yang dilahirkan dalam keadaan suci, sehingga keberadaannya diharapkan mampu mengimplementasikan kesucian itu dalam kehidupan nyata seperti kelahiran Nabi Isa. Umat Kristiani diharapkan akan mampu memberikan kedamaian dan kesejahteraan terhadap umat manusia, baik dalam satu rumpun agama atau lain keyakinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewujudkan kedamaian antara sesama manusia merupakan nilai yang dianjurkan dalam setiap agama. Di mata agama, orang yang menyebarkan kedamaian akan mendapatkan tempat sangat mulia dihadapan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum kedua di bulan Desember, adalah tahun baru hijriyah. Bagi umat muslim, bulan Muharram sejak ditetapkan khalifah Umar bin Khattab menjadi awal tahun baru dalam kelender Islam, selalu diperingatinya. Sebab, bulan Hijriyah dapat dijadikan sebagai bulan intospeksi diri, baik dalam ibadah dan mengukur keimanan dan ketaqwaan umat muslim kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Hijriyah tidak semata-mata lahir tanpa makna. Dalam arti yang lebih luas, umat Islam harus hijrah dari nilai perbuatan atau budaya buruk menuju nilai perbuatan dan budaya Islami. Nilai yang sesuai dengan ajaran Islam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola kehidupan yang menyimpang dari garis ketentuan agama, harus segera hijrah dari prilaku pelanggaran terhadap agama menuju pada jalur yang baik yang sudah ditentukan dalam aqidah Islam. Hijrah pada perbuatan yang lebih baik, juga mengimplementasikan makna pergantian tahun Masehi 2010 mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentem selanjutnya adalah Hari Ibu. Hari itu, penting untuk terus diperingati. Tujuannya, untuk meneladani perjuangan kaum Ibu dalam melawan kaum penjajah memperebutkan kemerdekaan. Meniru semangat para Ibu dalam melawan klonialisme. Mengenang keterlibatan Ibu-Ibu dalam pembangunan Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam sejarah, kaum Ibu telah berjuang mati-matian. Salah satunya adalah agar perdagangan anak-anak (child trafficking), pelecehan seksual terhadap perempuan, upaya keras agar gizi dan kesehatan Ibu terjamin. Semua itu, bukti sejarah perjuangan kaum Ibu yang patut diteladani dan dihargai. Bahkan, kemerdekaan dan pembangunan Negari berkepulaaun ini, tidak lepas dari hasil pengorbanan kaum Ibu, bukan hanya dari kaum Adam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan tokoh-tokoh pejuang perempuan seperti R.A. Kartini, Cut Nya Dien, M. Christina Tiahahu, Dewi Sartika, Cut Mutiah, Walanda Maramis dan pejuang-pejuang lain pada abad 19, adalah bukti bahwa kaum Ibu sangat berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut merupakan barometer sejarah perjuangan kaum Ibu Indonesia. Sehingga, sepantasnya peringatan Hari Ibu tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan rutinitas nasional setiap tahun. Tetapi, yang paling penting membangkitkan kembali semangat kaum Ibu. Persatuan dan kesatuan bangsa tetap membutuhkan pemikiran kreatif dan gerakan kaum perempuan seperti sebelum kemerdekaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri kaum Ibu, tersimpan beribu potensi yang seringkali melebihi kapasitas yang dimiliki kaum lelaki. Kehadiran tokoh-tokoh perempuan dalam pentas perjuangan kemerdekaan Indonesia itu, bukti sejarah bahwa kapasitas mereka (perempuan) tidak dapat disepelekan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan berbagai momentum yang penuh dengan makna itu, sepantasnya pada bulan yang sudah berlalu itu, Desember, dijadikan sebagai bulan introspeksi diri. Mulai dari tingkah laku, perbuatan, ucapan hingga prilaku. Tanpa terkecuali, baik petani, perangkat desa, pegawai kecamatan, pejabat Kabupaten, bahkan Propinsi hingga pusat, harus selalu mawas diri. Tidak ada salahnya berkaca pada kesalahan untuk menuju pada tindakan yang lebih baik. Harapannya, memulai tahun baru 2010 ini sudah dengan langkah yang pasti menuju arah yang lebih baik. Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-5804024653809001853?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/5804024653809001853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=5804024653809001853' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/5804024653809001853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/5804024653809001853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2010/01/refleksi-penghujung-tahun-2009.html' title='Refleksi Penghujung 2009'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-887304835811986326</id><published>2009-12-21T04:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T06:47:21.099-08:00</updated><title type='text'>Wartawan; Jangan Menjadi Pelacur</title><content type='html'>Catatan Busri Thaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PELACUR,&lt;/span&gt; dikatakan sebagai penjual jasa seksual, seperti oral seks atau hubungan seks. Tujuannya, demi mendapatkan uang. Kini, pekerja itu sering disebut dengan istilah pekerja seks komersial (PSK). Lebih luas lagi, wartawan yang menjual idealisme demi kepentingan diri, disebut juga melacurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melacurkan diri tak jauh beda menjual idealisme. Menggadaikan harga diri demi sesuap nasi. Alangkah naifnya jika itu terjadi pada wartawan. Seorang kuli tinta yang dihormati. Tetapi, apapun alasannya, itu banyak terjadi pada wartawan. Dialami para kuli tinta yang menjual harga dirinya. Misalnya, mereka menakut-nakuti orang lain dengan kartu pers. Mengancam dan lain sebagainya. Ancaman berakhir jika diberi uang, baru dia tidak akan mecam-macam lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuli tinta yang tak punya harga diri, akan minta transport kepada sumber berita. Meminta ini dan itu. Alasannya, demi memuluskan atau menghaluskan berita. Dia sok idealis. Padahal, saat itu juga, harga dirinya sudah terjual. Dia akan dinilai; cukup dengan amplop, wartawan si A sudah beres. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu terus terjadi, pers sebagai media control tak berlaku. Sebab, media akan benar-benar menjadi pengontrol bila wartawan bersih, suci dan tidak mudah menggadaikan idealismenya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikatnya, wartawan tak perlu menjual harga diri. Sebab, wartawan memiliki banyak peluang yang bisa ditempuh tanpa harus menggadaikan harga diri. Banyak jalan yang bisa dilalui tanpa menakut-nakuti orang lain.  Jalan menuju kebaikan. Jalan menggapai yang diinginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan, tidak perlu khawatir di dideskreditkan karena miskin. Sebab, wartawan memililki banyak kemampuan. Dengan potensi itu, banyak celah untuk menambah penghasilan tanpa melacurkan idealisme. Pepatah bilang : di mana ada kemauan, di situ ada jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia wartawan luas. Seorang guru hanya mengetahui seputar dunia pendidikan saja. Mengajar dan pulang. Pedagang hanya tahu perpuran uang di toko, lalu buka dan tutu toko. Itulah ilmu mereka. Tapi, kuli tinta banyak mengetahui berbagai informasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sebagai wartawan memiliki keuntungan cukup banyak. Salah satunya, kuli tinta dapat bertemu dengan banyak orang. Mulai dari tukang becak, petani, pedagang, kepala desa, kepala dinas, camat, bupati, gubenur, dan bahkan presiden sekalipun, wartawan tinggal menunjukkan identitas dan mengajukan kepentingan, pasti dengan mudah ditemui. Bahkan, tidur satu kamar dengan presiden, pun bisa dilakukan wartawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu bisa dimanfaatkan dengan baik. Profesi wartawan tidak dimiliki semua orang. Wartawan bisa masuk ke mana saja. Tidak seperi profesi lain. Maka, jangan lacurkan idealisme. Gunakan kesempatan itu untuk terus membangun relasi dengan orang lain. Sebab, suatu saat kita akan membutuhkannya tanpa harus menggadaikan idealisme. Jangan lacurkan idealisme. Banyak pembaca yang menanti nilai perjuangan kita untuk perubahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-887304835811986326?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/887304835811986326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=887304835811986326' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/887304835811986326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/887304835811986326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/12/wartawan-jangan-menjadi-pelacur.html' title='Wartawan; Jangan Menjadi Pelacur'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-7154104806301385688</id><published>2009-06-29T06:11:00.001-07:00</published><updated>2009-06-29T06:12:27.025-07:00</updated><title type='text'>Jembatan Suramadu</title><content type='html'>Setelah lama tak menyapa pembaca blog, karena kesibukan yang tidak tentu setiap hari, maka kali ini saya akan menyapa lagi. Meski hanya sekedar catatan secuil.&lt;br /&gt;Tanggal 10 Juni 2009 merupakan hari bersejarah utamanya bagi masyarakat Madura. Sebab, hari itu jembatan yang menghubungkan Surabaya-Madura terhubung dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. &lt;br /&gt;Selesainya jembatang terpanjang di Indonesia itu, bukan hanya sebatas benda mati yang tersambung, tetapi di dalamnya tersimpan sejuta harapan bagi masyarkat Madura. &lt;br /&gt;Untuk melihat kondisi masyarakat Madura, apakah semakin terisolir atau semakin maju, haruskan menunggu lima tahun lagi? Atau sekarang sudah ada dampak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-7154104806301385688?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/7154104806301385688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=7154104806301385688' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7154104806301385688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7154104806301385688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/06/jembatan-suramadu_29.html' title='&lt;strong&gt;Jembatan Suramadu&lt;/strong&gt;'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-1415258206550023009</id><published>2009-05-20T09:00:00.000-07:00</published><updated>2010-07-10T06:41:12.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Merebut Madura Pasca Suramadu</title><content type='html'>Oleh : Busri Thaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan Suramadu dengan panjang 5.438 telah tersambung, sehingga secara otomatis pulau Jawa dan Madura menjadi satu. Tersambungnya jembatan terpanjang di Indonesia itu merupakan suatau babakan baru bagi masyarakat Madura. Pasalnya, masyarakat Madura selama ini dikenal dengan masyarakat yang tradisional dengan tradisi keagamaan yang tinggi. Makan dengan suramadu (Surabaya-Madura) akan menjadi tantangan baru bagi masyarakat Madura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis, Madura terdiri dari empat Kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan paling ujung timur Kabupaten Sumenep. Selain empat kabupaten itu, Madura mempunyai 77 kepulauan, semuanya berada di Sumenep, kecuali satu pulau berada di Kabupaten Sampang, pulau Mandangin, perjalanan sekitar 2 jam dengan perahu kecil dari kota Sampang ke arah selatan. Sedangkan luas area pulau Madura mencapai 5.250 km2 dengan penduduk lebih dari 4 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang potensi, Madura memiliki potensi yang luar biasa. Bahkan, hampir menyamai dengan potensi yang dimiliki pulau Jawa. Salah satu potensi itu adalah minyak yang ada pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep. Mengunjungi tempat sumber minyak itu perjalanan sekitar 24 jam lebih ke arah timur dari Kota Sumekar Sumenep dengan menggunakan kapal besar. Di tempat itu, setiap harinya menghasilkan 11,74 juta barel minyak dan kondensat, serta 947 juta kaki kubik gas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian juga dengan kabupaten lain, tiga kabupaten lain memiliki potensi yang juga luar biasa. Buktinya, tiga kabupaten lain PAD-nya mencapai lebih dari 16, sekian milliar masing-masing kabupaten. Hanya Sumenep yang paling tinggi hingga mencapai lebih 25, sekian milliar setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan itu, tentu membutuhkan kreatifitas-produktif dari masyarakat Madura. Maka dengan tersambungnya jembatan suramadu itu menuntut adanya kreatifitas tinggi dari masyarakat madura. Mungkin secara geografis sudah siap, tetapi secara SDM, bagi masyarakat Madura masih penting untuk dipertanyakan. Pasalnya, meski Madura memiliki potensi alam yang luar biasa, masih lebih banyak masyarakat luar madura yang menikmati. Buktinya, minyak yang menghasilkan hingga mencapai 11,74 juga barel itu masih dikirim ke Gersik, bukan di kelola oleh masyarakat Madura sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai minyak itu dikelola masyarakat Madura dengan SDM yang memadai, kemiskinan di Madura tidak akan pernah terjadi. Namun apa yang terjadi, lilitan kemiskinan masih menjangkiti masyarakat yang dikenal agamis ini. Itu dibuktikan dengan masih meningkatnya keluarga miskin di Madura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008, jumlah penerima raskin di Kabupaten Bangkalan mencapai 93.352 sedangkan pada 2009 meningkat menjadi 97.628 penerima raskin. Pamekasan pada tahun 2008 mencapai 95.101 meningkat 112.320 di tahun 2009. Sementara, Sumenep dengan PAD paling besar, jumlah penerima raskin juga paling tinggi. Tahun 2008 jumlah penerima raskin di Kabupaten puluhan pulau itu mencapai 128.787 meningkat menjadi 139.780 di tahun 2009. Hanya Sampang yang mengurangi jumlah penerima raskin. Tahun 2008 penerima raskin mencapai 153.725 menurun menjadi 140.357 di tahun 2009. Total penduduk yang tergolong miskin di Madura mencapai 470.965 tahun 2008 dan 490.085 di tahun 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat meningkatnya jumlah penduduk miskin di Madura itu, dapat dikatakan masyarakat Madura masih belum siap menerima kedatangan suramadu. Pasalnya, perkembangan suramadu sangat berkaitan erat dengan perkembangan perekonomian masyarakat. Jika hal itu tidak bisa dikembangkan, maka dengan suramadu yang nantinya akan menjadi era industrialisasi di Madura, masyarakat di kepulauan yang berbasiskan Islam ini hanya akan menjadi objek dari mereka yang berkuasa, berkuasa dalam bidang ekonomi. Tetapi apapaun alasannya, masyarakat Madura harus tetap siap menerima kedatangan suramadu. Masyarakat harus tetap menghadapi kenyataan yang membentang didepan mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, tuntaskan segera mungkin persoalan kemiskinan. Dalam konteks ini, pemerintah memiliki peran sangat urgen. Tanpa peranan dari pemerintah sebagai pendamping dan yang paling bertanggung jawab terhadap perkembangan masyarakat, masyarakat sulit berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu caranya, posisi pemerintah bukan lagi menjadi penunggu bola, tetapi menjemput bola. Dengan kata lain, pemerintah harus selalu sigap dalam segala hal dan berfikir cara bagaimana mengembangkan masyarakat Madura. &lt;br /&gt;Untuk diketahui, setiap kolompok atau individu dalam masyarakat memiliki potensi tersendiri. Namun, kebanyakan masyarakat belum mengetahui untuk mengembangkan potensi itu. Untuk itu, peranan pemerintah sangat penting untuk membantu mengembangkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dilingkungan masyarakat terdapat banyak potensi lokal yang belum dikembangkan. Untuk itu, pemerintah juga bisa membantu dengan mencarikan investor agar apa yang dimiliki oleh masyarakat itu bisa berkembang dengan pesat. Dan yang paling penting, kreativitas itu muncul dari masyarakat itu sendiri. Sehingga akan lebih murni pengembangannya. Tetapi sekali lagi, peranan pemerintah tetap sangat penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika masyarakat sudah siap maka keberadaan suramadu bukan lagi menjadi momok yang menakutkan. Artinya, bila masyarakat Madura benar-benar siap dengan segala tantangan baik berupa ekonomi, pengembangan Sumber Daya Alam dan pengembangan Sumber Daya Manusia, keberadaan suramadu pada gilirannya justru akan menjadi harapan yang ditunggu warga Madura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas area dan penghasilan yang ada jika masyarakat Madura dapat mengelolanya dengan optimal, maka keberuntungan akan dimiliki warga Madura. Masyarakat Madura tidak akan menjadi objek dari pembangunan yang telah tersambung itu, tetapi akan menjadi pelaku yang menguntungkan. Semoga..! Amien&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-1415258206550023009?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/1415258206550023009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=1415258206550023009' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1415258206550023009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1415258206550023009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/05/merebut-madura-pasca-suramadu.html' title='Merebut Madura Pasca Suramadu'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-3904526086675656009</id><published>2009-05-13T09:00:00.000-07:00</published><updated>2010-07-12T06:16:11.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Perempuan Korban Penindasan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Oleh : Busri Thaha&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kasus &lt;em&gt;trafficking&lt;/em&gt; [perdagangan manusia] selalu saja terjadi, bahkan berlanjut hingga kini. Pada sisi lain, pemerkosaan terhadap kaum hawa tak dapat dielakkan. Mulai dari kaum tua yang mencabuli anak kecil, hingga sesama anak yang masih belum saatnya melakukan hubungan layaknya suami istri (zina). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu realitas yang sulit disangkal. Berbagai media sering kali mempublikasikan tentang itu. Itupun yang terekam wartawan, yang tidak tercover, bisa jadi lebih banyak. Saya sebagai pribadi, sungguh tak dapat membayangkan masa depan bangsa di ribuan pulau ini jika moral bangsa telah hancur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenyataan itu merupakan salah satu contoh kasus trafficking yang telah banyak di ungkap wartawan Jawa Pos yang menjadi cover story beberapa waktu lalu tentang Bibir Manado Sampai Mancanegara (Jawa Pos, 20 April 2008). Di sana, perempuan yang seharusnya dihormati sebagaimana anjuran Nabi, malah di perdagangkan seperti barang demi mendapatkan rupiah. Kegilaan terhadap rupiah, terkadang sampai rela menjual harga diri anak kandungnya sendiri, teman akrab dan bahkan kekasihnya pada lelaki hidung belang. Sungguh prilaku menyebalkan…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain banyak perempuan diperalat untuk mengumpulkan rupiah karena keserakahannya, kaum hawa juga dijadikan sebagai alat pemuas nafsu syetan. Demi hanya mengeluarkan (maf) seperma, mereka sampai rela memperkosa perempuan yang semestinya dilindungi. Bahkan, tak jarang anaknya sendiri menjadi objek. Jika sudah anak sendiri dijadikan tempat pelampiasan nafsu, lantas apa bedanya manusia dengan hewan? &lt;em&gt;Na’udzubillahi min dzalik…!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus-kasus perkosaan juga tidak hanya terjadi dilingkungan orang tua, keluarga dan kerabat dekat, dilingkungan anak-anak pun sering kali terjadi. Mereka yang semesti mengenyam pendidikan, tetapi malah berbuat layaknya suami istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini juga terungkap kasus perkosaan menimpa siswi Kelas 5 SD di Dusun Salam Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. DH, siswi yang masih berumur 12 tahun digilir di perkosa selama tiga bulan oleh empat pemuda biadab yaitu Didin (16) dan Afid (18), Setyawan (17) Rozaid (Kompas, Rabu, 13 Mei 2009). Alasannya terpengaruh film porno dan minuman keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada media yang sama (9 Januari 2009). Yansyah (20) berani memperkosa balita berumur  4 tahun. Anehnya, balita itu masih anak teman kerjanya sendiri. Meskipun tersangka di jerat pasal perbuatan cabul dan UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancamannya hukuman penjara 15 tahun. Tetapi secara psikologis akan tetap mengganggu terhadap perkembangan mental si balita. Si pelaku dihukum 15 tahun penjara. Sementara si belita kehilangan keperawanannya seumur hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih parah lagi, di Lampung ditemukan ratusan kasus perkosaan (Kompas, 8 Januari 2009). Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR Lampung mencatat selama 2008 terjadi sebanyak 206 kasus tindak kekerasan terhadap perempuan. Kasus kekerasan didominasi kasus perkosaan, pencabulan, dan penganiayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Penanganan Kasus dan Pendidikan Publik Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR Titin Kurniasih, menjelaskan bahwa dari 206 kasus tersebut, kasus perkosaan mencapai 105 kasus, disusul kasus pencabulan 39 kasus, dan penganiayaan 32 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah lagi pada pra Islam, perempuan ditempatkan pada posisi terendah dalam penggolongan manusia. Itu terjadi pada masa peradaban Yunani dan Romawi, peradaban Yahudi, Hinduisme, Arab (jahiliyah), Eropa, agama Nasrani, dan Inggris. Pasalnya, perempuan dianggap bukan manusia atau dianggap bukan makhluk Tuhan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, perkosaan dan penganiayaan terhadap kaum perempuan sangat ditentang. Pasalnya, Islam sangat melindungi keberadaan kaum perempuan. Dalam Islam, Perempuan tidak boleh dilecehkan. Kaum hawa haru dihormati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kasus perkosaan dan penganiayaan di atas, merupakan wujud ketidak pedulian terhadap kaum perempuan. Perbuatan tersebut jelas merupakan bentuk penganiayaan dan penghinaan terhadap sesama makhluk Allah, yakni perempuan. Perempuan tidak ada bedanya dengan lelaki. Mereka juga makhluk Allah yang harus dihormati, bukan dilecehkan, diperkosa dan dianiaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sangat menentang terhadap perbuatan perkosaan. Sebab, perbuatan tersebut merupakan zina yang memang dilarang oleh Allah. Dalam Al-Quran disebutkan &lt;em&gt;“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”&lt;/em&gt;(QS. 25:68-70). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai kasus perkosaan yang terjadi, berlatar karena melihat film porno atau akibat minuman keras. Itu bukti mereka tidak memperhatikan bahwa minuman keras dilarang Allah karena minuman keras dosa besar (QS. 2 Al Baqarah : 219). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semoga kita termasuk orang-orang yang tetap selalu melindungi dan merawat dengan baik segala ciptaan Allah. Menghormati kaum perempuan dan anak-anak. Sebab, perempuan diciptakan bukan sebagai alat pemuas nafsu dan alat mencari uang. Tujuan utama, agar manusia (laki-laki dan perempuan) mengabdi kepada Allah. Saling mengenal sesama manusia dengan baik sesuai dengan anjuran Islam &lt;em&gt;(lita’arofu)&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, untuk mewujudkan ini, tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dengan berusaha keras, keamanan bagi kaum hawa Isya Allah akan tercapai. Semoga kita akan tetap selalu melangkah dalam petunjuk dan lindungan Allah. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-3904526086675656009?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://dwinacute.blogspot.com' title='Perempuan Korban Penindasan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/3904526086675656009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=3904526086675656009' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3904526086675656009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3904526086675656009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/05/perempuan-selalu-menjadi-korban.html' title='Perempuan Korban Penindasan'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-6024144559072073258</id><published>2009-05-10T07:05:00.000-07:00</published><updated>2010-07-12T06:17:03.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Bebas dari “kentut” Kendaraan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Oleh : Busri Thaha&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Car free day&lt;/em&gt; yang digalakkan pemerintah DKI Jakarta (10/05) patut diajungi jempol, bahkan penting ditiru. Pasalnya, warga bisa merasakan hidup tanpa kebisingan dan kepulan asap yang berasal dari “kentut” kendaraan. Orang-orang pun bisa merasakan bermain ditempat yang biasa dilewati kendaraan kelas bawah hingga kendaraan yang termewah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, orang-orang yang berlalu lalang juga bisa bernafas lega. Sebab, polusi yang merupakan hasil pembakaran dari bahan buangan mobil dan mesin letup, jeda dan hilang kala itu. Dengan lain kata, Kita tidak melulu disuguhi dengan kebisingan yang terkadang mengandung racun, racun untuk mengurangi kesehatan kita. Tetapi juga dianugarahi ketenangan tanpa polusi. Apalagi diketahui, polusi udara lebih banyak disebabkan kendaraan bermotor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, penulis sangat tertarik dengan program yang telah dilakukan pemerintah DKI Jakarta itu. Bahkan, penulis dan mungkin juga anda di daerah lain menginginkan suasana seperti itu. Gimana rasanya ketika kondisi lingkungan tanpa kendaraan yang mengepulkan asap? pasti akan terasa enak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jika kita memiliki kebutuhan yang agak mendesak, dan harus menggunakan kendaraan, jika ada program itu akan merasa terganggu. Tetapi, jika dilihat dari manfaatnya, luar biasa. Dan mungkin lebih besar dari kebutuhan kita.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, bagi penulis yang awam, manfaat yang paling besar dari program itu adalah pencemaran terhadap udara akan terkurangi sehingga lingkungan sekitar akan terasa semakin sejuk dan indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, Allah menyarankan agar umat manusia untuk selalu menjaga alam dan isinya. Kerusakan alam bukan karena setan, jin dan malaikat, tetapi karena ulah manusia itu sendiri. Sebab, tidak ada jin dan setan yang membuat kendaraan yang ditumpangi oleh manusia. Dan tidak ada pula Malaikat yang membuat kendaraan berseleweran ditengah-tengah kehidupan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pembuat kendaraan berasap dan mengandung polusi, jelas adalah manusia. Tentu, manusianya tidak seperti penulis yang gaptek. Mereka yang membuat kendaraan itu, otaknya sudah canggih. Bahkan lebih canggih dari mesin sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, semakin kuat jika manusia dikatakan sebagai pengrusak alam karena manusia pembuatnya. Bukti lain bahwa manusia yang membuat kerusakan dimuka bumi ini adalah sesuai dengan firman Allah yang mengingatkan manusia agar tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Di dalam kitab suci-Nya, penguasa alam semesta berfirman "&lt;em&gt;Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah membuat kerusakan di muka bumi", &lt;/em&gt;mereka menjawab: "&lt;em&gt;Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."&lt;/em&gt; (QS. 2 : 11). Penginkaran manusia terhadap petunjuk Allah mengakibatkan banyak bencana yang melanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Allah juga mengatakan dalam kitab Sucinya : "&lt;em&gt;Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)"&lt;/em&gt;. Katakanlah : &lt;em&gt;"Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)." &lt;/em&gt;(QS. 30 : 41-42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, bukan berarti manusia dilarang untuk mempergunakan alam ini. Manusia tetap diperkenankan memanfaatkan segala sumberdaya alam secara wajar (sesuai dengan kebutuhan). Tetapi, manusia harus bertanggungjawab. Islam melarang pemanfaatan alam (sumberdaya alam) yang melampaui batas atau berlebihan atau isyraf (QS : Al-An’am: 141-142). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Allah menyarankan agar manusia tetap memanfaatkan alam semesta ini sesuai dengan kebutuhan, bukan berlebihan dan bukan untuk menghancurkan. Mungkin, cara yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta merupakan bagian dari salah satu cara untuk menjaga kelestarian alam semesta. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berserah diri kepada-Nya dan selalu menjaga dan merawat Maha Karya-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-6024144559072073258?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/6024144559072073258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=6024144559072073258' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6024144559072073258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6024144559072073258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/05/bebas-dari-kentut-kendaraan.html' title='Bebas dari “kentut” Kendaraan'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-3421645570763732999</id><published>2009-05-03T08:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T08:32:24.448-07:00</updated><title type='text'>"Menceraikan" AA dengan KPK</title><content type='html'>Oleh : Busri Thaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah SWT. yang mengetahui yang benar dan yang salah. Tidak ada kebenaran hakiki pada keputusan manusia. Semua nisbi. Karena manusia hanya berdasar pada data atau tumpukan kertas yang ada dihadapan mata untuk membenarkan. atau berdasar pada kesepakatan bersama sehingga sesuatu menjadi benar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, data dan tumpukan kertas juga masih dibuat oleh manusia. Sebagai manusia, tentu saja juga bisa merubah isi dalam kertas yang disebut data dan fakta itu. Pada gilirannya, tidak ada data yang benar-benar fakta karena semua bisa dirubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, kebenaran bagi manusia mengikuti perputaran zaman dan waktu. Kini sesuatu bisa saja menjadi kebenaran bersama, tetapi di lain waktu jika ditemukan kebenaran yang baru, maka kebenaran lama tidak lagi menjadi benar. Dulu, system kerajaan dengan rakyat membungkuk dihadapan sang raja, adalah sesuatu yang benar. Tetapi jika saat ini ada orang membungkuk dihadapan orang, menjadi lucu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan hukum, kebenaran dalam hukum Negara juga sering kali demikian. Misalnya, kali ini divonis salah, tetapi esok hari bisa jadi vonis itu tidak benar, kebenaran pun berubah. Bahkan, kesalahan yang disampaikan secara terorganisir dan berulang-ulang menjadi kebenaran bersama. Sebaliknya, kebenaran yang tidak terorganisir akan menjadi kesalahan yang tidak bisa diterima semua golongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah perjalan kehidupan manusia yang tidak menentu. Sering kali mencari kebenaran dan pembenaran dari pihak lain. Namun, apapun alasannya, kita tak perlu merisaukan hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma kita hanya ikut prihatin ketika wajah Indonesia tercoreng oleh mereka yang selama ini menjadi pejabat yang terkenal bersih, yakni lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga yang selama ini dianggap paling benar. Benar tidak korupsi, benar tidak terlibat dalam skandal-skandal apapun. Tetapi, kebenaran itu berubah. Faktanya, orang nomor satu dilembaga itu tersangkut kasut memalukan. Padahal, dari sisi nama, lembaga itu harus benar-benar bersih dari hal-hal yang berbau ketidakbenaran atau dari hal-hal negative atau sesuatu yang akan menimbulkan kesan negative. Pasalnya,  lembaga itu yang akan memberantas “kucing garong” diluar lembaga itu, yang akan memberantas “penyakit” Negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenyataan berbicara lain, Ketua KPK Antasari Azhar (AA) kini statusnya sudah menjadi tersangka di balik pembuhan Nasrudin Zulkarnain. Akibatnya, ketua KPK harus diambil alih empat wakil ketua. Bahkan dinonaktifkan dan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan dilembaga tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentus saja, kita tidak mau intervensi keterlibatan atau tidak ketua KPK atas meninggalnya direktur PT Putra Rajawali (PRB) pada 14 Maret 2009. Pasalnya, sekali lagi, kebenaran berada ditangan yang Maha Kuasa. Sementara, dalam konteks ini, kebenaran berada ditangan polisi dan hakim, tentu saja keduanya berdasar data yang mereka dapatkan. Dari itu, sepunuhnya milik mereka. Apakah Antasari menjadi benar atau salah sehingga harus menanggung akibatnya, kita tunggu proses hukum yang sedang berjalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru yang menjadi kerisauan kita sebagai bangsa Indonesia yang baik, timbul pertanyaan sederhana, kok bisa orang nomor satu dilingkungan pembasmi korupsi tercium kasus pembunuhan? Jujur saja, pertanyaan-pertanyaan itu selalu mengiang keseharian penulis, mungkin juga anda. Kemudian, penulis teringat dengan pepatah orang Madura yang mengatakan : &lt;em&gt;Ta’kera bedheh okos mon tadhe’ apoyah &lt;/em&gt;[tidak mungkin ada asap jika tidak ada api]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari salah dan benar kasus tersebut, jelas nama baik KPK tetap tercoreng. Yang terlihat bukan hanya lembaganya, tetapi juga jabatan Antasari yang berada diposisi strategis mengapa berada dalam daftar kasus itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika &lt;em&gt;Indonesian Corruption Watch &lt;/em&gt;(ICW) meminta KPK tidak terpengaruh dengan kasus yang membelit Antasari, yang jelas nama baik Indonesia sebagai Negara yang terus memberantas persoalan korupsi, tetap tercoreng. Pasalnya, Antasari tetap orang nomor satu dilingkungan KPK. KPK dan Antasari tidak bisa dipisahkan. Antasari Ketua, KPK lembaganya. Jika Antasari dipecat, masih tetap dikatakan manta ketua KPK. Sehingga secara emosional sulit untuk diceraikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, perbaikilah diri sendiri terlebih dahulu sebelum memperbaiki orang lain. Lebih luas, perbaiki institusi sendiri terlebih dahulu sebelum mengamati dan memperbaiki institusi lain. Itulah mungkin makna penting dari &lt;em&gt;ibda’binafsik. Wallahu A’lam &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-3421645570763732999?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/3421645570763732999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=3421645570763732999' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3421645570763732999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3421645570763732999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/05/menceraikan-aa-dengan-kpk.html' title='&quot;Menceraikan&quot; AA dengan KPK'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-1237360174372644079</id><published>2009-05-02T08:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T08:44:57.256-07:00</updated><title type='text'>Flu Singapura Lalu Flu Babi</title><content type='html'>Oleh Busri Thaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, Indonesia digemparkan dengan maraknya flu Singapura. Suatu penyakit yang dalam ilmu kedokteran dikenal penyakit Kaki, Tangan dan Mulut (KTM). Penyakit tersebut merupakan penyakit infeksi. Penyebabnya, virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit itu, meski juga dapat dikatakan sebagai penyakit flu Indonesia karena memang seperti penyakit biasa, tetapi cukup menggoncangkan Indonesia. Terbukti, berbagai media seperti Jawa Pos dan juga Radar Madura (Jawa Pos Group), dan lain-lain mem-blow up tentang penyakit itu. Itu bukan mengada-ada, tetapi nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, selang beberapa waktu, kini masyarakat Indonesia dikejutkan lagi dengan menyebarnya istilah virus Flu Babi. Itu berangkat karena di Negara lain telah banyak yang terkenak virus mematikan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, di Korea Selatan, wabah flu babi meraja lela. Penderita terinfeksi terus bertambah. Sebelumnya seorang warga Korsel yang berusia 51 tahun juga diduga terinfeksi dan masih dalam perawatan intensif. Korban lainnya yaitu wanita berusia 41 tahun diduga terinfeksi setelah menjalin kontak dengan korban pertama di sebuah lokasi (yahoonews.com). Akibatnya, Negara-negara lain memberikan reaksi.  Di Jepang, Thailand, Jerman pemerintah setempat juga memberikan reaksi cepat terhadap maraknya flu babi dengan berbagai vareasi reaksinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Flu Babi yang merupakan penyebab virus strain baru ini yakni gabungan antara virus burung, manusia dan babi itu, di Meksiko telah menewaskan  12 orang warganya. Sedangkan 300 lainnya positif mengidap H1N1. (Jawa Pos, 02/05/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesian, kendati masih dikatakan aman, mungkin tetap harus mewaspadai penyakit tersebut. Pasalnya, penyakit tidak bisa diprediksi. Datang tanpa di undang, pulang pun sering demikian. Waspada disini tidak hanya cukup mewaspadai terhadap penyakit tersebut, lebih-lebih di balik kepentingan yang tersimpan dengan maraknya informasi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita masih ingat dengan kejadian beberapa waktu silam. Kala itu, dunia juga digoncangkan dengan persoalan flu burung. Semua orang yang memiliki peliharaan ayam khawatir. Meraka takut ayam-ayamnya terkenak penyakit mematikan, flu burung. Sehingga, pemerintah berinisiatif untuk mengatasinya. Akibatnya, banyak ayam-ayam yang diduga terkena penyakit itu dibakar dan dibuang. Apa yang terjadi? kondisi ekonomi Indonesia ambruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, marak lagi tentang penyakit dengan lain istilah. Mungkinkah ini merupakan cara lain Amerika Serikat untuk menjajah Negara berkembang ditengah-tengah kondisi perekonomian AS sedang ambruk? Kita tak perlu suudzan. Cuma, berhati-hati penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak perlu panjang lebar bahas itu. Kita leibh fokus pada persoalan babi saja. Islam sejak beberapa abad silam telah mengharamkan makan daging babi. Karena secara kesehatan, di dalam babi mengandung cacing yang walaupun dibersihkan tidak akan pernah hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian menyatakan bahwa gen babi memiliki kesamaan dengan gen manusia. Penyakit babi bisa menjangkiti manusia, sehingga bila seseorang makan makan babi tidak jauh berbeda dengan makan daging manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sifat yang dimiliki babi itu sungguh sangat menjijikkan. Pasalnya, tidak ada hewan yang makan kotorannya sendiri hingga kotoran manusia, kecuali babi. Ketika ia sudah kenyang, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya kembali. Itulah pertanda jika babi itu sangat rakus. Selain itu, tidak ada hewan yang bisa dengan ramai-ramai menyetubuhi satu hewan betina sejenisnya, kecuali babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, Allah mengharamkan makan daging babi, QS. Al-Maidah : 3. Pandangan  Islam bukan hanya karena agar manusia tidak meniru prilaku babi, tetapi juga agar kesehatan umat Islam terjamin. Terbukti, rata-rata orang yang terkenak flu babi penduduknya makan daging babi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Semoga kita (Umat Islam) termasuk orang-orang yang selalu beriman dan menjalankan perintah dan menjahui semua larangan-Nya. Serta dilindungi dari penyakit-penyakit itu. Berikan ampun dan perlindungan-Mu pada kami. Hanya pada-Mu kami berserah diri. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-1237360174372644079?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.radarmaduranews.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/1237360174372644079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=1237360174372644079' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1237360174372644079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1237360174372644079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/05/flu-singapura-lalu-flu-babi.html' title='Flu Singapura Lalu Flu Babi'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-8298929081120157355</id><published>2009-04-30T05:49:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T06:31:30.946-07:00</updated><title type='text'>NETWORK</title><content type='html'>Oleh Busri Thaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun network dengan orang lain bukan mudah. Pasalnya, kita tidak memiliki kompetensi yang ingin ditawarkan. Selain itu, membutuhkan keseriusan dalam menjaga jalinan komunikasi dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, orang-orang menduga, jika membangun network itu sangat gampang karena tidak membutuhkan biaya. Betul. Tetapi yang urgen diperhatikan terkadang ke-istiqoma¬h-an atau konsistensi kita yang kurang terutama dalam perawatannya. Akibatnya, network itu menjadi buyar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, membangun network disebut sulit. Bahkan, lebih sulit lagi merawatnya. Saat kita sudah memiliki chanel dengan orang lain (misalnya) seringkali kita melupakannya untuk sekedar silaturrahim. Apalagi ketika sudah memiliki chanel baru, yang dianggap lebih menguntungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan itu, pasalnya kita tidak terbiasa dengan menjaga jalinan "mesra" dengan orang lain. Kita sering melakukan komunikasi saat kita butuh saja kepada orang lain. Akibatnya, orang lain pun berbuat demikian kepada kita. Mereka akan melupakan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah berpesan kepada umat muslim sebelum beliau wafat, bangunlah silaturrahim maka Allah akan menambahkan rejeki kalian. Kalimat silaturrahim merupakan kata lain dari network. Dengan menjaga silaturrahim atau lebih keren dikatakan network, maka rejekinya akan ditambah oleh sang pencipta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, silaturahmi merupakan kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Islam yang secara kuantitatif sangat besar, tidak akan pernah memiliki arti indah selama umatnya tidak bisa membangun silaturrahim dengan warga lain. Dengan lain kata, persatuan dan kesatuan umat Islam lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis Nabi dikisahkan bahwa Rasulullah bersabda, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyembungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shalih yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR. Bukhari Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk orang-orang yang akan tetap selalu menjaga tali silaturrahim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-8298929081120157355?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/8298929081120157355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=8298929081120157355' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8298929081120157355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8298929081120157355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/04/network.html' title='NETWORK'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-2107751617907793658</id><published>2009-04-24T05:56:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T06:10:53.536-07:00</updated><title type='text'>Tidak Ada Perjuangan Gratis</title><content type='html'>Perjuangan tidaklah mudah. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua orang mungkin merasa bangga dengan kesuksesan orang lain. Akhirnya, mereka juga berusaha dan berbuat seperti apa mereka lakukan agar mencapai kesuksesan yang sama. Tetapi nyatanya, kesuksesan tak jua datang. Itulah mungkin yang dikenal filosofi Madura, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mon pangaterro padheh, keng pangaro se tak padhe&lt;/span&gt;h. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpenting, jangan pernah putus asa. Mencoba dan teruslah mencoba. Berusaha tak ada batas. Sebab, tidak ada perjuangan garatis. Lebih baik orang yang gagal karena mencoba dari pada orang yang gagal karena tidak pernah berusaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-2107751617907793658?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/2107751617907793658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=2107751617907793658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/2107751617907793658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/2107751617907793658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/04/perjuangan-tidaklah-mudah.html' title='Tidak Ada Perjuangan Gratis'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-6608667988049856116</id><published>2009-03-28T07:50:00.000-07:00</published><updated>2010-07-12T06:15:27.054-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Menuju Kesuksesan Secara Kaffah</title><content type='html'>Keberhasilan tak selamanya datang dengan mudah. Tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses yang tidak sedikit waktunya. Meski (seakan-akan) telah bekerja keras, tapi ternyata (seringkali) belum tercapai sesuatu yang inginkan. Suatu hari, si A meniru pola yang dikerjakan si B, mulai gaya, perbuatan, hingga segala sesuatunya meniru si B karena ia telah anggap oleh si A sebagai orang sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nyatanya, itu tidak menjadi keberhasilan bagi B. Usaha sama dengan si B, tapi hasilnya jauh berbeda. Itulah mungkin yang dikenal orang Madura akibar dari mengerjakan sesuatu yang bukan pada maqomnya. Dalam filosofi Madura, mon pangaterro padheh, keng pangaro se tak padheh (kalau keinginan sama, tetapi pengaruh pasti tidak sama. Allah mengatakan dalam kitab suci al-Quran bahwa Allah tidak akan mengbah (nasib) suatu kaum tanpa ia mengubah dengan sendirinya. Ayat itu menegaskan bahwa usaha sangat penting untuk mencapai suatu tujuan. Dengan kata lain, kita tidak bisa pasarah terlebih dahulu sebelum kita melakukan sesuatu tersebut. Usaha boleh sama, tapi tujuan tak seharusnya persis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal penting dalam setiap usaha untuk mencapai kesuksesan. Kata orang Madura, Lakonen lakonan, kennengen kenneng ennah (lakukan tugasnya, duduklah pada tempatnya). Begitu filosofi orang masyarakat Madura. Artinay, kita tidak bisa mengerjakan sesuatu untuk mencapai suatu kesuksesan jika pekerjaan itu bukan sesuatu yang bukan kapasitas yang kita miliki. Kita tidak bisa memaksakan sesuatu untuk dikerjakan bila kita tidak memiliki kemampuan dibidang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penempatan pada tempat yang sebenarnya sangat penting, ketika seseorang telah mampu menempati tempat yang seharusnya di tempati, pada gilirannya akan mencintai sesuatu yang dikerjakan (ditempati) itu. Mencintai suatu pekerjaan sangat urgen. Orang-orang yang sukses karena mereka mampu mencintai apa yang ia kerjakan, bukan mengerjakan sesuatu yang kita benci karena dianggap sebagai jalan menuju kesuksesan. Kesuksesan tak akan pernah berhasil jika tidak pada tempatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, percaya diri bahwa jalan yang dilakukan merupakan langkah terbaik menuju kesuksesan. Percaya diri sangat urgen, karena jika tidak percaya diri, kebimbangan akan selalu datang sehingga tak maksimal dalam setiap usaha yang dilakukan. Selain itu, usaha keras dengan maksimal. Bermain-main dalam berusaha, hasilanya pun akan menjadi mainan. Akhirnya, hargai setiap proses yang kita lakukan. Jangan pernah menyerah sebelum keberhasilan itu benar benar tercapai dengan kaffah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-6608667988049856116?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/6608667988049856116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=6608667988049856116' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6608667988049856116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6608667988049856116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/03/menuju-kesuksesan-secara-kaffah.html' title='Menuju Kesuksesan Secara Kaffah'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-4153498185381859672</id><published>2009-03-20T04:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T04:06:57.226-07:00</updated><title type='text'>Berpolitik Bersama Kiai</title><content type='html'>Oleh : Busri Thaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pemilihan legislatif 2009, kiai mulai dihujat-hujat lagi karena dinilai keberadaan kiai selama ini di pantas politik tidak membuahkan prestasi berharga untuk umat. Kini, kiai diminta beack to pesantren, mengurusi santri, mengayomi umat dan tidak berkecimpung dalam panggung politik praktis. Buku berjudul Kiai di Tengah Pusaran Politik, Antara Petaka Kuasa, karya Ibnu Hajar (IRCiSoD, Pebruari 2009) yang di bakar pembela kiai, menjadi bukti bahwa kiai di paksa turun dari panggung politik praktis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai memang bukan Nabi yang suci dari kesalahan dan kekeliruan. Kiai bukan Malaikat yang tidak pernah berbuat sesuatu yang menyakitkan atau merugikan umat. Kiai bukan pula Tuhan yang lepas dari perbuatan mungkar. Hakikatnya, kiai adalah manusia biasa yang tidak lepas dari salah dan lupa. Kiai adalah makhluk Tuhan yang sering kali terpesona dengan kemabukan dunia dan terlena uang dan tahta. Kiai juga punya keinginan dan nafsu, nafsu politik dan nafsu ingin menguasai, sama seperti manusia lain yang bukan bertitel kiai. Jika demikian, mengapa dirisaukan ketika kiai terjun dalam dunia politik praktis? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah implikasi pemahaman yang perlu diluruskan tentang makna kiai dan politik. Kiai sebagai tokoh agama dan benteng moral bangsa dan tempatnya hanya di pesantren mengurusi para santri. Tugas pokok Kiai ialah membangun generasi muda sebagai pewaris tongkat estafet keberlangsungan nilai dan ajaran agama (Ibnu Hajar : 44, 2009). Sebagai “penjaga gawang” moral generasi muda, kiai diharapkan tidak terjun dalam dunia politik karena politik dianggap kotor, sedangkan dunia kiai adalah bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, penting kiranya difahami lebih luas bahwa tugas kiai tidak hanya berdiam diri di pesantren. Menjaga gawang moral generasi muda, bukan hanya tugas kiai, tetapi tanggungjawab semua. Apalagi, generasi muda tidak hanya ada di pesantren, di luar pesantren lebih banyak. Inilah kemudian letak keharusan kiai berpolitik karena politik berurusan dengan mengatur umat yang di dalamnya terdapat generasi muda. Kiai harus mengaturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selama ini politik (yang telah banyak ditempati kiai) dianggap ruang manipulasi, kejahatan, korupsi, kepalsuan, bukan berarti kiai yang kotor tetapi karena prilaku politik yang mengotorinya. Apakah kiai politisi yang mengotori itu? belum tentu. Justru kehadiran kiai di pentas politik praktis diharapkan menjadi panutan umat, menjadi pengatur bangsa dan membenahi image negatif tentangn politik. Karena politik bukan sesuatu yang kotor. Politik adalah suci dan jauh dari nilai-nilai kotor dan keji serta sesuai dengan ajaran Agama. Jika ada politisi yang mencoba menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan dalam berpolitik, bukan berarti politik itu yang kotor sehingga tidak boleh ditempati kiai, melainkan pelaku politik (politikus) itu yang mengotorinya. Esensi dari politik adalah “suci”. &lt;br /&gt;Politik berhubungan dengan mengatur rakyat oleh negara yang terkait dengan persoalan egalite (persamaan), equality (keadilan), liberty (kebebasan), human right (hak asasi manusia), serta persoalan-persolan lain yang berkaitan dengan warga dalam suatu negara. Dan yang lebih spesifik, politik merupakan suatu cara untuk mengatur kepenting umat. Bukan mengatur kepentingan kekuasaan seperti pemahaman masyarakat barat. Loewenstein, mewakili masyarakat Barat mengatakan “politic is nicht anderes als der kamps um die Macht” (politik tidak lain merupakan perjuangan kekuasaan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat timur, umat Islam khususnya mengartikan politik sebagai suatu cara mengatur kepentingan masyarakat. Sebagai media, maka para wakil rakyat atau pemerintah dikatakan sebagai pelayan rakyat. Politisi harus memperjuangkan aspirasi rakyat dan perjuangan tersebut merupakan perbuatan terpuji yang di anjurkan agama. &lt;br /&gt;Islam sebagai agama yang transparan, egaliter dan tidak eksklusif, memberikan akses dan keleluasaan pada siapapun (termasuk Kiai) untuk mengatur umat baik melalui jalur politik maupun dakwah. Dalam konteks ini, Allah SWT berfirman dalam kitab suci al-Quran “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran : 104). Tidak ada larangan Kiai atau ulama berpolitik, Islam memberikan ruang sangat luas pada umat Muhammad berkecimpung dalam politik, dalam arti mengatur dan memperjuangkan kepentingan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, pada pesta demokrasi mendatang diharapkan kiai ikut berpartisipasi kembali. Keikutsertaan Kiai pada pemilu mendatang diharapkan menjadi penyejuk bangsa, menjadi panutan, teladan serta dapat merubah image negatif dunia politik. Para kiai diharapkan betul-betul meneladani Nabi dalam berpolitik sehingga kiai sebagai pewaris Nabi benar-benar dirasakan bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-4153498185381859672?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/4153498185381859672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=4153498185381859672' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/4153498185381859672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/4153498185381859672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/03/berpolitik-bersama-kiai.html' title='Berpolitik Bersama Kiai'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-8047093438678349746</id><published>2009-02-26T03:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T04:02:00.753-08:00</updated><title type='text'>Awal Mula dan Nilai Tradisi Kerapan Sapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M2xSGWqG5QQ/SaaEUFHJJLI/AAAAAAAAACU/SuGemFX2pZY/s1600-h/karapan+api.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 176px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M2xSGWqG5QQ/SaaEUFHJJLI/AAAAAAAAACU/SuGemFX2pZY/s200/karapan+api.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307074691407094962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kerapan Sapi merupakan tradisi khas masyarakat Madura yang muncul di penghujung abad 13 atas prakarsa Pangeran Katandur. Beliau adalah Raja berpengaruh pada masanya di Kraton Sumenep. Ketika itu, Kerapan Sapi atau Bull Race menjadi kesenian paling populer dan paling  diminati masyarakat Madura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber lain menyebutkan bahwa Bull Race bukan muncul di akhir abad 13 melainkan pada abad 14 atas prakarsa Adi Poday, anak Panembahan Walingi yang berkuasa di daerah kepulauan Sapudi. Kini, pulau Sapudi masuk Kabupaten Sumenep. Kehidupan masyarakat di pulau Sapudi adalah dengan bercocok tanam dan membajak sawahnya dengan menggunakan tenaga Sapi atas izin dan dukungan Adi Poday. Berkat prakarsa itu, Adi Poday berhasil membuat pertanian di pulau Sapudi lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Setelah itu, ia pergi ke Sumenep. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sumenep beliau mengajak masyarakat membajak sawahnya dengan menggunakan tenaga Sapi juga. Akhirnya, semua masyarakat membajak sawah dengan  menggunakan tenaga Sapi. Bahkan, lambat-laun mereka balapan atau adu cepat dalam setiap membajak sawahnya. Atas dasar semangat itu, kemudian diadakan perlombaan balapan Sapi, yang kini dikenal dengan tradisi Kerapan Sapi. Kedua tradisi itu, membajak sawah dengan tenaga Sapi dan Kerapan Sapi masih dilestarikan masyarakat Madura hingga sekarang. Di kampung-kampung dan persawahan Madura masih banyak yang menggunakan tenaga Sapi warisan Adi Poday untuk menggali hasil bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari perdebatan sejarah, Kerapan Sapi tetap menjadi perlombaan yang harus dilestarikan dan kebanggaan masyarakat Madura. Sesuai dengan namanya, “kerapan” berasal dari kata “kerap” : berangkat dan dilepas secara bersama-sama atau berbondong-bondong”. Orang Madura menyebut Kerapan Sapi adalah pacuan Sapi (adduen sapeh), mengadu Sapi sehingga bisa lebih cepat sampai ke garis finish. Penting diketahui, di pulau yang terkenal masyarakat agamis ini tidak hanya terdapat kerapan Sapi, tetapi banyak pacuan-pacuan lain seperti Kerapan Kerbau (Pulau Kangean), Kerapan Kambing dan Kerapan Kelinci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya. Kerapan Sapi melibatkan beberapa orang untuk menyukseskan perlombaan, tidak seperti dulu (sebagaimana membajak sawah) yang hanya butuh satu orang. Orang-orang yang terlibat dalam setiap perlombaan Bull Race di antaranya; pertama,  tokang tongko’, orang yang bertanggungjawab mengendalikan Sapi di atas kaleles. Cepat lambat dan lurusnya jalan Sapi di lapangan sangat bergantung kepada tokoang tongko’ itu. Kedua, tokang gettak, orang yang menggertak Sapi agar pada saat diberi aba-aba, Sapi dapat lari dengan cepat. Pancalan awal Sapi bisa berangkat dengan cepat atau tidak bergantung kepada tokang gettak. Ketiga, tokang tonja, orang yang menuntun Sapi. Sapi Kerapan biasanya tanpa dikendalikan oleh ahlinya akan mudah ghebel (lari tak tentu arah), ini kemudian membutuhkan tokang tonja untuk mengendalikan Sapi. Ketiga, tukang gubra, rombongan yang bertugas memberi semangat pada Sapi pacuan agar larinya cepat. Rombongan ini biasanya membunyikan segala macam tabuhan semacam saronin sehingga Sapi terlihat tegar dan bersemangat. Terakhir, tokang tambeng, orang yang menahan tali kekang (tongar) Sapi sebelum dilepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Tradisi yang Perlu di Lestarikan&lt;br /&gt;Kerapa Sapi mengandung nilai Tradisi yang sangat tinggi terutama bagi masyaraka Madura. Hal ini menjadi munculnya semangat kerja keras orang madura yang pantang menyerah. Filosofi orang Madura asapo’ angin salanjengah (berselimut angin sepanjang masa) merupakan semangat pantang menyerah sebelum mencapai tujuan. Nilai semangat juang tersebut juga tercermin dalam setiap prosesi Kerapan Sapi. Dalam Kerapan Sapi nilai-nilai yang patut dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan adalah kerja keras, kerja sama, persaingan, dan sportivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kerja keras, setiap orang yang ingin menggapai kesuksesan atau berusaha ingin mencapai cita-cita harus bekerja keras. Kerja keras disini tidak hanya sebatas mengandalkan otot tetapi juga otak. Sehingga ketika bekerja keras harus pula bekerja cerdas. Hal ini tergambar dalam proses latihan Sapi sebelum masuk ke arena perlombaan. Pemilik Sapi terlebih dahulu harus melatih Sapi dengan sabar dan terus menerus agar Sapi yang akan di pacu kuat dan tidak gugup ketika masuk ke lapangan yang sesak dengan penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kerja sama. Bagian ini merupakan kewajiaban yang tidak bisa dilepaskan. Dalam proses perlombaan Kerapan Sapi, harus melibatkan beberapa pihak lain seperti tokang tongko’, tokang gettak, tokang tonja, tokang tambeng dan lain-lain sehingga Sapi pacuan itu bisa sampai ke garis finish mendahului yang lain. Nilai kerja sama termaktub dalam usaha tersebut. Sebab, tanpa adanya kerjasama tidak mungkin Kerapan Sapi bisa berlangsung sesuai dengan ketentuan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, persaingan, dalam Kerapan Sapi peserta berusaha keras dengan harapan Sapi pacuannya berlari cepat dan mengalahkan pacuan-pacuan Sapi lain. Inilah nilai persaingan yang ketat menemukan maknanya. Keempat, dalam persaingan yang ketat, tidak boleh ada kecurangan, setiap peserta harus sportive. Tiap peserta tidak boleh curang; peserta harus menerima kekalahan bukan hanya bisa menerima kemenangan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pesan-pesan moral dan semangat juang dalam tradisi Kerapan Sapi itu harus menjadi pedoman yang mesti dilestarikan. Tidak boleh hancur di telan masa, meski sebentar lagi, Madura akan menghadapi babak baru yakni menjelang selesainya Jembatan Suramadu (Surabaya—Madura), yang dikhawatirkan akan menenggelamkan tradisi-tradisi masyarakat Madura seperti Kerapan Sapi. Tetapi, tradisi masyarakat Madura harus tetap utuh dan tak boleh ambruk dan bahkan harus dikembangkan dan dijaga oleh masyarakat Madura sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-8047093438678349746?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/8047093438678349746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=8047093438678349746' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8047093438678349746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8047093438678349746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/02/awal-mula-dan-nilai-tradisi-kerapan.html' title='Awal Mula dan Nilai Tradisi Kerapan Sapi'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M2xSGWqG5QQ/SaaEUFHJJLI/AAAAAAAAACU/SuGemFX2pZY/s72-c/karapan+api.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-3326891948967030748</id><published>2009-02-23T06:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T04:09:24.246-08:00</updated><title type='text'>Dukun Cilik, Batu Bicara dan Biaya Rumah Sakit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M2xSGWqG5QQ/SaLADUH45pI/AAAAAAAAACM/lD1p21EM714/s1600-h/Rumah_Sakit_Umum_Daerah_Kasongan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M2xSGWqG5QQ/SaLADUH45pI/AAAAAAAAACM/lD1p21EM714/s200/Rumah_Sakit_Umum_Daerah_Kasongan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306014474169804434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ini Rumah Sakit atau Hotel?Rakyat desa apa bisa menjangkau Rumah Sakit ini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kepercayaan &lt;/span&gt;pada pengobatan alternatif ala Ponari asal Jombang, Siti Rohmah, Dewi dan Rido’i asal Madura merupakan wujud kongkrit ketidakberdayaan ekonomi masyarakat sehingga akal sehatnya terpedaya dan hilang. Konon, Ponari mendapatkan batu ajaib setelah nyaris di sambar petir; Siti Rohmah memiliki batu bisa bicara; Dewi punya batu yang dianggap pecahan milik Ponar; sedangkan Rido’i hasil pemberian dari seorang kakek tua berjubah putih yang tidak diketahui dari mana asal kakek tua itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas benar dan tidaknya bisa menyembuhkan batu-batu itu, yang jelas para dukun tersebut menjadi ikon menarik dan dipercaya masyarakat. Dari berbagai daerah silih berganti berdatangan dengan satu alasan untuk berobat. Mereka tidak peduli meski salah satu dari dukun cilik itu (baca : Ponari) telah meneweskan empat orang korban akibat saling berdesakan. Masyarakat rela antri berhari-hari demi mendapatkan air yang di celupi batu ajaib itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara medis, apa yang dilakukan para dukun itu tentu tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Mungkin bila suatu saat nanti pemerintah berusaha membuktikan secara ilmiah dengan kacamata medis, tidak akan ditemukan bahwa dalam batu yang dicelupkan pada air milik ketiga bocah yang sama-sama masih duduk di bangku Sekolah dan Siti Rohmah itu memiliki unsur obat. Usaha tersebut tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemerintah. Langkah pemerintah di Madura patut mendapatkan apresiasi yang nantinya jika Rido’i terkenal dan banyak dipercaya masyarakat sebagaimana Ponari Jombang maka pemerintah akan melakukan uji secara medis pada batu milik Rido’i apakah batu tersebut mengandung unsur obat atau tidak (Radar Madura-Jawa Pos Group, 22/02/2009). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rasional, mustahil sebuah batu bisa mengobati seseorang yang sedang menderita sakit. Karena dalam penelitian belum pernah ditemukan ada batu yang mengandung obat. Tetapi apapun rasionalisasi yang diberikan, yang jelas masyarakat telah mempercayai kenyataan irrasional tersebut. Sebab, menurut mereka bukan batunya, tetapi di balik batu tersebut yang mengandung unsur kekuatan ghaib dan bisa menyembuhkan penyakit walau tidak bisa diprediksi akal sehat. Apalagi, masyarakat beranggapan bahwa tidak semua orang yang sedang sakit seperti kangker dam lain-lain dapat sembuh dengan berobat ke Rumah Sakit. Banyak orang yang berobat ke Rumah Sakit, tetapi pulang dengan kecewa karena selain biaya sangat mahal telah dihabiskan, tetapi kenyataannya si sakit tetap tergeletak dan tidak sembuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berobat kemana saja merupakan proses menuju kesembuhan. Semua hanyalah salah satu bagian dari usaha menuju kesembuhan yang sakit. Sebagai proses, masyarakat lebih memilih yang jauh lebih murah karena sama-sama belum tentu bisa menyembuhkan penyakit. Munculnya Ponari dan Rido’i dan baru-baru Dewi siswi SMP merupakan cara dan usaha lain masyarakat menuju kesembuhan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak rasional dan tidak bisa di uji secara medis, namun para dukun itu tetap di percaya dan lebih dipilih masyarakat tempat berobat, dengan alasan sarana pengobatan mereka (dukun cilik dan batu bicara) itu relatif jauh lebih terjangkau oleh kondisi ekonomi masyarakat. Dengan Rp. 3000 atau se-ikhlasnya, mereka bisa mendapatkan obat. Inilah bukti lain ketidakberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan lain kata, masyarakat bukan tidak percaya untuk pergi berobat ke Rumah Sakit. Namun karena jeratan ekonomi yang menghantui, maka apapun caranya walau sulit diterima akal sehat akan dilakukan masyarakat demi kesehatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti bahwa apapun caranya akan dilakukan masyarakat demi menjaga kesehatan adalah kasus pengobatan alternatif lain sebagaimana kasus yang terjadi di Basoka Rubaru Sumenep Jawa Timur. Sunaberiye terkenak penyakti akut, dukun berganti dukun, tetapi penyakitnya tetap tidak bisa disembuhkan, untuk di bawa ke dokter atau Rumah Sakit, tidak memiliki biayai. Akhirnya datang seseorang yang mengaku alumni dokter di salah Rumah Sakit Pamekasan Jatim memberikan jasa pengobatan murah. Pihak keluarga mempercayai dan bahagia karena berharap si korban bisa sembuh. Pengobatan pun dilakukan sehingga si dokter gadungan itu melakukan operasi. Tak plak lagi, bukan menyembuhkan tetapi bertambah parah. Sunaberiye harus di larikan ke Rumah Sakit. (Radar Madura, 21/02/2009). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat sangat lembah sehingga pengobatan alternatif apapun dilakukan meski membahayakan dirinya. Masyarakat tidak mampu mengelurkan biaya berobat ke Rumah Sakit yang sangat mahal. Sepertinya, masyarakat baru akan berobat ke Rumah Sakit jika terpaksa, bukan berangkat dari kesadaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang tinggal pedesaan, dengan penghasilan pas-pasan, mereka jarang membawa keluarganya yang menderita penyakit parah walau kondisinya kritis akan di bawa ke Rumah Sakit. Alasannya satu: biaya Rumah Sakit mahal. Bagi kalangan birokrasi pemerintah, mungkin alasan tersebut tidak diterima karena bagi masyarakat miskin sudah ada program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dari pemerintah yang (rencana program itu) memberikan pelayanan gratis dan maksimal pada masyarakat miskin dengan syarat mendapat keterangan Kepala Desa (Kades).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenyataan itu tidak terlalu diminati masyarakat miskin. Mereka justru lebih berani berhutang demi nyawa dan kesehatan dirinya daripada mengikuti program Jamskesmas. Sebab, timbul kesen dan bukan hanya kesan tetapi kenyataan bahwa pengobatan memakai jalur Jamkesmas pelayanannya jauh berbeda dengan mereka yang membayar. Tidak heran bila sering kali terjadi pemberontakan di Rumah Sakit gara-gara pasien tidak dilayani dengan maksimal. Dengan demikian, realitas kepercayaan masyarakat pada pengobatan alternatif seperti para dukun tersebut merupakan wujud ketidakberdayaan perekonomian masyarakat di tengah-tengah mahalnya biaya Rumah Sakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-3326891948967030748?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/3326891948967030748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=3326891948967030748' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3326891948967030748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3326891948967030748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/02/dukun-cilik-batu-bicara-dan-biaya-rumah.html' title='Dukun Cilik, Batu Bicara dan Biaya Rumah Sakit'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M2xSGWqG5QQ/SaLADUH45pI/AAAAAAAAACM/lD1p21EM714/s72-c/Rumah_Sakit_Umum_Daerah_Kasongan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-6935924304462048637</id><published>2009-02-20T21:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T05:37:31.614-08:00</updated><title type='text'>Terminal Hikmah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;Saya adalah orang yang paling tidak rajin Shalat subuh (mungkin se-dunia). Ketika adzan pertama dikomandangkan oleh muadzin sebagai tanda masuknya fajar kidzib, saya hanya pergi ke Jeding untuk menunaikan hajat kecil (ber-seni). Setelah itu, masuk kamar memperbaiki selimut dan tidur lagi, bukan mengambil wudluk dan melaksanakan qiyamul lail, shalat tahajjud. Beberapa menit kemudian, muadzin mengumandangkan adzan lagi sebagai tanda masuknya Fajar shodiq, yakni masuknya waktu Subuh yang sebenarnya. Adzan kedua kali ini, Muadzin sebelum mengkhiri adzannya, menambakan kalimat Ashsholatu Khoirum Minannaum sebanyak dua kali seperti yang dilakukan Bilal pada masa Rasullah, yang berarti Shalat lebih baik daripada tidur. Tetapi meski tahu itu, tetap saja saya memperbaiki selimut untuk tidur. Tidak bersegera menunaikan Shalat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saya mengambil al-Quran terjemahan, saya baca kalimat perkalimat, terutama yang berbahasa Indonesia, sebab saya tidak tahu maknanya jika harus membaca yang bertuliskan arab. Jika terpaksa saya membaca yang bertulis arab, bukan dalam rangka ingin faham maksud dari kandungan al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad itu, tetapi lebih karena ingat kata seorang guru di Annuqayah dulu, bahwa orang yang membaca al-Quran walau tidak tahu maknanya akan mendapat pahala dari Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya baca kalimat-perkalimat dari al-Quran terjemahan itu, saya menemukan kalimat ''Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. '' (QS. An-Naba': 9). Ah, kali ini sepertinya saya menemukan alasan tidak bangunnya saya ketika waktu subuh. Selesai membaca, saya merenung dan berfikir panjang, mengingat kembali apa-apa yang dikatakan guru di sekolah dulu. Setelah lama termenung dalam kebingunan, ternyata ini bukan alasan tepat untuk membenarkan tidur ketika waktu shalat Subuh. Sebab, kata pak ustadz, shalat subuh merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap muslim yang beriman. Tidurnya saya, mungkin karena terbuai oleh nikmatnya tidur sehingga mencari alasan untuk membenarkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, saya benar-benar begok, goblok, dan tidak pernah mau berusaha bangun untuk shalat subuh. Padahal, waktu tinggal di pesantren dulu, saya adalah santri paling rajin shalat subuh dan paling malam bangun ketika teman-teman santri yang lain masih terlelap dalam mimpi indah dan buruknya. Apa ketika bangun sepertiga malam waktu di pesantren dulu karena saya takut pada tongkat pukulan keamanan pengurus pesantren sehingga terpaksan bangun agak malam? Bukan karena ikhlas demi Tuhan. Saya tidak tahu, udah lupa kejadian sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah saya. Tapi saya punya keinginan besar untuk bangun subuh dan melaksanakan shalat subuh serta bangun sepertiga malam atau bahkan lebih awal seperti ulama yang tidak pernah bosan bertahajjud meski cuaca dingin. Sebab, waktu itu sangat istijabah. Konon, kala itu, Karunia-Nya turun; Maghfirah-Nya datang, dan Kasihsayang-Nya menyelimuti hamba yang menengadah, memohon dan meminta dengan ikhlas. Sepertiga malam bagai terminal  kehadiran hikmah-Nya. Siapa yang datang di “terminal” itu, akan dipenuhi permintaannya. Akan dikabuli segala permohonannya. Tapi, saya yang hanya punya keinginan tanpa usaha, tidak “mendapat” hikmah-Nya dech. Sebab, keinginan yang kuat tanpa dibarengi dengan usaha maksimal, sama halnya dengan orang yang ingin minum air kelapa tetapi tidak pernah berusaha untuk memanjat pohonnya. Walhasil, hanya harapan bertubi-tubi yang tidak pernah menikmati hasilnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya masih punya obsesi tinggi bangun malam dan bermunajat dalam sujud  ketika sepertiga malam terakhir. Karena saya tahu bahwa waktu fajr kidzib itu, permuhonan apapun akan dipenuhi oleh yang Maha Kuasa. Misalnya, mohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukan, maka jika meminta ampun dengan ikhlas dan berniat tidak mau mengulanginya lagi akan dipenuhi permintaannya oleh Allah. Saya ingin banget melakukan itu, karena saya tahu dalam hadis Qudsi, Allah berfirman bahwa pada saat sepertiga malam terakhir bagi siapa yang bermunajat kepada-Nya akan dikabulkan, yang memohon ampun akan diampuni, yang berdoa akan dikabulkan. Tetapi mengapa saya tetap tidak bisa melaksanakan?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah mendengar bahwa Allah SWT menjanjikan kedudukan terpuji bagi mereka yang mendirikan sholat tahajud (QS. Al-Israa': 79). Saya juga pernah mendengar, bahwa jika seseorang tidak tidur waktu subuh hingga waktu dhuha (matahari sepenggalan naik) dengan membaca amalan-amalan yang telah di Annjurkan Nabi, maka Allah akan memberikan keberkahan besar pada hamba yang melakukan itu. Tetapi mengapa saya belum bisa melaksanakannya dengan baik. Apakah saya termasuk orang yang hanya puas dengan sekedar tahu tanpa mempeperaktekkan apa yang telah sedikit diketahui? Alangkah naifnya diri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Kau Maha Kekal, Kau Maha Pintar, Kau Maha Kreatif, Kau Maha Cerdas, Kau Maha Pencipta, Kau Maha Mengetahui, Kau adalah Maha di atas semua hamba yang memiliki titel maha, seperti “maha”siswa atau “maha”raja. Kau adalah Maha atas segala “maha”. Ya Allah, Ampunilah segala kelengahan hamba. jangan biarkan hamba ini terperosok di jalur lalulintas keterpurukan. Berikan jalan dan kekuatan pada hamba agar hamba bisa melaksanakan ibadah dengan ikhlas tanpa terpaksa. Agar pula terminal hikmah-Mu yang sangat indah dapat hamba rasa. Pada-Mu hamba berserah diri.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu a'lam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NB &lt;/span&gt;: Tulisan yang berjudul "Menghindari Politisi Instan" telah di Posting ke : www.sumenepbarometer.blogspot.com beberapa waktu lalu. Trim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-6935924304462048637?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/6935924304462048637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=6935924304462048637' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6935924304462048637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6935924304462048637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/02/terminal-hikmah.html' title='Terminal Hikmah'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-2641622960651662234</id><published>2009-02-08T08:26:00.000-08:00</published><updated>2010-07-12T06:14:11.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Meneladani Tradisi Menulis Ulama Salaf</title><content type='html'>Pesantren memiliki tradisi unik dan unggul yang tidak akan didapat pada lembaga lain. Dan salah satu keunikan yang dimiliki pesantren itu adalah tradisinya dalam mengembangkan warisan keilmuan ulama salaf (assalafushaleh). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaiman telah banyak diketahui bahwa Islam pasca meninggalnya Rasullah memiliki masa kejayaan, yang dikenal dengan masa keemasan Islam, berkisar abad III-V H dimana berbagai teori pemikiran Islam mencapai puncak kejayaannya. Saat itu, keilmuan dan pengembangan pemikiran Islam terus berkembang. Hal itu semakin melijit setelah pemerintah, selain terus melebarkan kekuasaan Islam, juga memberikan ruang kebebasan terhadap pemikir muslim untuk mengembangkan keilmuannya, sehingga masa itu lahir gerakan penerjemahan terhadap karya-karya filosof Yunani. Yang pada gilirannya membuka ruang yang inklusif bagi tumbuhnya pemikiran Islam. Perkembangan pemikiran abad ini seperti suatu era yang melampoi zamannya. Para ulama giat dan gigih menggali ilmu pemikiran Islam. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan pemerintah sehingga Islam benar-benar jaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada generasi berikutnya, realitas tersebut terlihat sebagai ciri khas ulama salaf pada masa keemasan Islam. Seakan bukan ulama salaf jika tidak memiliki ghairah tinggi memperdalam ilmu agama. Untuk itu, kiranya penting ditiru spirit mereka dan kehausan mereka terhadap pengetahuan, mereka berusaha dengan keras tanpa mengenal waktu. Munculnya ulama fiqih, mufassir, muhaddis, filosof yang sering kita lihat dan kaji karya mereka sekarang merupakan bukti keseriusan mereka dalam berusaha mendapatkan pengetahun baik tentang Islam dan yang lain. Ibnu Sina misalnya, ia terkenal sebagai ahli dalam bidang kedokteran. Ibnu Rusydi terkenal sebagai filosof Islam. Imam Al-Ghazali masyhur karena tasawwufnya. Mereka bisa terkenal dengan keahlian masing-masing karena mereka bersungguh-sungguh menggali pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian-kajian terhadap berbagai karya besar mereka itu, saat ini hanya bisa di dapat di pesantren. Tidak pada lembaga lain. Itulah pesantren menjadi unik dan unggul. Karya-karya mereka dikaji dan dikembangkan pesantren. Setiap waktu di pesantren terus mengaji dan mengkaji kitab kuning, karya ulama salaf, dengan model penjelasan dan pengajaran sorogan yang sangat sederhana dan terkesan apa adanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model yang dikembangkan pesantren tersebut bukan berarti pesantren jumud dan ekslusif terhadap sistem modern. Akan tetapi, dengan model tersebut, pesantren justru ingin menjelaskan kepada khalayak publik bahwa untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tidak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya sebagaimana munculnya kapitalisasi pendidikan seperti masa sedang marak terjadi di sekolah-sekolah formal berijazah. Model sorogan warisan ulama salaf tersebut mengindikikasikan bahwa untuk mendapatkan pengetahun bisa dilaksanakan dimana saja, Mushalla, Masjid dan di lapangan sekalipun dapat diterapkan dan seorang santri bisa mempelajarinya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain itu, model pengajian di pesantren tersebut, juga ingin menandaskan bahwa pola hidup sederhana sangat penting digalakkan. Hidup sederhana dan mensyukuri segala karunia yang diberikan Allah merupakan tuntutan Islam yang mesti ditradisikan. Memasak nasi sendiri di pesantren misalnya, merupakan contoh lain dari upaya melekatkan pola hidup sederhana pada kaum santri. Sebab, kesenangan, kepuasan dan kesejahteraan hidup bukan terletak pada kemewahan rumah, mobil mewah, HP termahal dan kekayaan harta. Tetapi pada jiwa yang lapang serta mau menerima segala nikmat Allah dalam bentuk apapun. Mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bagian dari dari keunikan pesantren dan tidak dimiliki lembaga lain. Siswa pesantren atau lebih tepatnya kaum santri tidak diwajibkan berseragam dengan biaya mahal untuk mendapatkan pengetahuan. Bagi orang-orang pesantren, siapapun yang inggin mendapat pengetahuan Islam, cukup dengan datang ke pesantren, sowan kepada kiai pengasuh pesantren dan mengatakan bahwa dirinya ingin menimba ilmu agama. Pada pesantren, siapapun baik kaya, miskin atau siapaun dapat diterima untuk menjadi santri dan menimba ilmu dengan tanpa harus melihat latar belakang ekonomi keluarga. &lt;br /&gt;Mungkin tradisi unik itu yang mampu melanggengkan lembaga tertua ini bertahan dan berkembang hingga kini. Meski gempuran zaman dengan berbagai teori baru, namun tidak terlalu berpengaruh pada lembaga pesantren. Pesantren tetap konsisten dengan pendiriannya sebagai pengembang pemikiran Islam dan penyebar pengetahuan Islam. Kometmen tersebut dapat pula dikatakan bahwa pesantren banyak meniru pola yang terjadi pada masa keemasan Islam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang masih belum ditiru dan dikembangkan pesantren dari ulama salaf adalah semangat kretifitasnya. Terbukti, karya ulama salaf itu hanya dibaca berulang-ulang tanpa ada usaha untuk melakukan pengkajian lebih mendalam dan memberi kritikan terhadap karya mereka. Lebih naif lagi, karya mereka dianggap sebagai kebenaran mutlak yang tidak bisa di otak-atik. Implikasinya, pemikiran Islam mandul tak berkembang. Kalaupun ada yang berusaha melakukan kajian seperti yang diusahakan Ulil Absar Abdallah bersama komunitas JIL (Jaringan Islam Liberal) nya, tapi ternyata mereka masih menyadur pemikiran lama dengan kemasan baru. Cuma usaha tersebut sudah mendingan ketimbang tidak ada sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting ditiru dari ulama salaf adalah semangat mendokomentasikan pemikiran mereka dalam bentuk tulisan. Dan ternyata tradisi menulis seperti ulama salaf itu yang masih sangat lemah di pesantren. Santri dan bahkan pengasuhnya sekalipun, sangat sedikit dan bisa dihitung dengan jari yang bisa menerjemahkan pemikiran dan hasil kontemplasinya dalam bentuk tulisan. Kaum sarungan tidak menyadari bahwa mereka sampai dengan karya ulama salaf karena ulama mampu mewujudkan pengetahuan mereka dalam bentuk tulisan. Kaum santri hanya berdialektika dengan pemikiran mereka tanpa melihat dibalik perjuangnya untuk menghasilkan pemikiran tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sudah saatnya pesantren dan kaum santri meniru pola gerakan yang dilakukan ulama salaf dalam memproleh dan mentransformasikan keilmuannya. Bukan hanya takdzim dengan pemikirannya. Tatapi juga patuh (meniru) dengan usaha untuk mendapatkan pemikiran kreatif. Ulama Salaf tidak hanya membaca dan mengkaji, tetapi berkontemplasi dan kemudian menerjemahkan pemikirannya dalam bentuk tulisan. Akhirnya, jika kreatifitas menulis dikembangkan kaum santri, akan menjadi dakwah sejati bagi umat Islam dan untuk generasi mendatang nanti. Dan pada akhirnya, pesantren tidak akan disebut lembaga eksklusif bila telah mampu melahirkan pemikiran kreatif serta ide-ide cerdas demi pengembangan dan dakwah Islam sesuai dengan visi dan misi pesantren.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-2641622960651662234?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/2641622960651662234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=2641622960651662234' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/2641622960651662234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/2641622960651662234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/02/meneladani-tradisi-menulis-ulama-salaf.html' title='Meneladani Tradisi Menulis Ulama Salaf'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-1283963916628074773</id><published>2009-01-26T07:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T08:05:07.918-08:00</updated><title type='text'>Peluang Caleg 2009</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;            Suatu ketika, seoarng anak muda memberi stiker salah satu caleg pada seorang petani. Sambil memberi stiker itu, pemuda berkat : ini gambar Caleg terbaik kita nanti pak. Petani berkata : ini Caleg yang “&lt;i&gt;Sae” &lt;/i&gt;ya? Betul, itu Caleg &lt;i&gt;sae &lt;/i&gt;(baik) untuk dijadikan sebagai wakil kita di DPR, jawab pemuda. Petani : Maksud saya, apada ada “&lt;i&gt;saeketnya” &lt;/i&gt;(50.ribu-nya) gitu&lt;i&gt;?&lt;/i&gt; Anak muda yang memberi stiker itu hanya geleng-geleng kepala. &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Cerita tersebut mengisyarakat bahwa politisi yang ber-uang lebih mudah diterima masyarakat pada pilcaleg 2009. Bukan karena potensinya tetapi karena uangnya. Sebagaimana diketahui bahwa pasca putusan MK yang mengharuskan suara terbanyak dalam pemilihan legislative 2009, memiliki pengaruh besar terhadap jalannya perpolitikan dan politisi di tanah air. Keputusan Mahkamah Konsitisi itu mengindikasikan bahwa nomor urut calon tidak terlalu berpengaruh lagi. Meski caleg telah menduduki nomor urut satu, belum pasti akan menjadi anggota dewan. Sebab, nomor urut satu saat ini bukan berarti nomor urut jadi. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Berbeda dengan pemilu legislative 2004. Waktu itu, perebutan nomor urut satu benar-benar menjadi harga mati. Bahkan sebelum keputusan MK bergulir, para politisi masih “berperang” dalam partainya dengan sesama pengurus partai memperebutkan nomor urut satu. Karena nomor urut sangat menentukan jadi tidaknya caleg menjadi anggota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kini hal itu “tidak” lagi berlaku. Dengan keputusan MK, peluang caleg yang berada di nomor urut buncit, sama dengan caleg yang berada dinomor urut satu. Maka pada saat ini banyak politisi yang mencari cara lain untuk mendulang suara banyak pada pemilihan legislative mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Salah satu cara yang marak digunakan para politisi adalah cara lama yakni menggunakan jalur tokoh kharismatik. Mereka (politisi) diantaranya menggunakan identitas kiai meski tidak berlatar keluarga itu agar dapat dipercaya masyarakat. Banyaknya stiker caleg yang mulai beredar namanya sudah berawalan “K”, kiai, menjadi bukti kongkrit. Padahal sebelum menjadi caleg tidak ditemukan nama berawalan itu. Jika nama mereka tidak menggunakan awalan itu, politisi itu meletakkan gambar tokoh-tokoh besar dan nasional dibelakang stikernya. Semua itu sah-sah saja…! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Cuma hal itu dapat dikatakan sebagai kebohangan public karena mereka membangun kepercayaan masyarakat bukan dengan potensi dan kapabelitas diri sebagai politisi. Mereka menggunakan identitas lain bukan visi misi untuk masyarakat. Bukan pula dengan &lt;i&gt;civic education&lt;/i&gt;, tetapi justru &lt;i&gt;lay public&lt;/i&gt; dengan janji-janji seperti prilaku politisi lama yang tiada bukti. Padahal seandainya model membangun kepercayaan masyarakat dengan pendidikan politik, rakyat akan lebih percaya mereka untuk menjadi anggota dewan. Artinya, peluang lebih besar, sebab masyarakat lebih memahami visi dan misi yang diemban untuk masyarakat. Selain itu, masayakat juga akan lebih memahami arti penting politik dan jalannya proses demokrasi di Indonesian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Selain jalan itu, politisi menggunakan jalan alternative lain yakni dengan money politic. Hakikatnya problem money politik bukan hanya sekarang. Setiap pesta demokrasi di negeri ini mulai dari tingkat desa hingga presiden, selalu menjadi menu utama. Tetapi saat ini, peluang terjadinya money politic lebih parah dan lebih besar dari tahun sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bagi politisi ber-uang, maka uang akan dijadikan senjata pemungkas untuk mendulang suara. Apalagi kesempatan dan peluang mereka sama dengan nomor urut yang lain. Mereka pasti akan berani membeli sembako atau memenuhi kebutuhan masyarakat apa saja agar rakyak memilihnya, politisi ber-uang tidak akan segan-segan membeli suara masyarakat dengan harga berapapun selagi masih bisa dibeli. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Anekdot di atas adalah jawaban dan gambaran realitas masyarakat sekarang. Hal itu bukan berarti masyarakat kita bodoh. Tetapi karena mereka berangkat dari kekecewaan pada politisi yang menjadi anggota dewan sekarang yang tidak memberikan konstribusi apa-apa untuk kesejahteraan masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dengan demikian, jika tidak ada langkah dan gerakan yang lebih mantab dan konkrit dan pengawasan maksimal dari yang pihak berwajib maka politisi ber-uang akan lebih berpeluang menjadi anggota dewan 2009.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.cahayapemikiran.blogspot.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-1283963916628074773?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/1283963916628074773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=1283963916628074773' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1283963916628074773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1283963916628074773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/01/peluang-caleg-2009.html' title='Peluang Caleg 2009'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-81546133889103810</id><published>2009-01-23T04:01:00.000-08:00</published><updated>2010-07-17T06:18:17.993-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Kerapan Sapi ; Tradisi yang Menyiksa</title><content type='html'>&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;            &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Setelah berhari-hari tinggal di rumah bersama keluarga, saya berencana pergi ke kota Sumenep. Ingin berkumpul dan ngobrol dengan manusia pergerakan di Cabang PMII. Waktu itu, saya telah persiapkan segala sesuatu, mulai dari Tas berisi sarung, sabun dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;beberapa peralatan lain. Tak lupa juga uang saku yang pas-pasan. &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Namun, tanpa diduga, setelah saya siap berangkat dengan sepeda motor hasil pinjaman (sepeda saya dikenak sita karena tidak mempu melunasi), bibi, saudara ibu, sakit panas secara mendadak dan harus di opname di Rumah sakit Ambunten Sumenep Madura. Akhirnya, saya gagal pergi ke Sumenep. Saya harus ikut ke Ambunten. Sebenarnya, keluarga tidak terlalu berharap saya ikut ke rumah sakit. Cuma, kata tetangga : &lt;i&gt;tengka. &lt;/i&gt;Masak saudara ibunya sendiri sakit, tidak ikut. Apa kata dunia…!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kini, bertepatan dengan 16 Januari 2009 saya sudah berada di Rumah sakit. Meladeni bibi dengan segala kebutuhannya. Mulai dari membeli makanan ke warung nasi hingga mengantarkannya ke Jeding saat dia mau pipis. Suatu ketika, saya ngobrol dengan orang-orang senasib di sekitar saya. Mereka memberi kabar bahwa besok ada lomba Kerapan Sapi. Kontan saja saya bertanya, di mana? Lapangan depan rumah sakit ini, jawab merekat singkat. Terus terang, seumur hidup hingga sekarang berumur 26 tahun, saya tidak pernah menonton Kerapan Sapi. Padahal, konon itu adalah tradisi orang Madura, tapi orang Madura sendiri seperti saya tidak tahu seperti apa Kerapan Sapi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dulu, waktu saya masih kecil, ingin sekali nonton kerapan sapi. Tapi waktu orang tau masih hidup, mereka tidak pernah mengizinkan saya menonton tradisi turunan itu. Ortu beralasan menonton dan melakukan Kerapan Sapi haram. Entah dari mana almarhum bapak dan ibu saya mendapatkan dalil keharamannya. Saya tidak banyak tanya, dan ikut saja apa kata mereka. Jika nanti saya nonton Kerapa Sapi, bukan berarti melanggar peraturan orang tua, tapi karena kebetulan saja pergi mengantarkan orang sakit dan berbarengan dengan acara Kerapan Sapi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Matahari mulai muncul dari peraduannya, bunyi gamelan dan &lt;i&gt;gendingan&lt;/i&gt; dari lapangan mulai menelusuri ruang-ruang rumah sakit. Wajar, tempat Kerapan Sapi memang tepat berada didepan rumah sakit swasta itu. Sekeliling area mulai jam 07.00 WIB di tutup, orang-orang yang mau masuk lapangan harus bayar karcis. Tak peduli apakah mereka mau menjenguk keluarganya yang sedang dirumah sakit. Yang penting, bagi mereka yang mau ke area perlombaan hewan harus membayar karcis karena semua orang yang datang dianggap penonton. Jadi wajib bayar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kini, Sapi-sapi dengan iringan gendingan mulai dan terus berdatangan. Hewan itu sebelum dilombakan, tampak mulya. Ia dikawal bak sang raja yang turun dari singgasana menuju medan pertempuran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sekitar jam 09.30 WIB perlombaan dimulai. Masyaallah, lari sapi benar-benar kencang. Di belakangnya ada satu orang yang sedang memandu jalannya sapi. Istilahnya &lt;i&gt;tokang tongkok. &lt;/i&gt;Kebanyakan yang menjadi &lt;i&gt;tokang tongkok&lt;/i&gt; adalah anak kecil umurnya kisaran 12-16 tahun. Mengambil anak usia itu, agar tidak memberatkan Sapi ketika di medan pertempuran sehingga larinya bisa kencang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Waktu itu, saya menonton di depan rumah sakit, tidak beranjak. Jaraknya sekitar 50 m ke Lapangan. Tapi hati tetap heran, mengapa hewan itu sengat kencang larinya, apa karena disorak-soraki dari belakang dengan berbagai bunyi-bunyian yang sangaja ditabuh oleh sang pemilik Sapi? Tidak mungkin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tidak puas dengan jawaban yang sangaja saya kelola, akhirnya saya beranikan diri mendekat ke garis start. Saya harus melihat dengan mata kepala sendiri apa yang dilakukan untuk hewan itu sehingga bisa lari sekenjang itu. Sebab, di daerah saya, desa Basoka, biasanya hewan itu digunakan untuk membajak sawah dengan pelan, kok sekarang larinya bisa kencang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya mendekat. Melihat langsung apa yang terjadi. &lt;i&gt;Masyaallah&lt;/i&gt;, hati bergetar, ternyata sebelum Sapi itu berangkat, ia diberi Balsem Galiga di matanya, anusnya diberi cabe dicampur air, bokongnya dilukai menggunakan paku. Paku itu berbentuk cracak yang tajam. Dipukul dengan pecut. Setelah sang komandu mengangkat bendera, barulah sapi itu dilepas dengan seorang &lt;i&gt;tokang tongkok&lt;/i&gt; sambil mencoblos-coblos bokong dan anus sapi dengan menggunakan paku. Sapi lari sangat kencang. Dilihat dari belakang, sapi itu mengalirkan darah segar bahkan ada yang kulitnya terkelupas gara-gara kuatnya tusukan paku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hati saya terus membrontak, apa tradisi ini yang harus dilestarikan? Apakah itu tidak termasuk penyiksaan terhadap hewan ciptaan Allah. Jujur saja, hati saya menangis. Andai tusukan paku itu dan ketika sudah luka masih diberi cabe dan matanya diberi balsam Galiga di coba kepada manusia, apa tidak meresa sakit. Siapa yang tidak akan kencang larinya, meski manusia sekalipun, bila di tusuk-tusuk dengan paku hingga luka dan terkelupas kulitnya? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hewan adalah makhluk Tuhan yang juga memiliki rasa sakit seperti manusia. Perbedaan manusia dengan hewan hanya terletak pada akal dan pikirannya. Manusia adalah hewan yang berakal. Tapi, bukan berarti akal manusia digunakan untuk menyiksa hewan tak berakal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apakah contah Kerapan Sapi ini yang dimaksud ucapan guru saya di Annuqayah dulu bahwa terkadang manusia lebih rendah dari hewan? Tidak tahu. Saya juga tidak dapat memberi label dosa pada mereka sebab urusan dosa atau tidak adalah sepenuhnya hak Tuhan. Yang jelas, menyiksa makhluk Tuhan yang tak bersalah adalah perbuatan yang tidak pernah dianjurkan dalam Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebenarnya, beberapa tahun lalu, sewaktu KH. Khalil masih hidup, tradisi Kerapan Sapi sempat hilang dan tidak ada. Tidak ada orang yang berani melaksanakan lomba Kerapan Sapi, karena jika melakukan itu, maka KH.Khalil tidak segan-segan mengejar dan menghajar para pelakunya. Tapi setelah KH. Khalil pulang ke Rahmatullah tradisi yang sangat menjengkelkan itu, mulai menguak lagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lalu siapa saat ini yang dapat kita andalkan untuk memperjuangkan dan melawan perbuatan penyiksaan terhadap ciptaan Tuhan itu? Islam mengajarkan agar menghormati dan memelihara segala ciptaan Tuhan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-81546133889103810?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/81546133889103810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=81546133889103810' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/81546133889103810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/81546133889103810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/01/kerapan-sapi-tradisi-yang-menyiksa.html' title='Kerapan Sapi ; Tradisi yang Menyiksa'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-3924114437915983516</id><published>2009-01-21T06:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T22:02:23.363-08:00</updated><title type='text'>Kata Seorang Sahabat...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cinta&lt;/span&gt; bukanlah Matematika yang bisa dihitung jumlahnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bukan Ekonomi yang menerapkan materi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;bukan pula PPKN yang dituntut Undang-Undang Dasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi Cinta adalah sejarah yang dapat dikenang sepanjang Masa.&lt;br /&gt;Lalu, siapa yang telah merasakannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta itu, sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana ada orang jatuh tidak sakit.&lt;br /&gt;lagian, tidak ada orang sengaja jatuh.&lt;br /&gt;disebut jatuh, iya karena tidak sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya orang "jatuh cinta" itu pasti sakit.&lt;br /&gt;Coba "turun cinta",&lt;br /&gt;apa akan sakit juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-3924114437915983516?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/3924114437915983516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=3924114437915983516' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3924114437915983516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/3924114437915983516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2009/01/kata-seorang-sahabat.html' title='Kata Seorang Sahabat...'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-8225842357593987580</id><published>2008-12-30T05:16:00.000-08:00</published><updated>2010-07-12T06:14:42.022-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Dari Maksiat Menuju Taqwa</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="FI"&gt;Umat muslim baru saja memasuki tanggal 1 Muharram 1430 H. Tanpa terasa, hari telah berganti bulan, bulan berganti tahun dan tahun berganti tahun begitu seterusnya. Waktu terus berjalan sesuai dengan garis edarnya tanpa menghiraukan prilaku manusia yang tidak bisa lepas dari ruang dan waktu. Apakah yang dilakukan manusia telah sesuai dengan ketentuan Islam, waktu tidak bertanggung jawab. Ia terus mengalir tak terbatas dan tanpa mempedulikannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="FI"&gt;Maka dengan bergantinya waktu itu, mengindikasikan bahwa umur semakin berkurang. Sementara, ajal semakin mendekat. Padahal, amal ibadah untuk meningkatkan ketaqwaan dan mengutkan keberimanan kepada Allah sebagai investasi diri di akhirat kelak, belum sempurna. Masih terdapat banyak ”lubang” menganga penuh kekurangan dan dosa. Sedangkan karunia Allah terus mengalir &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;deras tiada henti. Seperti sinar matahari yang menyinari bumi tanpa bosan. Dari itu, rasanya terlalu sombong dan terlalu dini bila ada manusia mengaku sebagai hamba Allah paling bertaqwa dan paling mesyukuri karunia-Nya yang tak terhingga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="FI"&gt;Sebab, setiap saat kebanyakan manusia masih mengagumkan dan ”gila” dunia, jarang –untuk tidak mengatakan tidak ada — yang mencintai akhirat. Terbukti, berbagai kesibukan demi kepentingan dunia seperti kesibukan di ruang kerja, kantor, ladang dan tempat lain selalu dinomor satukan dibandingkan dengan kepentingan akhirat yang lebih kekal. Ketika muadzin mengumandangkan adzan sebagai tanda masuknya waktu Shalat misalnya, kita belum bisa dengan segera melaksanakannya, masih menunda sampai selesainya pekerjaan yang sedang digarap. Yang lebih parah, seringkali umat Nabi Muhammad yang lemah iman, mencari-cari alasan rasional untuk tidak melaksanakan shalat. Bahkan kalaupun melaksanakannya, dikerjakan dengan terburu-buru seakan dikejar waktu. Padahal shalat merupakan tiang agama. Shalat adalah ruh ajaran Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="FI"&gt;Maka dengan datangnya tahun baru hijriyah ini, diharapkan menjadi semangat baru untuk lebih mengokohkan dan meningkatkan keberimanan kepada Allah. Pada tahun baru hijriyah, umat muslim juga dapat menelaah sejarah hijrahnya Rasulullah SAW. dari kota Makkah menuju kota Madinah (al-madinah al-nabi). Spirit yang terkandung dalam peristiwa hijrah yang sangat sakral itu tidak hanya kepindahan Rasulullah menuju Madinah, tetapi mengandung semangat perjuangan melawan nafsu setan, dan setiap muslim harus ”hijrah” dari kehidupan maksiat yang melemahkan keberimanan kepada Allah menuju kehidupan yang dapat meningkatkan ketaqwaan pada sang khaliq. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="FI"&gt;Dengan demikian, bila pada waktu-waktu sebelumnya seringkali melakukan perbuatan yang tidak diridhai-Nya serta berulang kali melanggar ketenntuan Allah, maka selayaknya bertaubat dengan sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali pada masa mendatang (taubatan nasuha). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;Sebab, manusia tidak dapat mengetahui dengan pasti kapan nyawa akan dicabut Malaikat Maut. Apakah besok, lusa, bulan depan, tahun mendatang atau bahkan sebentar lagi, tidak ada yang mengetahuinya. Dalam al-Quran disebutkan bahwa jika datang ajal mereka maka tidak ada yang bisa memundurkan atau memajukan ajal itu. Dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;Tidak satupun makhluk di dunia yang dapat mengelak dari janji-Nya. Setiap hamba Allah pasti akan mengalami mati. Tidak ada makhluk yang kekal hidup di dunia. Setiap sesuatu yang selain Allah adalah baru, dan tidak ada keabadian bagi yang baru. Kekelan dan keabadian hanya milik Allah, Tuhan sang pencipta. Manusia dan makhluk lain hanya numpang sementara pada ”kendaraan” bernama dunia. Sebagai penumpang, tentu tidak selayaknya bersikap sombong dan ego diri, karena penumpang tidak mempunyai hak untuk memiliki kendaraan yang ditumpanginya. Dan penumpang bertugas ”membayar ongkos” kendaraan dunia, yakni dengan beriman dan bertaqwa kepada sang pemilik kendaraan, yakni Allah penguasa dan pemilik alam dan seisinya. Untuk itu, segera bertaubat, jangan menunda waktu. Pekerjaan menunda-nunda adalah perbuatan setan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;Selain itu, peristiwa perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah menuju kota Madinah yang menjadi awal lahirnya tahun hijriyah, terdapat pula peristiwa maha dahsyat yakni turunya al-Quran. Kitab suci umat Islam. Al-Quran sebagai kalam Allah, selain berisi tuntunan kehidupan sosial, berkeluarga dan bermasyarakat, dalam al-Quran terdapat pula ajaran mengenai keberimanan dan ketaqwaan untuk mendekatkan diri kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;Berbagai tuntunan yang termaktub dalam kitab sucii al-Quran tidak hanya untuk dijadikan sebagai bentuk ajaran yang hanya terlihat dan dibaca pada mushaf, namun harus diejawantahkan dalam kehidupan nyata. yakni kehidupan sehari-hari, baik dalam berdealektika dengan lingkungan maupun dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Menerjemahkan intisari yang terkandung dalam al-Quran dalam kehidupan riil akan menjadi investasi diri yang sangat berharga menuju kehidupan yang lebih kekal di akhirat kelak. Akhirnya, semoga tahun baru Islam ini akan menjadi awal dan jembatan dalam meningkatkan kedekatan kita kepada Allah SWT. Amien &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt; line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-8225842357593987580?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/8225842357593987580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=8225842357593987580' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8225842357593987580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8225842357593987580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/dari-maksiat-menuju-taqwa.html' title='Dari Maksiat Menuju Taqwa'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-8399283027014659798</id><published>2008-12-26T01:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T02:01:52.074-08:00</updated><title type='text'>Pesantren dan Kiai Politisi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia sangat diperhitungkan keberadaannya dalam konteks nasional. Hal itu bukan hanya karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;status pesantren sebagai &lt;i&gt;li’izil islam wa al-muslimin,&lt;/i&gt; bukan pula karena lembaga “terunik” ini telah banyak menstransformasikan out putnya duduk di posisi strategis negara. Namun, paling urgen, Pesantren memiliki nilai-nilai dan tradisi unggul yang dikembangkan dan tidak dimiliki lembaga lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Tradisi menarik yang menjadi keunggulan pesantren adalah kesederhanaan. Gaya hidup sederhana menjari ciri khas yang tidak bisa dilepaskan dengan santri. Hal itu karena Pesantren mentradisikan dengan undang-undang pesantren kepada santri agar santri tidak terjangkiti penyakit hidonesme seperti kebanyakan generasi kita sekarang. Tidak ada Pesantren, baik Pesantren Salaf, semi modern, bahkan yang modern sekalipun dengan sistem pengajaran klasikal, yang tidak menerapkan kesederhanaan. Pada pesantren yang sangat besar dengan ribuan santri, pola hidup sederhana tetap dipertahankan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Sebagai contoh, setiap santri di PP. Annuqayah Sumenep, diharuskan memasak nasi sendiri dengan makan dan ikan seadanya (bukan indekos). Pesantren Bata-Bata Pamekasan, Pesantren Salaf Al-Karawi Ganding, PP. Banyu Anyar Pamekasan, dan Pesantren-Pesantren lain telah disedikan tempat khusus menanak bagi santri. Itu sebagai bukti tradisi kesederhanaan yang dikembangkan pesantren. Tujuannya, agar santri ketika terjun di masyarakat dapat hidup sederhana bersama masyarakat sehingga mudah melebur dengan situasi dan kondisi apapun dalam masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Dengan sistem tersebut, pada gilirannya melahirkan santri mandiri dan kreatif. Mandiri berarti tidak hanya dalam soal kehidupan, tetapi dalam konsep dan pemikiran. Maka dengan mempraktekkan hidup sederhana sebagai media latihan dalam lindungan pesantren, dengan sendirinya kemandirian terbangun pada diri santri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tradisi itu tidak lepas dari Kiai sebagai pengasuh pesantren. Sebab, keberadaan Kiai di Pesantren bagai dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kiai adalah pemegang otoritas kebijakan pesantren. Setiap kebijakan Kiai, santri harus &lt;i&gt;Sami’na Wa atho’na&lt;/i&gt;. Bila melanggar aturan yang ditentukan Kiai, cap “santri murtad” akan disandang santri dan barokah akan ditarik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Yang menjadi persoalan, apakah nilai-nilai kesederhanaan, kemandirian, keikhlasan, keteladanan yang menjadi ciri khas pesantren selama ini, saat ini masih terus dipertahankan Pesantren? Kita tidak bisa menjawab persoalan tersebut dengan logika hitam-putih, halal-haram, iya atau tidak. Tetapi perlu pengkajian ulang dan mendalam. Terutama terhadap pengasuhnya sebagai penentu kebijakan dan masa depan pesantren. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Diakui atau tidak, perubahan sistem politik nasional, telah mempengaruhi pesantren yang dalam hal ini adalah pengasuh. Diterapkannya undang-undang multi partai dan kebebasan berpolitik pasca runtuhnya Orde Baru, tentu telah ikut serta merombak pola pikir mayoritas Kiai. Membludaknya kalangan pengasuh pesantren yang berpengaruh terhadap partai politik praktis merupakan tanda bahwa pesantren (baca : Kiai) telah banyak yang terpengaruh dengan rayuan dan godaan politik praktis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Banyaknya anggota dewan dan aktivis parpol, baik lokal maupun nasional yang namanya berawalan “K” dan “KH” mengamini realitas tersebut. Bahkan, menjelang pemilihan 2009, mereka mencetak stiker atau baleho dengan backround Kiai, kiai berbackround Kiai, bukan potensi diri. Tujuannya, agar dipercaya masyarakat bahwa ia telah mendapat restu dari Kiai A atau B. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Saat ini kita dapat melihat institusi partai politik yang telah banyak di pegang Kiai yang nota benenya pengasuh pesantren. Lalu bagaimana dengan pesantrennya? Bisakah para Kiai politisi itu membagi waktu dengan pesantren dan partainya? Kita akui bersama bahwa manusia penuh dengan kelemahan. Kiai juga manusia biasa yang memiliki kekurangan, bukan spederman yang serba bisa. Maka jelas, pasti ada salah satu yang ditinggalkan dan dikorbankan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Menurut subyetif penulis, Kiai yang menjadi politisi, lebih banyak yang mengorbankan pesantrennya dari pada institusi partai. Terbukti dengan kesibukan mereka di partai, mustahil akan mempedulikan lembaga pesantrennya. Meski tidak semua Kiai begitu, namun kegiatan partai telah banyak menguras waktu dan tenaga kiai. Implikasinya, pesantren menjadi tanggung jawab nomor dua setelah partai. Alasannya, di Pesantren ada Ustadz atau santri senior. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Padahal, sepeduli apapun ustadz atau santri senior terhadap santri junior pasti akan kalah pengaruhnya terhadap santri dengan Kiai sebagai pengasuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Memang, menurut Dr. H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S. Kiai terjun dalam dunia politik memiliki dampak positif, yakni terbukanya akses lebar terhadap insfrastruktur politik dan ekonomi sehingga akan memudahkan pesantren dalam memperluas jaringan kerja sama dengan pihak luar, baik dari dalam maupun luar negeri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Cuma, dampak negatifnya tidak bisa menghilangkan dampak postifnya. Dampak negatif yang mungkin dirasakan pesantren adalah kegamangan dan kehilangan pegangan para santri dan masyarakat pendukungnya apabila sebuah pesantren (termasuk Kiai) terlalu jauh terjun dalam politik praktis. Kekhawatiran ini beralasan karena bagaimanapun pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang menjadi benteng terakhir dalam &lt;i&gt;tafaqquh fid-din&lt;/i&gt;. Lebih lanjut Fadlil menandaskan; apabila benteng terakhir ini jebol, harapan umat untuk menjadikan pesantren sebagai pusat keunggulan (centre of exellence) dalam kajian ilmu-ilmu agama Islam berbasis akhlaqul-karimah akan sirna. (http://www.pikiran-rakyat.com).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="IN"&gt;Dengan demikian, sudah saatnya para pengasuh pesantren yang sedang asyik terjun di dunia politik praktis segera back to pesantren. Mengawasi dan mendidik para santri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menjadi santri cerdas, kreatif, inovatif lebih berharga dari menjadi aktifis parpol. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;Hal ini bukan dalam rangka menyepelekan kapasitas Kyai dalam politik. Tetapi berikan amanah kepada ahlinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-8399283027014659798?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/8399283027014659798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=8399283027014659798' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8399283027014659798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8399283027014659798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/pesantren-dan-kiai-politisi.html' title='Pesantren dan Kiai Politisi'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-7347989823493116969</id><published>2008-12-23T04:29:00.001-08:00</published><updated>2008-12-23T04:30:04.090-08:00</updated><title type='text'>Terima Kasih Ibu, Syurga Menantimu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Di bulan penghujung 2008 terdapat banyak hari penuh dengan keistimewaan. Hari Natal, Tahun Baru Islam (1 Muharram 1430) dan Hari Ibu terjadi bulan ini. Yang terakhir, yakni Hari Ibu, diperingati dalam rangka &lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;meneladani perjuangan kaum Ibu dalam melawan kaum penjajah memperebutkan kemerdekaan. Meniru semangat para Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam melawan klonialisme. Mengenang keterlibatan Ibu -Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam pembangunan Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Dalam pembangunan Indonesia, Kaum Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;telah berjuang mati-matian agar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;perdagangan anak-anak (child trafficking),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelecehan seksual terhadap perempuan yang menginjak martabat manusia,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;upaya keras agar gizi dan kesehatan Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terjamin, merupakan bukti sejarah perjuangan kaum Ibu yang patut diteladani dan dihargai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Semua itu, terus mereka perjuangkan dengan suara lantang dan pemikiran kritis. Berbagai upaya kaum Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itu, tentu sangat menunjang kebangkitan Indonesia dari keterpurukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Maka tidak salah bila dikatakan bahwa kemerdekaan dan pembangunan Negari berkepulaaun ini tidak hanya dihasilkan oleh perjuangan kaum Adam, tetapi juga hasil pengorbanan kaum Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sehingga kemerdekaan dapat dinikmati—meski masih terjadi penjajahan oleh kaum sendiri—generasi bangsa sekarang. Keberadaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tokoh-tokoh pejuang perempuan seperti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/R.A._Kartini" title="R.A. Kartini"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;R.A. Kartini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cut_Nya_Dien" title="Cut Nya Dien"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Cut Nya Dien&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/M._Christina_Tiahahu" title="M. Christina Tiahahu"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;M. Christina Tiahahu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewi_Sartika" title="Dewi Sartika"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Dewi Sartika&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cut_Mutiah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Cut Mutiah (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Cut Mutiah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walanda_Maramis" title="Walanda Maramis"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Walanda Maramis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan pejuang-pejuang lain pada abad 19, yang merupakan awal perjuangan perempuan untuk mengembalikan hak-hak mereka yang semestinya dan bahkan terbentuknya organisasi perempuan pada 1912 sebagai tindak lanjut dari pejuang perempuan abad ke-19, adalah bukti bahwa kaum Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sangat berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sebagai bentuk wujud perjuangan mereka, pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/22_Desember" title="22 Desember"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;22&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/25_Desember" title="25 Desember"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;25 Desember&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; 1928, bertepatan dengan tahun lahirnya Sumpah Pemuda, yang di hadiri lebih dari 30 organisasi perempuan, mereka berkumpul di Yogyakarta bertempat di Gedung Mandalabhakti Wanitatama melaksanakan Konggres Perempuan Indonesia I. Kongres perempuan yang sangat bersejarah dan terbesar itu, lalu membentuk Kongres Perempuan yang disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kongres_Wanita_Indonesia" title="Kongres Wanita Indonesia"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Kongres Wanita Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (Kowani). Moment bersejarah itulah yang kemudian menjadi awal lahirnya Hari Ibu . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Di luar negeri seperti Amerika Serikat Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, dan beberapa Negara lain yang diikuti lebih dari 75 negara peringatan Hari Ibu digelar bertepatan dengan hari Minggu kedua dari bulan Mei. Sedangkan di Indonesia ditetapkan oleh Presiden &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno" title="Soekarno"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Soekarno&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dekrit_Presiden" title="Dekrit Presiden"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Dekrit Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; No. 316 tahun 1959 pada tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan dirayakan secara nasional oleh bangsa Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Peristiwa tersebut merupakan barometer penting sejarah kaum Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Indonesia. Maka, sepantasnya peringatan Hari Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak dilakukan hanya sebagai kegiatan rutinitas nasional setiap tahun. Ada hal penting yang lebih substansial berhungan dengan &lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Hari Ibu untuk dilaksanakan sesuai dengan substansi tujuan awal lahirnya Mother's day. Yakni dengan membangkitkan kembali semangat kaum Ibu . Persatuan dan kesatuan bangsa saat ini masih sangat membutuhkan pemikiran dan gerakan kaum perempuan kembali seperti sebelum kemerdekaan. Karena ternyata dalam diri kaum Ibu , tersimpan beribu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;potensi yang seringkali melebihi kapasitas yang dimiliki kaum lelaki. Kehadiran tokoh-tokoh perempuan dalam pentas perjuangan kemerdekaan Indonesia itu, merupakan bukti sejarah bahwa kapasitas mereka sangat tinggi. Bahkan, dalam sejarah pemikiran Islam—sebagai bukti lain—salah satu guru Imam Syafi’ie adalah perempuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Untuk itu, dalam pembangunan Indonesia sekarang saatnya perempuan dilibatkan. Perempuan tidak hanya sebatas di tempatkan di Sumur, Kasur, dan Dapur sebagaimana terjadi di sebagian tradisi keberagaman Indonesia. Beberapa daerah di negeri kepulauan ini masih menganggap bahwa tugas para Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hanya menanak, menyusui dan mencuci pakaian laki-laki. Patriarkisme sangat mendominasi yang berimplikasi pada pemandulan nalar pikir dan gerakan perempuan. Dengan demikian, pada hari Hari Ibu ini saatnya negative thingking dan label-label negative lain terhadap perempuan ditiadakan. Perempuan juga manusia seperti laki-laki yang memiliki potensi tidak jauh beda dengan potensi yang ada pada laki-laki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Maka dengan membangkitkan kembali semangat kaum Ibu serta melibatkan mereka dalam setiap perjuangan, merupakan pengungkapan rasa terima kasih dan kasih sayang yang sangat tinggi kepada kaum Ibu dari pada hanya sekedar memberikan bunga dan kado istimewa. Berterima kasih kepada para Ibu, memuji ke-Ibu-an para Ibu yang telah berjuang untuk generasi saat ini, adalah membangkitkan kembali semangat para Ibu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk berjuang membangun negeri tercinta ini. Terima Kasih Ibu , Syurga menantimu...!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-7347989823493116969?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/7347989823493116969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=7347989823493116969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7347989823493116969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7347989823493116969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/terima-kasih-ibu-syurga-menantimu.html' title='Terima Kasih Ibu, Syurga Menantimu'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-7120412699885304917</id><published>2008-12-23T04:27:00.000-08:00</published><updated>2010-07-12T06:12:09.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Child Trafficking dan Keterancaman Generasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="EN-US"&gt;Perdagangan anak &lt;i&gt;(child trafficking) &lt;/i&gt;dibawah umur untuk dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) bukan kejadian baru. Publik atau masyarakat secara umum, termasuk di Madura, telah mengetahui dan mengerti sindikat kejam tersebut. Untuk itu, pada peringatan Hari Anak-Anak se-dunia ini, 01 Juni 2008, yang bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, kita merenungkan dan mencarikan solusi terbaik demi masa depan anak-anak yang ternyata selalu dieksploitasi dan diperdagangkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="EN-US"&gt;Dari itu, mencarikan solusi terbaik ini sesuai dengan amanat Pancasila yang tidak memberikan ruang mengekploitasi anak-anak, penting dilaksanakan. Bahkan dalam pancasila, pada sila kedua yang berbunyi : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengindikasikan bahwa Pancasila sangat menentang eksploitasi anak (&lt;i&gt;child exploitation&lt;/i&gt;). Sebab perbuatan tersebut merupakan sikap yang tidak adil dan tidak beradab terhadap anak yang juga memiliki hak untuk hidup sejahtera seperti rakyat Indonesia pada umumnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="EN-US"&gt;Maka, perdagangan dan pelacuran terhadap anak usia dini harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, terutama orang tua dan pemerintah, sebab selain karena prilaku itu adalah perbuatan terburuk untuk masa depan anak, juga dapat merusak masa depan anak dan mental mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="EN-US"&gt;Disamping itu, konsitusi Pancasila melarang keras melibatkan dan keterlitaban anak dalam dunia gemerlap atau dunia prostitusi yang punuh dengan kekejaman dan penganiayaan. Dan penganiayaan terhadap anak dalam bentuk dan alasan apapun melanggar semangat ke-Pancasila-an dan harus ditentang dan diberi ganjaran setimpal terhadap pelakunya. Anak tidak boleh berada dalam dunia kejam itu demi masa depannya. Kita tidak dapat membayangkan masa depan Indonesia bila anak-anak pada usia dini sudah dijerumuskan pada dunia menyedihkan dan menjengkelkan itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="EN-US"&gt;Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa &lt;i&gt;child trafficking&lt;/i&gt; untuk djadikan sebagai Pekerja Seks Komersial lebih lebih mudah dan lebih laku di mata konsumen (laki-laki hidung belang) dibandingkan dengan perempuan yang sudah dewasa. Sebab bagi mereka, anak-anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dianggap sebagai “barang baru” yang masih belum terinfeksi penyakit sehingga diyakini (meski dengan keyakinan yang amoral) bahwa tidak akan ada penyakit yang dapat menular. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="EN-US"&gt;Dengan demikian, semua pihak, baik keamanan Negara dan bersama masyarakat secara menyeluruh harus memerangi perdagangan dan eksploitasi anak. Sebab itu merupakan perbuatan yang tidak berprikemanusiaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="EN-US"&gt;Harus disadari pula, mengantisipasi persoalan tersebut bukan hal mudah dilakukan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tentu saja, banyak rintangan dan halangan yang menghadang. Apalagi, &lt;i&gt;child exploitation&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;child trafficking&lt;/i&gt; pelakunya mayoritas adalah orang terdekat anak tersebut. Bahkan, terkadang orang tua sendiri. Sungguh perbuatan yang amat kejam. Selain orang tua, juga tetangga, kerabat dan lebih-lebih orang tua tiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="EN-US"&gt;Motif dari &lt;i&gt;child exploitation&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;child trafficking&lt;/i&gt; untuk dijadikan sebagai PSK yang paling dominan adalah karena lilitan keterjepitan ekonomi dalam keluarga. Sedangkan kekerasan seksuaal terhadap anak yang menonjol adalah karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;pelaku sering menonton tayangan porno, kelainan seksual, tekanan psikologis (stres), dan tidak terpuaskan hasrat seksual oleh pasangannya. Meski alasan tersebut sering dibuat-buat untuk mengelabuhi dari ciuman pihak berwajib, tapi terkadang selalu diamininya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Akibatnya, anak-anak yang tidak berdosa itu menjadi korban kekejaman dunia prostitusi. Dan hal tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Sekali lagi, Pemerintah, sebagai atasan yang memiliki tanggung jawab keamanan dan perlindungan terhadap mereka, &lt;span style="color: black;"&gt;harus benar-benar menelusuri dan kemudian memberikan ganjaran pada pelakunya secara sungguh-sungguh dan tidak setengah-setengah, agar tidak mengulangi perbuatan amoralnya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Saatnya kita memperhatikan kondisi anak dan membangkitkan semangatnya agar masa depan Indonesia tetap cerah. Sebab, anak adalah &lt;i&gt;asset&lt;/i&gt; bangsa yang harus dicerdaskan dan dilindungi keberadaannya. Jika anak-anak sebagai generasi bangsa telah banyak (di) masuk (kan) dalam dunia penuh dosa itu maka masa depan Indonesia akan runtuh dan Pancasila sebagai ideologi Negara &lt;i&gt;(Nation&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ideology) &lt;/i&gt;tidak akan memiliki arti yang bermakna bagi rakyatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Jika ada alasan bahwa perbuatan anak itu (bekerja disektor prostitusi) adalah karena keinginan anak sendiri, harus ditelusuri pula. Sebab, tidak mungkin anak dibawah umur yang semestinya enak-enaknya hidup di dunia pendidikan atau bermain dengan teman sebayanya punya niatan akan masuk pada dunia hitam penuh dosa itu. Jelas dan pasti, mereka masuk pada dunia menjijikkan itu, karena keterpaksaan, bukan karena keinginannya sendiri, baik terpaksa karena tekanan orang tua atau disebabkan penyekapan yang dilakukan oleh para germo pada anak untuk dijadikan sebagai “barang dagangan” dalam dunia prostitusi. &lt;i&gt;Subhanallah…!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-7120412699885304917?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/7120412699885304917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=7120412699885304917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7120412699885304917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7120412699885304917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/child-trafficking-dan-keterancaman.html' title='Child Trafficking dan Keterancaman Generasi'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-2842780651976708122</id><published>2008-12-23T04:25:00.000-08:00</published><updated>2010-07-12T06:12:52.934-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Cerita Rakyat dari Desa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Pupuk langka. Meski sudah memasuki musim tanam jagung dan padi, tapi toko-toko dan kios-kios yang biasa mengecer pupuk, tidak lagi buka. Stok tidak tersedia. Pengiriman tiada. Ini merupakan kisah nyata. Cerita rayat jelata yang hidup di desa bergelimang duka, bukan harta seperti para penguasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Konon, belakangan telah berlaku ketentuan baru, untuk mendapat pupuk, rakyat harus beregu, tidak boleh satu agar tidak hanya mengusap dagu. Jika tidak, alasannya telah dibeli orang yang lebih dulu. Itu bukan kesalahan penjual di Toko, tapi karena permainan orang-orang mampu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Walau pupuk ada, Itupun alokasinya terbatas, mustahil bisa mendapatkan pupuk hingga puas. Ini adalah realitas yang memang direkayasa orang-orang atas, yakni pemerintah yang mengaku abdi Negara paling pas. Tidak hanya pupuk yang dibikin langka. Tapi juga Kebutuhan-kebutuhan yang lain menjadi lahan permainan elite penguasa. Rakyat desa dibiarkan hidup menderita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Misalnya saja, kini membuat KTP tidak cukup dengan waktu hanya tiga hari. Berbulan-bulan dan berhari-hari harus menanti karena alasan yang tidak pasti. Masyarakat hanya dibuatkan janji, “parani tiga hari lagi, KTP-nya akan jadi”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Tapi ketika rakyat menepati hari yang disepakati, mereka harus gigit jari. Ternyata KTP masih belum jadi dengan alasan “belum ditanda tangani dan pimpinan sedang pergi”. Rakyat desa itu harus pulang dan diminta kembali seminggu lagi. Padahal ongkos untuk pergi membuat KTP hasil pinjam dan telah ditagih untuk melunasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Begitulah bila orang miskin desa berusaha ingin menjadi warga Negara yang baik dengan membuat KTP sebagai tanda penduduk Indonesia, tapi selalu saja dihalang-halangi oleh mereka yang berkuasa. Sikapnya ketus dan acuh tak acuh. Seperti raja yang goblok tetapi rakus. Bertopeng insan atau pejabat idaman berhati setan peliharaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Namun, akn berbeda perlakuannya bila orang-orang berduit yang minta dibuatin KTP, pasti lebih mudah dan cepat saji. Apalagi masih menyelibkan sesuatu pada jari, seperti uang sebagai tambahan gaji. Pasti lebih cepat proses membuat KTP. Ini bukan hanya pengaruh kapitalisme dengan anak buahnya hedonisme, tetapi karena hatinya buta. Pikirannya hanya uang dan uang semata. Tak peduli meski korbannya rakyat jelata yang telah menderita. Kedaulatan rakyat diperkosa. Mereka ingin menjadi warga Negara tetapi harus menguras tenaga. Bukan hanya raga tetapi juga harta. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kini, masyarakat petani di desa benar-benar berada di puncak kebingungan yang tiada henti. Kemana harus mencari? Kepada siapa harus mengadu nasib diri? Para wakil rakyat sibuk berebut kursi, takut tidak jadi wakil rakyat lagi pada priode mendatang nanti. Pemerintah juga ruwet memikirkan kenaikan pangkat dan gaji. Rakyat benar-benar tersakiti. Kegiatan sogok-menyogok dianggap kebiasaan suci. Astghfirullah…! Ada apa di negeri ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Dalam Islam, Allah berfirman bahwa orang yang menyogok dan orang menerima sogokan, Neraka tempatnya. Allah mengancam terhadap prilaku sogok menyogok. Karena Allah tidak ingin membedakan makhluk-Nya baik yang masih sehat maupun sudah jongkok. Semua makhluk dihadapan-Nya adalah sama. Tidak ada yang beda. Tergantung taqwa dan kekuatan iman di dada. Jangan merasa bangga hanya karena berlimpah harta, apalagi hasil korupsi milik rakyat desa. Untuk itu, rakyat tidak boleh diperlakukan beda karena berdasarkan pangkat atau jabatan semata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Bila prilaku ini terus berlanjut, Indonesia akan menjadi Negara bangkrut. Jangan berharap negari ini akan maju bila rakyatnya selalu ditipu. Kenyataan ini terasa miris, tapi jika memberontak dianggap apatis, sadis dan anarkis. Kesalahan dan keserakahan telah menjadi kebiasaan. Ia tidak lagi dianggap sebagai perbuatan keji, tapi suci. Di muka umum berkata ikhlas dan berjuang demi rakyat. Tapi dibalik itu, rakyat diperas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Mereka telah mengkhianati sumpah jabatan. Mengkhianati rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Mengkhianati amanah para pahlawan. Masyarakat tetap dibiarkan hidup dalam kesengsaraan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kesejahteraan masyarakat yang mustinya mereka perjuangkan, tapi hanya dijadikan sebagai batu loncatan untuk kenaikan jatabatan. Rakyat dibikin hidup terasing di negeri sendiri. Lalu, berapa ribu dosa yang harus ditanggung kepada negeri ini? Kapan derama ini akan diakhiri dan disadari? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Tidak cukup hanya berharap pada generasi nanti, tapi penguasa dan generasi saat ini harus diperbaiki. Buka mata buka hati agar dapat melihat kekuasaan ilahi yang tidak hanya terbentang dari Sabang sampai Meraoke. Bangunlah negeri…! Generasimu menanti…! Ditulis di Basoka pada 10 November 2008 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-2842780651976708122?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/2842780651976708122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=2842780651976708122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/2842780651976708122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/2842780651976708122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/cerita-rakyat-dari-desa.html' title='Cerita Rakyat dari Desa'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-7010335248801454753</id><published>2008-12-23T04:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T04:20:59.726-08:00</updated><title type='text'>Makna Sosial dan Egalitarianisme Ibadah Haji</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ibadah Haji merupakan salah satu pilar kelima dalam Islam. Meski begitu, ibadah ini hanya dikhususkan untuk mereka yang “mampu” menjalankannya. Al-Qura’n menegaskan : “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan Ibadah Haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu menjalankannya…” (Qs. 3: 97). Dalam konteks penafsiran kata “mampu” pada ayat tersebut, bahwa bagi umat Islam yang telah memiliki kemampuan yang, setidak-tidaknya, tiga aspek dalam ibadah haji mesti dimiliki, yakni aspek ekonomi, ritual, psikologi dan sosial. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Aspek ekonomi, karena melaksanakan ibadah haji harus mengeluarkan uang transport—kecuali umat Islam yang tinggal di sekitar tanah suci yang tanpa ongkos perjalanan—serta kebutuhan lain pada keluarga yang ditinggalkan. Aspek ritual—sebagaimana peraturannya telah diatur dengan jelas dalam Al-Quran—karena haji termasuk salah satu rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh mereka yang mampu (istitho'a).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Aspek psikologis mengindikasikan bahwa seluruh umat Islam yang menunaikan ibadah haji harus memiliki kesiapan mental dalam menghadapi berbagai perbedaan, baik perbedaan suhu dan cuaca (iklim), tradisi umat Islam yang berbeda-beda yang datang dari berbagai Negara dunia bersatu di tanah suci pada musim haji, yang semua itu (kondisi dan situasinya) sangat berbeda dengan Indonesia. Maka kesiapan psikologi menjadi modal utama bagi jamaah Haji. Psikologi yang lemah akan sulit bisa malaksanakan ibadah haji dengan maksimal dan khusyuk, sebab pisikologi yang terganggu melemahkan pikiran dan perasaan sehingga aktifitas yang berkaitan dengan ibadah Haji akan terganggu pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Yang sangat urgen dalam Ibadah Haji adalah makna sosial, yakni para jamaah Haji memiliki pemahaman—minimal tahu—mengaplikasikan pesan-pesan ajaran yang ada dalam pelaksanaan ibadah haji ke dalam konteks kehidupan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;Untuk mempertegas makna sosial yang sangat tinggi dalam ibadah Haji, Ahmad Suroso dalam tulisannya &lt;a href="http://maulhayat.blogspot.com/2007/12/relevansi-semangat-haji-dan-kurban.html"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;“Relevansi Semangat Haji dan Kurban&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;” mengatakan bahwa Haji juga melambangkan persamaan (egalitarianisme). Mulai dari mengenakan pakaian yang sama yaitu kain kafan pembungkus mayat, yang terdiri dari dua helai kain putih yang sederhana. Semua memakai pakaian seperti ini. Menurutnya, ajaran ihram tanpa jahitan yang dipakai jamaah laki-laki adalah bukti ajaran tentang persamaan berakar sangat kuat dalam tradisi asli Islam meski sering dinodai dengan berbagai alasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;Salah satu tulisan “Makna Sosial Ibadah Haji” di Forum Alumni Santri Anttanwir memberikan pengertian luas mengenai makna sosial yang terkandung dalam ibadah Haji. &lt;span class="fullpost"&gt;Pertama, Ihram, mengandung makna melepaskan dan membebaskan diri dari lambang material dan ikatan kemanusiaan, mengkosongkan diri dari mentalitas keduniawiaan, membersihkan diri dari nafsu serakah angkara murka, kesombongan serta kesewenang-wenangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;Dengan demikian, umat Islam yang telah diberi kemampuan oleh Allah melaksanakan ibadah Haji harus berjiwa stabil, bukan dikendalikan nafsu yang dapat merusak nilai-nilai ibadah haji. Maka nafsu untuk selalu menumpuk kekayaan dengan cara haram seperti mencuri uang rakyat, mesti dihindari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;Kedua, Thowaf, mengandung isyarat keluar dari lingkungan manusia yang buas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;masuk ke dalam lingkungan Rabbaniyah yang penuh kasih sayang, saling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menghargai dan saling menghormati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;Sebagaimana diketahui bahwa sebelum melaksanakan thowaf, jamaah haji terlebih dahulu melontar jumrah sebagai pertanda mengusir setan yang menggoda Nabi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibrahim as, Nabi Ismail as dan Siti Hajar. Itu artinya, setiap jemaah haji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;harus selalu berusaha mengusir godaan setan yang bersarang dalam dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;Ketiga, Sa'i, mengandung isyarat kesediaan menjalankan tugas dan tanggung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;jawab (berjalan) bagi jemaah haji ke arah hal-hal yang positif dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Dengan kata lain, siapa pun yang sudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menjalankan ibadah haji harus bisa mengambil makna Sa'i yang menyimpan makna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;perlunya perilaku yang positif, baik untuk dirinya maupun orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(masyarakat). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;Terakhir, &lt;i&gt;Al-hulqu/Tahallul&lt;/i&gt;, (memotong rambut) mengandung isyarat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-weight: normal;" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pembersihan, penghapusan sisa-sisa cara berfikir dan berbuat kotor yang masih bertengger pada setiap masing-masing manusia. tahallul berarti mengajarkan kepada umat Islam yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menjalankan ibadah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;haji agar bisa memiliki dan mengeluarkan pikiran yang baik dan positif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span class="contentblock"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Walhasil, semoga jamaah haji yang sedang melaksanakan ibadah di Makkah saat ini mendapatkan haji Mabrur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Mabrûr&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; secara bahasa berarti baik dan dianggap sah, bukan hanya sah dalam rukun dan syarat. Tetapi lebih penting, adalah memiliki implikasi sosial terhadap pelakunya dan kehidupan masyarakat disekitarnya ketika kembali ke tanah air nanti. Semoga...! Amien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-7010335248801454753?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/7010335248801454753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=7010335248801454753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7010335248801454753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7010335248801454753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/makna-sosial-dan-egalitarianisme-ibadah.html' title='Makna Sosial dan Egalitarianisme Ibadah Haji'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-6398097440875345713</id><published>2008-12-20T04:27:00.000-08:00</published><updated>2010-07-12T06:11:29.145-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>MENGHINDARI KAPITALISASI IBADAH, MENGGAPAI HAJI MABRUR</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:16;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Aku datang memenuhi panggilan-Mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Tidak ada sekutu bagi-Mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Sesungguhnya segala puji, seluruh kenikmatan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;dan semua kekuasaan adalah milik-Mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Tidak ada sekutu bagi-Mu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Di musim haji, doa di atas selalu dilantunkan sejak keberangkatan, proses ritual, dan di akhir dari ibadah itu. Seperti musim haji kali ini, terdengar kembali doa itu dilantunkan mereka yang menunaikan ibadah haji ke &lt;i&gt;Baitullah&lt;/i&gt;. Doa yang mengandung makna mengagungkan dan mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Dalam Islam, haji adalah rukun kelima setelah syahadat, shalat, zakat, dan puasa ramadhan. Kecuali ibadah haji, empat rukun di atas harus dikerjakan oleh semua umat muslim tanpa terkecuali. Sementara haji diwajibkan melulu bagi orang yang punya kemampuan, baik secara financial maupun psikologi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Haji tidak hanya ibadah &lt;i&gt;mahdlah&lt;/i&gt;, tetapi ritual yang mengandung dimensi sosialistik. Sebab di dalamnya terdapat ritual perjanan simbolik kelahiran serta kematian seorang manusia. Haji dapat dimaknai sebagai &lt;i&gt;Thariqoh&lt;/i&gt; untuk menggapai &lt;i&gt;ridha ilahi&lt;/i&gt;. Dalam ritual, kesadaran ontologis begitu penting. Begitupun dalam ibadah haji. Kesadaran sebagai hamba Allah dan kesadaran social bahwa seseorang merupakan bagian dari umat dirangsang melalui ritual jutaan manusia mengelilingi &lt;i&gt;Baitullah&lt;/i&gt; itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Dari itu, setiap jamaah haji mesti ingat terhadap posisi dirinya sebagai hamba Allah yang memiliki berbagai kekurangan. Sehingga, sikap menyombongkan diri karena telah mampu menunaikan ibadah haji dengan biaya mahal harus ditanggalkan sebagaiman tergambar dalam pakaian Ihram. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Ihram adalah termasuk rukun haji. Ihram dimulai dari &lt;i&gt;miqot&lt;/i&gt; (tempat atau garis memulai berihram). Saat ihram, semua pakaian harus dilepaskan dan ditinggalkan dan diganti dengan sehelai kain putih yang sangat sederhana sebagai simbol ketaqwaan. Baju ini yang terdiri dari kain katun yang tidak dijahit dan salah satunya harus dililitkan kepinggang, mencapai kebawah lutut, sedang yang lain disandangkan bebas pada pundak dan kepala dibiarkan tidak tertutup. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Rukun tersebut sangat terang bahwa kesombongan dan kecongkakan sangat dilarang. Dengan berpakaian itu, manusia seakan tidak ada artinya. Kita hanya dituntut untuk bertaqwa kepada Allah. Tidak ada perbedaan derajat tinggi-rendah, kaya-miskin, atasan-bawahan, yang berpangkat dan tidak, semuanya sama dihadapan-Nya. Dalam ayat Al-quran disebutkan “&lt;i&gt;Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik”. &lt;/i&gt;(Quran Surat Al-a’raf:26).&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Muhammad Asad memberikan ulasan panjang berkaitan dengan pakaian ihram tersebut ”&lt;i&gt;alasan berpakaian semacam itu, bila kita kembali kepada amanat Nabi, adalah agar selama haji tidak terdapat rasa aneh dan janggal antara mereka yang beriman yang berkumpul bersama-sama dari segala penjuru dunia untuk mengunjungi Rumah Tuhan. Tak ada perpedaan ras dan bangsa, kaya dan miskin, tinggi dan rendah, sehingga dengan demikian mereka merasa sesama saudara, sama dihadapan Tuhan dan manusia. &lt;/i&gt;(Muhmmada Asad, &lt;i&gt;jalan ke Makkah; &lt;/i&gt;Bandung: Mizan, 1993, hlm. 420-421).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;* * *&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Dengan demikian, bagi para jamaah haji, niatan suci untuk menyempurnakan ibadah dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah harus benar-benar tertanam dalam hati jauh sebelum pemberangkatan Haji. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa “&lt;i&gt;tidak sempurna ibadah seseorang dalam hidupnya bila tidak melaksanakan haj”i&lt;/i&gt;. Dalam pengantar buku &lt;i&gt;Haji Mistik; Sepertinya Tiada Haji Mabrur di Indonesia &lt;/i&gt;(Bekasi, Intimedia, 2002, hlm. 15)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yang di editori oleh Sufi Suwandari mengatakan bahwa “Haji adalah tugas sekaligus impian seluruh kaum muslim di seluruh dunia”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Namun sangat berbeda dengan realitas yang terjadi belakangan ini,yakni semakin banyak-nya di antara para jamaah haji yang keberangkatannya jauh dari esensi dan nilai haji. Mereka tidak lagi murni memenuhi panggilan ilahi. Bukan pula dalam rangka menyempurnakan ibadah dan meningkatkan ketaqwaan. Melainkan, sebagaimana sering kali terjadi dikalangan masyarakat yang pemahamannya lemah, berhaji hanya sekedar karena gengsi. Meraka merasa &lt;i&gt;Gengsi&lt;/i&gt; kalau tidak memakai kopyah putih dengan sorban yang serba putih. Misalnya, jika ada tetangganya pergi menunaikan ibadah haji, maka ia pun berusaha keras untuk berangkat haji, meski melalui jalan hutang. Padahal tidak wajib menunaikan ibadah haji bila masih belum mampu, apalagi dengan jalur berhutang yang tidak ada jaminan. Berhutang dengan tanpa jaminan dilarang agama karena menunjukkan bahwa orang tersebut belum memiliki kemampuan untuk berhaji. Mereka hanya karena merasa iri bila tidak memiliki titel “pak haji”. Pemahaman keliru inilah yang sedang berkembang dalam masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Tak kalah tragisnya lagi munculnya kapitalisasi ibadah. Di mana, berangkat ke-&lt;i&gt;Baitullah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Madinatul Munawarah&lt;/i&gt; hanya untuk menguak harta dan untuk mendapatkan laba. Tidak jarang para jamaah haji (tentu dengan cara sembunyi-sembunyi agar lepas dari razia) yang membawa dagangan seperti rokok. Setelah sampai di Makkah, Rokok itu dijual dengan harga yang sangat mahal, dan banyak pula barang-barang lain mereka jual. Meski ada razia pada setiap akan naik kapal, namun mereka lolos dari razia. Realitas ini sudah menjadi rahasia umum bagi para jamaah haji. Tentu saja tidak semua jamaah haji. Ironis memang, sebab berhaji yang sejatinya untuk mencari &lt;i&gt;ridha ilahi&lt;/i&gt; tapi dijadikan kesempatan menggali rijeki. Maka, orang tersebut, tidak mungkin akan khusyuk, konsentrasi, ketika menunaikan ibadahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Orang yang malaksanakan ibadah haji hanya untuk menguasai bidang perekonomian dan ingin mengumpulkan harta kekayaan, atau karena &lt;i&gt;gengsi,&lt;/i&gt; tidak akan pernah mendapatkan ridha Ilahi dan jauh dari haji mabrur. Sedangkan seseorang yang berhaji dengan niat suci dan menyesalkan terhadap segala perbuatan keji dan siap untuk tidak mengulangi kembali perbuatan kejinya akan mendapatkan haji &lt;i&gt;mabrur, &lt;/i&gt;yakni haji yang diterima oleh Allah. Dan orang yang mendapatkan haji mabrur telah digambarkan oleh Rasulullah “&lt;i&gt;salah satu tanda haji mabrur adalah setelah kembali si haji lebih baik dari sebelumnya”.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Akhir kata, sangat naif dan rugi orang-orang yang berangkat ke Baitullah hanya karena mencari harta atau gengsi. Kesempatan emas menunaikan ibadah sebagaimana dilakukan Rasulullah tidak dipergunakan dengan sebenarnya untuk beribadah. Inilah tanda dari orang-orang yang tidak mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan. Padahal, tidak semua orang mendapatkan kesemapatan beribadah ke-Baitullah, dan belum tentu pula tahun-tahun mendatang Allah akan memberikan peluang kembali menunaikan ibadah haji. Untuk itu, Niatkanlah ke Baitullah benar-benar untuk memenuhi paggilan Allah agar mendapatkan haji &lt;i&gt;mabrur.&lt;/i&gt; Kita mendoakan,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;semoga jamaah haji kita saat ini akan masuk golongan orang-orang yang mendapatkan haji mabrur. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Amien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 28.05pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-6398097440875345713?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/6398097440875345713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=6398097440875345713' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6398097440875345713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/6398097440875345713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/menghindari-kapitalisasi-ibadah.html' title='MENGHINDARI KAPITALISASI IBADAH, MENGGAPAI HAJI MABRUR'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-8614315513424808031</id><published>2008-12-16T06:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T06:05:31.591-08:00</updated><title type='text'>Implikasi Sang Juara Terhadap Siswa Lain</title><content type='html'>&lt;b style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="EN-US"&gt;Beberapa tahun lalu, materi Fisika merupakan momok yang paling menakutkan bagi pelajar Indonesia. Isu yang berkembang, Fisika adalah pelajaran yang teramat sulit untuk difahami karena bermain-main dengan angka-angka dan rumus-rumus sehingga siswa banyak yang menghindar dengan materi itu. Namun, belakangan ini, hal itu mulai sirna. Pandangan siswa-siswa Indonesia tidak lagi sempit, bahwa sesuatu yang sulit karena tidak dipelajari dengan maksimal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="EN-US"&gt;Buktinya, Oki Gunawan menjadi catatan sejarah pada 1993 sebagai siswa yang pertama kali mendapatkan medali perunggu Olimpiade Fisika Internasional ke 24 di Amerika Serikat, meski waktu itu Indonesia berada pada posisi ke 16 dari 41 negara, akan tetapi hasil yang didapatkan oleh Gunawan sangat mengembirakan dan memberikan gambaran kepada siswa-siswa Indonesia bahwa materi Fisika bukan hal yang patut dihindari dan ditakuti. Semua bisa karena terbiasa. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="EN-US"&gt;Sejak itulah, perkembangan dan kecintaan siswa pada Fisika terus malaju. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;Apalagi Indonesia pernah menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Olimpiade Fisika Internasional 2002 lalu. Yang, tentu saja, telah memberikan motivasi tersendiri terhadap para siswa Indonesia untuk mempelajari Fisika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;Kini, Teuku Mahauzh Aufar Kari (SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh), Mohamad Faiz (SMAN 10 Pacitan), William (SMA Sutomo I, Medan) dan Vincentius Jemrey Suhardi (SMA St I Surabaya) telah mampu bersaing dengan 280 siswa dari 70 negara. Kedatangan empat siswa dengan membawa prestasi dari Olimpiade Kimia Internasional ke-39 di Moskow, Rusia tersebut, selain menjadi kebanggaan terhadap kesusksesan anak didik kita, yang lebih penting adalah dampak positif terhadap siswa-siswa dan juga para guru Indonesia secara menyeluruh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;Setidaknya dampak positif dengan prestasi mereka &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;telah membangkitkan semangat kompetisi dari siswa-siswa lain untuk mengikuti olimpiade Fisika.  Ini terlihat dari banyaknya siswa yang berminat untuk mengikuti seleksi olimpiade Fisika.  Dari tahun-ketahun dalam setiap momentum olimpiade Fisika para siswa yang mengikutinya terus bertambah. Mulai tahun 1956 siswa yang mengikuti tes seleksi sudah lebih dari 2500 siswa. Dengan samangat yang tinggi dari para pelajar itu, tentu akan meningkatkan mutu pendidikan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt; meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengikuti olimpiade Fisika, mental krupuk atau lebih tepatnya tidak percaya diri yang acapkali merasuki siswa-siswa kita, semakin menghilang dan pada gilirannya berubah menjadi mental baja yang selalu siap bertanding. Semangat finalis sangat tinggi, optimisme dan rasa percaya diri untuk meraih medali dan dapat mengalahkan siswa-siswa dari negara lain, telah mengantarkan meraka pada prestasi yang mengagumkan. Bahkan bisa jadi, pada April 2003 ketika tim kita meraih 6 medali emas dan sekaligus menjadi juara umum dalam olimpiade Fisika Asia ke-4 di Thailand , karena rasa percaya diri yang sangat tinggi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;, selain dapab memotivasi para siswa, sebagaimana dikatakan oleh Yohanes Surya bahwa Olimpiade Fisika Internasional telah mendorong para guru untuk memperbaiki pola pengajaran Fisikanya.  Ini terlihat dari meningkatnya permintaan pelatihan guru-guru Fisika baik dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar maupun dari kota-kota kecil seperti Bogor, Kupang, Palangkaraya dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;Pada umumnya keinginan guru untuk dilatih ini disebabkan karena banyaknya pertanyaan soal-soal seleksi dan soal olimpiade Fisika yang tidak bisa dijawab oleh siswa.  Siswa yang kebingungan berusaha bertanya pada sang guru.  Karena tidak mampu menjawab, para guru ini merasa bahwa dirinya perlu mendapat pelatihan lagi. Banyak guru, terutama guru yang berusia muda, merasa tertantang untuk mempersiapkan siswanya dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;Dengan demikian, dampak dan respon postif dari siswa-siswa dan juga para guru Indonesia tersebut harus mendapatkan respon positif pula dari pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="EN-US"&gt;Sebagai wujud dari respon positif pemerintah, mereka berkewajiban untuk meningkatkan kwalitas pendidikan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;Pemerintah tidak cukup hanya apresiatif terhadap keenam siswa berprestasi tersebut. Akan tetapi, yang lebih urgen pemerintah harus menanamkan kesadaran terhadap seluruh siswa Indonesia bahwa pendidikan adalah hal yang sangat vital dalam kehidupan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="EN-US"&gt;Untuk memberikan kesadaran bersama tersebut, membutuhkan sarana yang lengkap. Sebab, sarana merupakan bagian dari proses pendidikan. Sarana yang memadai dan proses yang dilaksanakan dengan baik serta optimal akan menghasilkan siswa yang berkwalitas. Sarana-sarana yang harus dipenuhi dalam dunia pendidikan itu seperti tempat belajar, PC plus LCD, laboratorium, GC-MS, HPLC, FTIR, Spektometer UV-Vis, AAS dan semua yang mendukung terhadap penelitian kimia dan yang lainnya. Selain itu, bahan yang akan diajarkan, metodologi belajar-mengajar, kualitas para guru, dosen dan semua yang terkait dalam proses pendidikan harus dipenuhi oleh pemerintah yang berwenang. Shingga pencerdasan terhadap generasi kita dapat berjalan dengan lancar serta kecerdasan dan kesejahteraan sebagai cita-cita substansial bangsa dapat dirasakan secara besama oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Semoga…!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: right; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: red;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-8614315513424808031?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/8614315513424808031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=8614315513424808031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8614315513424808031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/8614315513424808031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/implikasi-sang-juara-terhadap-siswa.html' title='Implikasi Sang Juara Terhadap Siswa Lain'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-1821172610540116741</id><published>2008-12-11T07:33:00.000-08:00</published><updated>2010-07-12T06:08:59.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Keutamaan Membaca  al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;b style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Apresiasi umat Islam terhadap kitab suci al-Qur’an mulai terkikis. Akhir-akhir ini, kesukaan dan kewajiban membaca serta mengkajinya mulai pudar. Mereka lebih suka membaca Koran dari pada Qur’an. Umat muslim lebih senang mencari sesuap nasi ketimbang membaca al-Quran (reading Qur’an). Mereka (me) lupa (kan) bahwa al-Quran kitab petunjuk. Membaca dan mengkaji isi al-Quran adalah cara untuk mendapatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petunjuk ilahi. Hidup di dunia tanpa petunjuk-Nya tidak mungkin akan berjalan dengan lancar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kini, kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT.itu kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril seolah-olah telah ditinggalkan oleh umatnya. Bahkan lebih parah, muncul penilaian negatif (negative result)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa Al-Quran yang suci, yang tidak boleh disentuh kecuali dalam keadaan suci. &lt;i&gt;Which none shall touch but those who are clean&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" lang="FI" &gt; (Qs.Waqiah: 79)&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;, telah dianggap sebagai kitab yang tidak penting (there is no important), tidak perlu dibaca, membaca Al-Quran sama halnya dengan mebaca Koran (newspaper). Lebih menyedihkan lagi munculnya pemahaman (sebagian orang) bahwa Al-Quran adalah kitab yang kurang sempurna dan perlu direvisi. Pemikiran ini, diakui ataupun tidak, telah dipengaruhi oleh pemikiran dan budaya asing yang tidak Islami. Sehingga pada gilirannya, banyak dari umat Islam (Muslim community) kurang menyukai membaca Al-Quran. Padahal Al-Quran yang sangat muliya ini memiliki fadilah (benefit) yang tidak ada bandingnya dangan apapun saja.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Fadilah-fadilah membaca Al-Qur’an diantaranya, &lt;i&gt;pertama. Hudan &lt;/i&gt;(petunjuk) siapapun yang membaca Al-Qur’an dengan dihayati dan diamalkan maka akan mendapatkan &lt;i&gt;guidance &lt;/i&gt;dari Allah SWT. Petunjuk-Nya diberikan kepada umat-Nya dengan berbagai bentuk. Misalnya, ia dipermudah dalam mencari nafkah atau rezeki. Rezeki Allah amat luas cakupannya. Ia tidak terbatas dan tidak hanya berbentuk materi. Bagi &lt;i&gt;thalabul Ilmi&lt;/i&gt; (seek a knowledge) “tidak ada kesulitan” (there is no difficulties) untuk mendapatkan ilmu-Nya yang amat luas. Orang yang diberi pentunjuk oleh Allah tidak akan pernah merasa sulit dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan problematika ini. Berbagai persoalan dalam kehidupan ini, jika sering membaca Al-Quran, akan dipermudah dalam mengatasi segala permasalahan yang dihadapinya. Sebab, Al-Quran mengandung berbagai petunjuk. Petunjuk bagi orang yang mencari ridha-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Kedua, Nur &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;(cahaya). Banyak orang menganggap bahwa membaca al-Quran adalah pekerjaan yang sangat merepotkan, terutama bagi orang yang takut membaca al-Quran. Membaca al-Quran dianggap (claim) sebagai perbuatan yang hanya membuang-buang waktu mencari rezeki, harta. Sebenarnya, orang yang selalu membaca &lt;i&gt;kalamullah &lt;/i&gt;akan mendapatkan nur al-qolb (sweetheart) dalam setiap langkah menjalani kehidupan. Nur Allah akan selalu menyentuh kepada hamba-Nya yang sering membaca dan mengkaji al-Quran. Hati orang yang membaca &lt;i&gt;kitabullah &lt;/i&gt;akan dijernihkan oleh yang Maha Kuasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Betapa banyak orang Islam yang pandai secara intelektual dan menguasai dalam segala bidang keilmuan, tetapi ketika tidak diberi cahaya dalam hatinya, ia sering berbuat sesuatu yang dilarang oleh agama, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Tentu saja, orang yang suka melakukan perbuatan yang menjijikkan tersebut karena hatinya kotor; tidak ada cahaya petunjuk-Nya. Sedangkan hati yang kotor tidak akan mendapatkan petunjuk-Nya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Ketiga, menenagkan hati &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;(calm of heart). &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika hati menusia bersih maka segala prilakunya akan baik. Hati merupakan inti dari manusia. Ia adalah kunci manusia. Bila manusia hatinya kotor, maka setiap perbuatannya pun akan amburadul. Hati yang kotor tidak akan pernah tenang dalam menjalani kehidupan. Banyak orang merasa bosan, jenuh, benci, dengki, iri dan berbagai prilaku jelek lainnya, tentu karena hatinya tidak tenang dan kotor. Ketidak-tenangan tersebut karena hati dipenuhi dengan berbagai prilaku yang tidak sesuai dengan norma agama. Dari itu, untuk memberikan ketenangan dan membersihkan hati dari segala perbuatan yang tidak sesuai dengan peraturan agama (law of religion) adalah dengan membaca al-Quran dan mengkaji isinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang yang sering membaca al-Quran (apalagi sampai mengkaji isinya) tidak akan “ada masalah” dalam usaha-usaha untuk mencapai cita-cita yang diinginkan di dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Keempat, menambah kecerdasan (intelligence or shrewdness).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Setiap anak muda, apalagi yang masih duduk dibangku sekolah atau kuliah, pasti menginginkan dan memimpikan dirinya menjadi orang yang cerdas. Ingin mejadi orang yang tidak diragukan kemampuan intelektualitasnya. Satu cara yang paling mudah untuk menggapai keinginan tersebut adalah dengan membaca dan mengkaji Al-Quran. Sebab dengan membaca &lt;i&gt;kitabullah&lt;/i&gt; hatinya akan tenang, sedangkan hati yang tenang akan mudah untuk menyerap berbagai macam ilmu yang sedang dipelajarinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kelima, pahala dilipat-gandakan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad disebutkan bahwa “barang siapa yang membaca satu huruf dari lafdz Al-Quran, maka pahalanya akan dilipat-gandakan sepuluh kali lipat”. Sungguh muliya dan agung al-Quran…! Membaca saja sudah diberikan pahala yang sangat besar oleh Allah, apalagi kalau ada yang sampai mampu mengkaji isi dari al-Quran, betapa berlipat-lipat pahalanya. Siapa yang melakukan itu diantara kita sebagai umat Islam?. Anda yang dapat menjawabnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Akhirnya, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;siapaun&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; yang menyepelekan Al-Quran yang penuh dengan nilai-nilai yang tidak tertandingi adalah kesalahan yang sangat besar. Penulis hanya berharap “semoga kita termasuk dari orang-orang yang sering menghiasi keseharian dengan membaca Al-Quran dan diberikan petunjuknya”. Amien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:Garamond;"  lang="EN-US"&gt;* Tulisan ini pernah dipublikasikan Tabloid INFO Sumenep. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 54pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-1821172610540116741?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/1821172610540116741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=1821172610540116741' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1821172610540116741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/1821172610540116741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/keutamaan-membaca-al-quran_11.html' title='Keutamaan Membaca  al-Qur&apos;an'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-7556112375697784084</id><published>2008-12-11T07:22:00.000-08:00</published><updated>2010-07-12T06:09:48.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Menghujat Otoritarianisme Menuju Kebebasan Beragama</title><content type='html'>&lt;div  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="excerpt"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Setiap agama memiliki keyakinan kebenaran masiang-masing. Islam mengakui bahwa agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah agama yang paling benar dan diakui oleh Tuhan. Dalam agama Nasrani pun juga mengakui bahwa hanya agama yang dibawa Nabi Isa adalah yang paling benar, begitu pula seterusnya dengan agama-agama lain. Sehingga prinsip inklusivitas (keterbukaan) sebagai dasar dari pluralisme agama mutlak dibutuhkan untuk tetap menjaga keutuhan masyarakat kita yang  heterogen secara kultural dan religius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="excerpt"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Perbedaan pendapat dan keyakinan beragama bila dikelola dengan baik akan membuahkan hasil yang sangat bermanfaat dalam ranah kehidupan sosial kita. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist bahwa perbedaan diantara umatku adalah rahmat. Sebab jika dikalangan umat semuanya sama, tidak ada yang berbeda, maka keindahannya akan berkurang. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Bunga terasa indah dipandang mata di taman, karena berwarna warni, tidak satu warna. Bila adanya perbedaan ini dapat dipahami secara bersama-sama, tentu saja tidak akan ada yang mengaku dengan mudah bahwa agama dirinya paling benar. Dengan pengelolaan yang baik terhadap adanya perbedaan tersebut, maka ruang dialogis untuk saling mengkritisi akan terjadi sehingga dapat mengetahui kekurangan dan kelemahan masing-masing agama, yang pada langkah berikutnya dapat memperbaikinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Namun, nuansa dialog tersebut yang memang diamanahkan oleh Tuhan bahwa bermusyawarahlah perkara diantara kamu sekalian, seakan telah sepi dan ditinggalkan oleh umatnya. Justru yang menyedihkan, ada sebagian kecil golongan yang mengatasnamakan wakil Tuhan dan yang paling benar diakui oleh Tuhan tega menganiaya bahkan membunuh golongan lain yang tidak sepaham dengan dirinya, rela dan sengaja membunuh sesama hamba-Nya, dengan alasan pelurusan akidah karena tidak sesuai dengan interpretasi terhadap teks keagamaannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Maka dengan munculnya pluralisme agama diharapkan akan dapat mengatengahkan dan memberikan pemahaman yang utuh pada semua penganut agama dan juga pada setiap aliran bahwa jalan kebenaran tidak hanya bisa dilalui dengan satu jalan. Untuk itu, pengkajian yang serius dan &lt;i&gt;kaffah&lt;/i&gt; demi mendapatkan pemahaman yang tidak sepihak mengenai hal tersebut, tidak dapat disangkal lagi, mutlak dibutuhkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pluralisme dalam Perspektif Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pluralisme merupakan pengakuan terhadap keberimanan dan keberagamaan seseorang yang tidak ada kesamaan satu agama dengan agama lainnya. Sebab, adanya perbedaan, kelompok, suku, bangsa, agama dan lain-lain yang tidak satu wujud merupakan kekuasaan Tuhan. Dan pengakuan terhadap sunnatullah itu merupakan dasar dari pluralisme. Kemajemukan adalah realitas yang tidak bisa diganngu gugat oleh siapapun. Realitas kemajemukan yang memang diberikan oleh Tuhan merupkan bukti kekuasaan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pluralisme sangat mengakui beragam perbedaan-perbedaan tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dengan pluralisme itu, kita akan mendapatkan kometmen bersama untuk memperjuangkan segala persoalan yang terjadi pada masing-masing golongan seperti masalah keadilan gender, pelecehan seksual, kemiskinan, pendidikan, keadilan, kemanusiaan, &lt;i&gt;trafficking&lt;/i&gt; dan yang lain yang selalu berseleweran disekitar kita dengan tanpa harus melihat latar belakang agama atau ”identitas” masing-masing golongan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dari itu, pada gilirannya konsep inklusivitas mutlak dibutuhkan agar saling memahami bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebenaran yang telah diyakini masing-masing kelompok atau seseorang sesuai dengan doktrin agamanya, tidak dapat ganggu oleh orang lain. Dengan keterbukaan tersebut akan menumbuhkan semangat baru untuk menemukan terobosan-terobosan untuk mencapai kesejahteraan baik sosial maupun nurani sebagai cita-cita substansial setiap manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Realitas pluralitas yang dapat mendorong terciptanya inklusivitas telah termaktub dalam kitab suci Al-quran, (QS. Al-Hujurat 14 &amp;amp; Al-Baqarah 213). Sehingga setiap manusia tidak memiliki hak untuk menentukan agama yang akan dianut oleh yang lain. Keyakinan terhadap suatu agama merupakan pilihan personal yang tidak bisa diintervensi oleh orang lain. Kebebasan beragama merupakan bagian terpenting untuk mewujudkan keadilan. Hal ini bukan berarti ingin mengatakan bahwa tidak ada kebenaran dalam agama atau ingin menyebutkan relativitas agama, sama sekali tidak. Cuma menghargai setiap pilihan orang lain adalah ajaran yang dianjurkan dalam tiap-tiap agama. Dalam Islam pun disebutkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Dari itu, setiap golongan memiliki hak dan kebebasan untuk mengembangkan dan menyebarkan agamanya masing-masing dengan catatan tetap tidak boleh menghegemoni dan menindas yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Maka untuk tetap menjamin terjadinya kebebasan beragama, pemerintah harus tegas bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemerdekaan beragama adalah pilihan privat yang tidak akan melanggar hak-hak orang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan kata lain, dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, negara tidak boleh mendukung satu agama dan satu kelompok paham. Negara harus tetap menjamin kebebasan kepada umat beragama untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Jika negara ikut campur dalam urusan agama yang sangat privat ini akan berakibat timbulnya perpecahan antara satu golongan dengan golongan lain dalam negara, yang tentu saja negara tidak akan aman. Ketika keamanan tidak bisa diatasi, akan menghancurkan institusi kenegaraan yang kita cintai ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dengan demikian, aparatur negara secara keseluruhan bersama dengan masyarakat Indonesia harus merealisasikan konsep pluralisme keagamaan dan kebebasan beragama. Dengan usaha maksimal maka otoritas kebenaran yang sering kali dimonopoli oleh segelintir orang akan segera berakhir. &lt;i&gt;Walahu A’lam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-7556112375697784084?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/7556112375697784084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=7556112375697784084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7556112375697784084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7556112375697784084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/menghujat-otoritarianisme-menuju.html' title='Menghujat Otoritarianisme Menuju Kebebasan Beragama'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8564605806601913725.post-7128815293657257762</id><published>2008-12-11T07:15:00.000-08:00</published><updated>2010-07-12T06:10:42.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Membangun Sistem Pendidikan Berbasis Kebudayaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" lang="EN-US"&gt;Persoalan pendidikan tetap akan menarik untuk diperbincangkan dan akan menjadi sorotan publik yang selalu aktual. Apalagi, sistem pendidikan kita yang acapkali mengalami perubahan setiap tahun, walau pada kenyataannya masih saja menampakkan bahwa pendidikan kita jauh dari cita-cita yang kita inginkan. Ditambah lagi, dalam perjalanannya, pendidikan kita terseok-seok seperti negeri yang baru merdeka. Bahkan yang lebih memprihatinkan, hasil kajian-kajian menunjukan bahwa kwalitas pendidikan masyarakat, terutama di kepulauan Madura, amat jauh berada dilevel bawah dibandingkan dengan daerah-daerah lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Melemahnya kwalitas pendidikan masyarakat Madura disini tidak terlepas dari pengaruh sistem pendidikan nasional yang selama ini kita kembangkan, di mana, sistem pendidikan nasioal jauh dari akar budaya dan jauh lingkungan anak didik. Pada gilirannya, anak didik sebagai generasi yang diharapkan menjadi suri tauladan didaerahnya, terasing dari lingkungan masyarakatnya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pendidikan yang tidak berlandaskan kebudayaan akan menghasilkan generasi yang tercerabut dari kehidupan masyarakatnya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Anak didik pandai di negeri orang, tetapi bodoh di negeri sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Realitas tersebut merupakan implikasi dari perubahan sistem pendidikan kita yang hanya mengandalkan pada silabus yang mengarah pada satu sistem pendidikan dan tidak berlandaskan pada kebudayaan, dan hal itu akan menghasilkan anak didik yang mikanik seperti mesin serta manusia-manusia yang orentasi pemikirannya pada kerja, bukan pengetahuan. Dengan kata lain, sistem pendidikan kita memberi kesan bahwa kesuksesan sebuah proses pendidikan hanya terletak pada satu instrumen teknis-operasional yakni kurikulum. Lembaga pendidikan yang tidak mengacu pada kurikulum yang telah ditetapkan oleh pusat (mendiknas) maka proses pendidikan yang dijalankan akan mengalami kegagalan. Sehingga masyarakat Madura yang beragam dan agamis serta lebih mengedepankan nilai-nilai kebudayaan disulap menjadi masyarakat yang lupa pada akar budayanya. Tak jarang orang Madura yang tidak tahu bahasa Madura. Tidak sedikit putra-putri Madura yang tidak mengerti kebudayaan Madura. Bahkan ada yang merasa asing dengan tanah kelahirannya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Selain sistem pendidikan tersebut menghasilkan anak didik yang melupakan kebudayaannya sendiri, yang lebih parah, justru anak didik cendrung bersikap individualis. Nilai-nilai budaya yang mengandung semangat kebersamaan sesuai dengan substansi pendidikan untuk mencerdaskan bangsa secara menyeluruh berubah haluan menjadi manusia yang berorentasi kerja. Bersekolah dan berkuliah hanya untuk mendapatkan pekerjaan, bukan menjadi manusia terdidik yang cerdas secara intelektual, emosional dan spritual. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dari itu, sistem pendidikan yang hanya bergantung pada satu instrumen tersebut, atau lebih tepatnya disebut dengan sistem pendidikan individual itu, tidak akan mampu mencerdaskan dan mengangkat derajat masyarakat Madura khususnya dan bangsa secara menyeluruh. Hal tersebut, yang menjadi faktor utama adalah karean sistem pendidikan yang dihasilkan selama ini hanya berangkat dari konsep segelintir orang yang cendrung meniru pola pikir dari barat bukan dari hasil pengamatan dan penelitian terhada budaya, terutama di Madura. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Model Pendidikan Berbasis Kebudayaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Berlandaskan uraian yang dihasilkan dari pengamatan dan kajian-kajian di muka, sudah semestinya kita memiliki trobosan-trobosan pemikiran strategis yang lebih mengedapankan nilai-nilai kebudayaan. Memang, model yang akan kita laksanakan akan tetap mengacu pada sistem pendidikan nasional dalam aspek pengembangannya, namun tetap mengoptimalkan dan menghargai ruang-ruang kebersamaan seperti belajar kelompok sehingga kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik dapat dimiliki bersama-sama serta anak didik pun tidak hanya memiliki kemampuan kognitif belaka yang mengarahkan pada sikap individualis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dengan lain kata, meskipun mencontoh sistem pendidikan nasional, akan tetapi direalisasikan dengan kreativitas yang tidak sama, sebab ekplorasi yang dikembangkan yaitu belajar bersama dan menjadi guru secara besama-sama sehingga ada &lt;i&gt;taken for grantede &lt;/i&gt;diantara mereka. Hal ini akan menggugah peserta didik untuk terus belajar dan saling mengisi serta akan dapat menghilangkan kecendurungan putus asa (frustasi) yang sering kali terjadi pada anak didik, terutama, yang belum dewasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Sistem ini, tentu saja tidak mengharuskan merubah secara total terhadap kurikulum yang telah dikembangkan selama ini. Sebab titik masalahnya bukan terletak pada kesalahan kurikulum nasional yang dibuat oleh segelintir orang, akan tetapi hilangnya akar kebudayaan seperti nilai-nilai kebersamaan yang natural dalam belajar serta pengarahan pada satu instrumen oprasional yang menggiring peserta didik pada sikap individualis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dari itulah, sudah saatnya budaya-budaya lokal dihargai, ditata ulang, dicairkan, dan dirajut kembali. Hanya dengan berlandaskan mekanisme dan trobosan-trobosan tersebut yang bisa mendorong peserta didik pada prilaku kolektif sesuai dengan cita-cita substansial pendidikan. Pada capaian berikutnya, dialektika tersebut dapat mengantarkan peserta didik berbenah diri dan meningkatkan sumber daya manusianya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tanpa mengoptimalkan pendidikan yang berbasis kebudayaan tersebut, anak didik kita akan kehilangan rasa sosialnya dan akan terus semakin jauh dari masyarakatnya sendiri. Dan penataan ulang terhadap sistem pendidikan yang lebih mengarah pada budaya tersebut membutuhkan sumbangan pemikiran dari semua pihak yang berkompeten dalam dunia pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tulisan ini pernah dipublikasikan pernah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;di publikasikan di Radar Madura (Jawa Pos Group)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8564605806601913725-7128815293657257762?l=cahayapemikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/feeds/7128815293657257762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8564605806601913725&amp;postID=7128815293657257762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7128815293657257762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8564605806601913725/posts/default/7128815293657257762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayapemikiran.blogspot.com/2008/12/membangun-sistem-pendidikan-berbasis.html' title='Membangun Sistem Pendidikan Berbasis Kebudayaan'/><author><name>Busri Thaha</name><uri>https://profiles.google.com/116002879803167203044</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-695RXESHjUQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAIc/5-92uieIVOA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
